Forum Mahasiswa Membahas Pembangunan, Quo Vadis Pembangunan Sumatera Utara

Share it:
MEDAN-hariancentral.com: Forum Mahasiwa yang tergabung dalam Cipayung Plus bersama dengan FKPPI, mahasiswa dan jurnalis mengadakan diskusi dengan tema “Quo Vadis pembangunan Sumatera Utara” atau mau dibawa kemana Pembangunan Sumatera Utara,  di Ulos Café hotel Santika Sabtu kemarin (3/9).

Acara yang ditampilkan sangat menarik saat tercipta tanya jawab, selama acara berlangsung, banyak yang memberikan pendapatnya tentang pembangunan Sumatera Utara.

Turut hadir diforum ini anggota komisi I DPR RI Pusat Effendi Muara Sakti Simbolon yang hadir sebagai undangan dan Effendi Simbolon.

Rudi Siregar (mahasiswa Universitas Muhammadiah) mengatakan “Pendidikan harusnya menjadi fokus tak terkecuali di daerah tertinggal karena untuk membangun suatu bangsa yang besar itu dimulai dari bidang pendidikan, sementara di Sumatera Utara Pendidikan masih sangat-sangat jauh tertinggal”.

Isron Simanjuntak (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ) berpendapat “Korupsi sudah menjadi penyakit yang mengakar sejak dahulu di Sumatera Utara, birokrasi harus dibersihkan baru Sumatera utara bisa membangun”.

Para Narasumber juga memberikan komentar yang sangat menarik untuk didengar
Hans Silalahi (Ketua umum Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI POLRI (GM FKPPI) “Sumatera Utara harus mulai dengan membangun karakter masyarakat yang baik, melihat Medan sebagai ibukota Sumatera Utara saat ini sangat macet, bagaimana tidak macet di Medan lampu merah jalan terus, lampu hijau hati hati berjalan, dari segi olahraga juga tertinggal, Sumut harus punya pemimpin yang punya karakter Sumatera Utara yaitu keras, keras-kerasan dan kerasan”.

Turedo Sitindao Sekretaris Jendral Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)
“Arah Pembangunan Sumut tidak beraturan karena proses pilkadanya sudah hancur lebur banyak kecurangan yang dilakukan mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho yang berakibat pada buruknya pembangunan Sumatera utara”.

Yakin Sitorus Pengurus Wilayah Himpunan Mahasiswa Alwasliah HIMMAH Sumut “Komitmen Pemuda dan mahasiswa harus menjadi tolak ukur untuk dijalan terhadap pemimpin, jika ingin mendorong Sumatera Utara harus dimulai dari pemuda, kita harus bersikap ideal dan tidak teracuni oleh sistem-sistem”.

Budi Siregar DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiah (IMM) Sumut “Kajian seperti ini harus menghasilkan ide ide atau terobosan baru untuk pembangunan di Sumatera Utara.”

Suwangro Koordinator wilayah I Pengurus Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sumut NAD.
“Di Dairi masih ada daerah yang tidak dialiri listrik artinya apa program pemerintah masih jauh dari harapan, banyak jalan di Sumut yang rusak padahal baru dibangun 6 bulan tapi sudah rusak, bandara Silangit macam bandara kos-kosan, kita harus jeli kedepan untuk memilih pemimpin yang berwibawa, punya nilai yang tinggi, punya program yang terukur, tegas dan kritis”

Septian Chaniago Ketum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara.
“Pembangunan Sumut gagal untuk itu kita harus mengkawal pilkada 2018 dari sekarang kita berharap ini dapat menjadi momentum titik balik Sumatera Utara”.

Pilkada 2018 dingin dingin aja hanya ada spanduk kita harus beradu argumen untuk mendapatkan sesuatu yang baik, Kita harus kasi hasil dialog hari ini untuk bakal calon Gubernur, dan dialog ini tidak akan berhenti sampai disini dikatakan oleh Sahat Jurnalis Tempo

Acara ditutup Effendi Simbolon, saat  meninggalkan ruangan, di luar ruangan wartawan bertanya soal kemungkinan Effendi Simbolon, apakah akan maju di Pilgub 2018?. "Effendi Simbolon menjawab singkat keputusan ada di ibu saya, hanya kader tidak mengedepankan ambisi, jika pun maju harus bisa membangun lebih baik dan mengedepankan hati rakyat," ujarnya. *RAY
Share it:

Medan

Motivasi

RAGAM

Post A Comment:

0 comments:

Iklan Layanan Masyarakat

MEDAN-hariancentral,com