Skip to main content

Vonis Bebas Terdakwa Pembunuhan, Warga Aek Lung Unjuk Rasa Di PN Doloksanggul




TEKS FOTO: Kapolres Humbahas, AKBP Nicolas Ary Lilipaly didampingi Kasi Pidum Bona TP Siregar SH dan Panitera Pengadilan Negeri Tarutung, memberikan penjelasan kepada pengunjuk rasa, Kamis (3/8). *hariancentral.com-Charles Siambaton

DOLOKSANGGUL-hariancentral.com: Pasca vonis bebas terdakwa Mangasa Sibarani (39), terkait pembunuhan Aldi Sibarani (10) yang merupakan anak kandung sendiri, ratusan warga Desa Aek Lung Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan gelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pengadilan Negeri Tarutung di Doloksanggul Kamis (3/8), dibawah pengawasan ketat dari Polres Humbahas.

Warga tak terima vonis bebas yang dijatuhkan Ketua Majelis Sarma Siregar SH MH, yang juga sebagai Ketua Pengadilan Negeri Tarutung, mereka menuntut keadilan atas putusan tersebut yang membebaskan terdakwa Mangasa Sibarani (39) selaku pembunuh anak kandungnya yang di vonis (17/7), dimana sebelumnya Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Humbahas menuntut Mangasa Sibarani 20 tahun penjara denda 50 juta subsider 6 bulan.

Robet Simamora selaku kordinator aksi mengatakan agar mereka dapat bertemu dengan Majelis Hakim yang memimpin persidangan tersebut guna menjelaskan, kenapa Mangasa Sibarani yang sudah mengakui sebaga pembunuh Aldi saat rekonstrusi dan keterangan adik korban yang mengatakan bahwa ia melihat bapaknya membunuh abangnya Aldi Sibarani?, namun sangat disayangkan tidak satu orangpun Majelis Hakim yang hadir. Menurut keterangan dari pihak Pengadilan bahwa seluruh Majalis Hakim sedang berada di Medan untuk mengikuti acara serah terima ketua Pengadilan Negeri Tarutung.

Kapolres Humbahas, AKBP Nicolas Ary Lilpaly, dihadapan para pengunjukrasa mengatakan, 100 % pelaku pembunuhan terhadap anak kita Aldi Sibarani adalah Mangasa Sibarani sesuai dengan pengakuan terdakwa saat pemeriksaan, hasil rekonstruksi, keterangan saksi dan VER, namun kami dari pihak Kepolisian tidak dapat mengomentari putusan Pengadilan.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Humbahas, Bona TP Siregar SH, saat memberikan penjelasan kepada pengunjuk rasa mengatakan bahwa kami juga merasa kecewa dengan vonis tersebut, namun kami telah mengajukan kasasi dan saat ini sedang menyusun memori kasasi, agar nantinya Hakim di Mahkamah Agung dapat memutuskan yang seadil adilnya.

Sebelum aksi bubar kordinator unjukrasa menyampaikan bahwa mereka akan hadir kembali minggu depan melakukan aksi yang sama, kami mengharapkan dapat diterima Majelis Hakim dan kalau kami tidak diterima, sampai kepusatpun kami akan melakukan aksi. "Atas permintaan tersebut Kapolres Humbahas mengatakan akan mempasilitasi, maka 3 hari sebelum aksi agar membuat surat pemberitahuan agar kami dapat berkoordinasi dengan Ketua Pengadilan Negeri Tarutung," ujar Nicolas. *CHA


Comments

Popular posts from this blog

PERMASALAHAN YANG ADA DI DANAU TOBA

Danau toba | 
hariancentral.com Apa latar belakang orang mau ke Danau Toba ? tentu saja adalah pemandangannya  , airnya yang biru dan  objek-objek wisata yang ada di danau toba dan hal yang bersifat artifisual. Artinya artifisual adalah yang dibuat manusia sesuai dengan perkembangan zamannya, itulah sebabnya orang mau tertarik datang ke danau toba.
Jika melihat danau toba orang akan takjub karena keunikannya, berada 903,5m diatas permukaan laut. Danau toba adalah sebuah danau tektonik-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer lebar 30 kilometer terletak di provinsi Sumatera Utara, yang merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ditengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama pulau Samosir, itu merupakan suatu gambaran yang membuat danau toba bagus, airnya begitu jernih, dulu kala jika orang penduduk setempat tidak tubo atau tidak sarapan pagi cukup dengan mangura air. Mangura air adalah air  danau toba itu diambil ke kaleng, kemudian diberi garam cabe dan asam…

Papan Reklame Liar Menjamur di Kota Medan, DPRD Desak Walikota Copot Syampurno Pohan

TEKS FOTO: Drs Heri Zulkarnaen MSi. *hariancentral.com-Ist
MEDAN-hariancentral.com: Masih berdirinya papan reklame di 13 titik ruas jalan di Kota Medan, menunjukkan ketidakseriusan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan Syampurno Pohan untuk melakukan penertiban.
Papan reklame dan baliho masih terpampang di Jalan Sudirman, Jalan Pangeran Diponegoro termasuk Jalan Imam Bonjol Medan. Seolah Syampurno Pohan melakukan pembiaran.
Anggaran dana Rp900 juta sudah dipergunakan dari Rp2,8 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA 2016 Kota Medan, dinilai berbagai kalangan merupakan pemborosan anggaran yang dilakukan, namun tidak menghasilkan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Medan.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu MSi kepada hariancentral.com di ruang kerjanya, Selasa (30/5) mengatakan, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari Syampuno Pohan selaku Kepala Dina…

Pelantikan Pejabat Eselon di Tobasa Dimulai

TOBASA, hariancentral.com: Setelah memenuhi syarat untuk melakukan pelantikan dan pengangkatan pejabat seperti tertuang dalam UU No 5 tahun 2014 tentang larangan 6 (enam) bulan Kepala Daerah setelah menjabat tidak dapat melakukan pelantikan atau pengangkatan pejabat, kini lonceng pelantikan dimulai di Tobasa.
Bupati Toba Samosir (Tobasa) yang diwakili Sekda Drs Audy Murphy Sitorus SH MHum, baru-baru ini di Balai Data Kantor Bupati,melantik dan mengambil sumpah 2 (dua) pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten.
Kedua pejabat yang dilantik Bupati Tobasa itu,masing-masing Marlin Marpaung sebagai Kepala Bidang Teknologi Pangan & Holtikultura dan Lintong Sitorus sebagai Kepala Bidang Peternakan.
Kedua pejabat yang dilantik itu,untuk mengisi jabatan yang kosong,salah satu jabatan karena pejabatnya ditahan terkait kasus korupsi dan lainnya karena pejabat tersebut mengundurkan diri.
Saat itu juga, Bupati menyerahkan surat Pelaksana Tugas (Plt) jabatan Kepala Dinas kepada Kepal…