IPAKSI Lakukan Aksi Di Kantor DPRD Dan Walikota Siantar Tuntut Solusi PKL

Share it:
TEKS FOTO:  Pedagang yang tergabung dalam IPAKSI saat berunjuk rasa di depan Kantor Wlikota, di kawal ketat oleh Sat Pol PP dan Personil Polresta Siantar. *hariancentral.com-Ist

SIANTAR-hariancentral.com: Walau sudah jelas melanggar Perda, pedagang yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Kaki Lima( IPAKSI ) tetap melakukan aksi unjuk rasa, demi untuk keberlangsungan hidup.

Pedagang yang tergabung dalam IPAKSI, Senin (4/9) melakukan unjuk rasa meminta Pemko Siantar Siantar, untuk memberi solusi, demi keberlangsungan hidup mereka.
Dibantu pengeras suara, koordinator aksi, M Nurdin mendesak Wali Kota, Hefriansyah memberikan solusi terhadap pedagang, korban penggusuran.
“Sejak penertiban terhadap PKL, kita sudah tidak berjualan. Anak-anak kita sudah beberapa hari tidak sekolah karena tidak ada biaya,” ujarnya.

Berbagai tuntutan pedagang disampaikan, dalam aksi yang dilakukan kumpulan PKL Kota Siantar ini juga membawa poster bertuliskan agar pemerintah kota Pematangsiantar untuk menertibkan bangunan yang melanggar perda seperti Hyper Mart, Paradep Taxi dan Lainnya. Serta menganggap kalau Pemko Siantar tajam dibawah dan tumpul diatas dalam penerapan Perda, tak berapa lama, beberapa orang dari perwakilan pedagang dipersilahkan menemui Walikota, didalam ruangannya.

Walikota Pematangsiantar Hefriansyah SE MM setelah menerima perwakilan IPAKSI memberi kesempatan berjualan seperti biasa, dengan tenggat waktu selama seminggu menunggu saatnya direlokasi ke tempat yang akan ditentukan kemudian.

Selumnya, di Kantor DPRD Kota Pematangsiantar, IPAKSI telah meminta agar wakil rakyat tersebut bersedia memediasi dan memfasilitasi mereka untuk dapat duduk bersama dalam membahas terkait kebijakan Pemko, sehingga dapat menghasilkan kebijakan yang saling menguntungkan antara PKL dan pihak pemerintah.

Maraknya PKL merupakan sebuah imbas semakin banyaknya masyarakat miskin di Kota Pematangsiantar. Dengan berbekal pendidikan yang minim serta tingkat pendapatan ekonomi yang rendah, melatar belakangi PKL untuk berdagang di kaki lima sebagai upaya memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. *REN

Share it:

daerah

Ekonomi

Pemko

Post A Comment:

0 comments:

Iklan Layanan Masyarakat

MEDAN-hariancentral,com