Skip to main content

Proyek Pembangunan Ruko Di Jalan Punak Diduga Tanpa IMB, Ahli Waris Datangi DPRD Medan

MEDAN-hariancentral.com: Ahli Waris alm H M Amiran warga Jalan Punak Kelurahan Sei Putih 2 Kecamatan Medan Petisah, Waris Sabari mendatangi gedung DPRD untuk memasukkan surat permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP). Berharap agar anggota DPRD dapat menyelesaikan permasalahannya yang terjadi selama ini.

Menurut Waris, Proyek pembangunan ruko yang ada di Jalan Punak Lingkungan 1 Kelurahan Sei Putih Timur 2 Kecamatan Medan Petisah yang dibangun sebanyak 20 unit ruko hingga saat ini proyek pembangunan tersebut diduga belum memiliki izin mendirikan bangunan sehingga proses pembayaran jual beli tanah belum dibayarkan.

Masih Waris menjelaskan pembayaran ganti rugi yang dilakukan Irene (pemilik bangunan) kepada Mardiah (ahli waris) sudah diluar kesepakatan bersama antara ahli waris dengan Irene, hal ini membuat kekecewaan yang mendalam pihak ahli waris.

"Yang kecewanya lagi bang, Si Irene melemparkan tanggungjawab pembayaran tersebut, dikatakannya, kami selaku ahli waris harus menambahkan harga penjualan tanah untuk si Mardiah dari kesepakatan awal, sebelumnya harga tanah Si Mardiah kami awalnya sepakat akan membayarkan sebesar Rp200 juta," kata Waris, Jumat (11/8).

Waris Sabari berharap kedatangan dirinya ke DPRD Medan, agar anggota DPRD Medan dapat menyelesaikan permasalahannya serta ahli waris lainnya selama ini yang belum terselesaikan dan meminta keadilan.

Saat dikonfirmasi Irene via seluler, Selasa (11/8) dengan nomor 08137521XXXX tidak dapat dihubungi begitu juga via pesan singkat hingga berita ini dipostingkan juga tidak membalas.

Pihak Satpol PP Kota Medan telah berikan surat peringatan kedua untuk pembongkaran dengan limit waktu 3X24 jam hal ini dibenarkan mandor bangunan, Usnan kepada wartawan di lokasi pembangunan. "Senin (7/8) Satpol PP datang ke bangunan ini dan memberikan surat peringatan ke dua dan setelah mereka pergi saya hubungi atasan saya, lalu saya serahkan surat itu kepadanya," ujar Usnan.

Saat dikonfirmasi Kabid Pengawasan dan Penertiban Tata Ruang dan Tata Bangunan, Lase menegaskan bangunan yang ada di Jalan Punak belum memiliki IMB, "Sesuai laporan yang saya terima bangunan itu belum memiliki IMBnya, naikkan aja di koran biar kapok dia karena sudah berulang kali kita layangkan surat ke mereka," tegas Lase.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Medan, Jumadi mengatakan silahkan masukkan surat RDP tersebut dan akan dijadwalkan segera, dan dimana ada aturan itu melanggar silahkan tertibkan dan Jumadi minta sesuai aturan berlaku, agar Satpol PP menegakkan peraturan.

Jumadi segera akan memanggil pemborongnya dan mengundang instansi terkait di Rapat Dengar Pendapat nanti. *HADI

Comments

Popular posts from this blog

PERMASALAHAN YANG ADA DI DANAU TOBA

Danau toba | 
hariancentral.com Apa latar belakang orang mau ke Danau Toba ? tentu saja adalah pemandangannya  , airnya yang biru dan  objek-objek wisata yang ada di danau toba dan hal yang bersifat artifisual. Artinya artifisual adalah yang dibuat manusia sesuai dengan perkembangan zamannya, itulah sebabnya orang mau tertarik datang ke danau toba.
Jika melihat danau toba orang akan takjub karena keunikannya, berada 903,5m diatas permukaan laut. Danau toba adalah sebuah danau tektonik-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer lebar 30 kilometer terletak di provinsi Sumatera Utara, yang merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ditengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama pulau Samosir, itu merupakan suatu gambaran yang membuat danau toba bagus, airnya begitu jernih, dulu kala jika orang penduduk setempat tidak tubo atau tidak sarapan pagi cukup dengan mangura air. Mangura air adalah air  danau toba itu diambil ke kaleng, kemudian diberi garam cabe dan asam…

Papan Reklame Liar Menjamur di Kota Medan, DPRD Desak Walikota Copot Syampurno Pohan

TEKS FOTO: Drs Heri Zulkarnaen MSi. *hariancentral.com-Ist
MEDAN-hariancentral.com: Masih berdirinya papan reklame di 13 titik ruas jalan di Kota Medan, menunjukkan ketidakseriusan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan Syampurno Pohan untuk melakukan penertiban.
Papan reklame dan baliho masih terpampang di Jalan Sudirman, Jalan Pangeran Diponegoro termasuk Jalan Imam Bonjol Medan. Seolah Syampurno Pohan melakukan pembiaran.
Anggaran dana Rp900 juta sudah dipergunakan dari Rp2,8 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA 2016 Kota Medan, dinilai berbagai kalangan merupakan pemborosan anggaran yang dilakukan, namun tidak menghasilkan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Medan.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu MSi kepada hariancentral.com di ruang kerjanya, Selasa (30/5) mengatakan, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari Syampuno Pohan selaku Kepala Dina…

Pelantikan Pejabat Eselon di Tobasa Dimulai

TOBASA, hariancentral.com: Setelah memenuhi syarat untuk melakukan pelantikan dan pengangkatan pejabat seperti tertuang dalam UU No 5 tahun 2014 tentang larangan 6 (enam) bulan Kepala Daerah setelah menjabat tidak dapat melakukan pelantikan atau pengangkatan pejabat, kini lonceng pelantikan dimulai di Tobasa.
Bupati Toba Samosir (Tobasa) yang diwakili Sekda Drs Audy Murphy Sitorus SH MHum, baru-baru ini di Balai Data Kantor Bupati,melantik dan mengambil sumpah 2 (dua) pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten.
Kedua pejabat yang dilantik Bupati Tobasa itu,masing-masing Marlin Marpaung sebagai Kepala Bidang Teknologi Pangan & Holtikultura dan Lintong Sitorus sebagai Kepala Bidang Peternakan.
Kedua pejabat yang dilantik itu,untuk mengisi jabatan yang kosong,salah satu jabatan karena pejabatnya ditahan terkait kasus korupsi dan lainnya karena pejabat tersebut mengundurkan diri.
Saat itu juga, Bupati menyerahkan surat Pelaksana Tugas (Plt) jabatan Kepala Dinas kepada Kepal…