Minim Kehadiran Anggota Dewan, Pembahasan Ranperda Trantibun Batal

Share it:
TEKS FOTO: Wakil Ketua DPRD Medan H Ihwan Ritonga SE 

MEDAN-hariancentral.com: Tingkat disiplin anggota DPRD Medan masih memprihatinkan. Itu terlihat saat pembahasan penentuan Ketua Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum), Kamis (7/9).

Pada jam dan agenda serupa yakni pembahasan Ranperda Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Anggaran Pemko Medan tahun anggaran 2016, jumlah kehadiran dewan juga sangat minim. Alhasil hingga pukul 12.00 WIB, kedua agenda rapat itu belum juga berlangsung.

Amatan wartawan hariancentral.com, para anggota DPRD Medan seperti tak antusias terhadap dua agenda pada hari itu. Sebab hampir dua jam ditunggu, hanya segelintir dewan yang baru menampakkan muka di ruang rapat.

Adapun di antara anggota dewan yang hadir dalam dua agenda itu seperti; Roby Barus, Umi Kalsum, Edward Hutabarat dan Boydo HK Panjaitan (F-PDIP), Anton Panggabean (F-Demokrat), Golfried Effendi Lubis (F-Gerindra), HT Bahrumsyah dan Zulkarnaen Yusuf (F-PAN), Bangkit Sitepu dan Landen Marbun (F-Hanura), serta Siti Hamidah (F-PPP). Bahkan unsur pimpinan seperti Ketua Dewan Henry Jhon Hutagalung dan Wakil Ketua Ihwan Ritonga, baru tampak hadir pukul 12.00 WIB. "Gimana mau dimulai, peserta rapat belum kuorum," kata Anggota Pansus LPj Anton Panggabean.

Sesuai jadwal, rapat itu harusnya dimulai pukul 10.00 WIB dimana bertujuan untuk menunjuk siapa ketua pansus. "Sepertinya ini ditunda karena tidak kuorum. Padahal uda dijadwal pukul 10.00 WIB," ucapnya.

Wakil Ketua DPRD Medan Ihwan Ritonga saat dikonfirmasi mengaku rapat tersebut terpaksa ditunda, akibat peserta rapat tidak kuorum. "Ditunda Senin depan karena pesertanya tidak kuorum," katanya.

Padahal menurutnya rapat tersebut sudah dijadwal melalui keputusan Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Medan. Selain itu dirinya juga tidak mengetahui alasan ketidakhadiran anggota dewan yang menjadi peserta rapat.

Hal senada diungkapkan Anggota Pansus Ranperda LPj dan Trantibum, Golfried Effendi Lubis. "Sudah hampir dua jam belum mulai juga, lihatlah sedikit kali peserta rapat yang hadir," katanya.

Kata Golfried, pembahasan pada hari itu belum menyentuh substansi ranperda yang akan digodok. "Masih (memutuskan) siapa jadi ketua, kita belum lihat naskah akademiknya," ujar politisi Gerindra itu, seraya mengaku menjadi peserta rapat kedua agenda tersebut.

Namun demikian, dirinya sedikit menerangkan bahwa dalam ranperda dimaksud pihaknya bersama Pemko Medan bakal mengatur masalah-masalah soal penertiban umum. Salah satunya mengenai pemasangan portal pada fasilitas umum (fasum), dan juga soal penutupan jalan umum oleh masyarakat yang melaksanakan suatu acara.

"Ini yang penting kedepan mau kita atur. Sebab sudah banyak kita lihat, ada masyarakat yang memasang portal-portal di lokasi fasum. Kemudian mengenai penutupan-penutupan jalan saat ada acara pesta pernikahan dan lain sebagainya, tentu perlu ditata lagi kedepan sebab hal itu sangat mengganggu ketertiban umum," katanya.

Dirinya juga mengakui, dalam ranperda trantibum itu akan mengatur trotoar yang notabene fasum sesuai peruntukkannya. Artinya kalau selama ini trotoar banyak digunakan pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan, kedepan diharapkan tidak difungsikan lagi untuk itu melainkan dicari lokasi yang sesuai untuk pedagang. *CAG
Share it:

Medan

Wakil Rakyat

Post A Comment:

0 comments:

Iklan Layanan Masyarakat

MEDAN-hariancentral,com