Skip to main content

Polrestabes Medan Bersama Polsek Medan Baru Ungkap Kasus Begal

TEKS FOTO: Kaporestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho SH Sik MH bersama Jajarannya Memaparkan Tangkapan Begal. *hariancentral.com-Ist

MEDAN-hariancentral.com: Team gabungan Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Medan Baru, berhasil mengungkap kasus begal. Polisi meringkus kawanan begal ini, dua diantaranya tewas dan tersangka lainnya masih dalam pengejaran Kepolisian. Hal tersebut diungkap Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho SH.MH kepada wartawan saat jumpa pers, di rumah sakit Bhayangkara, Minggu (20/8) sekira pukul 14.30 WIB.

Dalam pemaparan ini dipimpin Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho SH MH, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Febriansyah, Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Ronni Bonic SH.SIK MH, serta Kapolsek Medan Baru, Kompol Hendra Eko Triyulianto SH.Sik beserta jajaran Polrestabes Medan.

Dalam pemaparannya, saat itu ada korban begal atas nama Dandi Andrian (17), warga Jalan A H Nasution, Gang Karya April, Medan Johor, korban berjalan dari Jalan Jamin Ginting menuju jalan Sei Putih, No 9, Minggu (20/8) sekira pukul 02.30 WIB. Dari kaca spion, kata korban, dia dibuntuti pelaku yang mengendarai sepeda motor Vario warna hitam, dan tiba-tiba pelaku lainnya datang dengan sepeda motor juga, dan langsung menembak korban dengan senjata Air Softgun.

Tembakan tersebut mengenai korban dibagian leher sebelah kanan, dan pelaku memukul korban dengan kayu broti. Korban juga sempat melakukan perlawanan, namun kalah dan pasrah hingga sepeda motornya dirampas pelaku sebanyak 6 orang.

Kemudian, sekira pukul 05.00 WIB usai mendapat info bahwa tersangka sedang berkumpul di kosan di Jalan Dipanegara, Padang Bulan, Medan, Polisi melakukan penggerebekan. Saat penggerebekan, tersangka berinisial G, B, I, K kabur.

Pada saat bersamaan berhasil kita tangkap 3 orang tersangka atas nama, Fandi Sahputra, Raden Mas Dodi, Tengku Aditia Hidayat, dan ditemukan barang bukti di TKP berupa 3 unit sepeda motor jenis Vario Merah, Beat Hitam, Beat Merah Putih. Dan kemudian kita lakukan pengembangan untuk mengejar tersangka yang lari, dengan membawa tersangka Fandi Sahputra dan Raden Mas Dodi.

"Setelah dicek ternyata bukan tempat kumpul para pelaku. Dan pelaku melawan petugas dengan mengambil sebilah pisau yang terletak ditempat dimana tempat yang ditunjukkan oleh pelaku tersebut. Sehingga petugas melumpuhkan pelaku dengan sasaran dada sebelah kiri, dan mengakibatkan pelaku meninggal dunia. Pelaku yang kita lumpuhkan Raden Mas Dodi dan Fandi Sahputra,” jelas Sandi.

Selain tersangka, Polisi turut mengamankan barang bukti kejahatan yakni, 1 unit sepeda motor Honda Beat BK 5307 SAF, atas nama Oriza Surbakti, Honda Vario warna merah (tanpa plat), Honda Beat hitam (tanpa plat), 4 tas perempuan, peluru mimis Softgun, 1 Softgun jenis revolver, 1 parang, 1 kunci T.

Dari hasil interogasi kepada pelaku, para tersangka sudah melakukan aksinya dibeberapa lokasi seperti LP/1109/VIII/2017, TKP Patimura hasil Honda Beat, LP/1127/VIII/2017, TKP Sei Batu Gingging hasil Vario Putih, LP/1134/VIII/2017 TKP Dr Mansur hasil honda Vario Hitam, LP/1147/VIII/2017 TKP Dr Cipto hasil Honda Beat warna putih, Jalan Patimura hasil Beat putih, Jalan Mongonsidi hasil Mio Z, Jalan Dr Mansur hasil Satria FU, Jalan Sudirman hasil Honda Beat, Jalan S Parman hasil Honda Beat, Jalan Gajah Mada hasil Mio GT, Jalan Pancing hasil Vario, Jalan Sisingamangaraja hasil Honda 125, Jalan Iskandar Muda hasil Vario, Jalan Sekip hasil Mio Z, Jalan Pulau Pinang hasil Beat merah, Jalan Imam Bonjol hasil Beat putih, Jalan Mongonsidi hasil Vario 125, Jalan S Parman hasil Satria FU, Jalan Darusalam hasil honda Beat merah putih.

Kapolrestabes Medan berpesan dan mengintruksikan jajarannya, untuk kasus Narkoba dan Begal agar ditembak ditempat. MRH



Comments

Popular posts from this blog

PERMASALAHAN YANG ADA DI DANAU TOBA

Danau toba | 
hariancentral.com Apa latar belakang orang mau ke Danau Toba ? tentu saja adalah pemandangannya  , airnya yang biru dan  objek-objek wisata yang ada di danau toba dan hal yang bersifat artifisual. Artinya artifisual adalah yang dibuat manusia sesuai dengan perkembangan zamannya, itulah sebabnya orang mau tertarik datang ke danau toba.
Jika melihat danau toba orang akan takjub karena keunikannya, berada 903,5m diatas permukaan laut. Danau toba adalah sebuah danau tektonik-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer lebar 30 kilometer terletak di provinsi Sumatera Utara, yang merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ditengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama pulau Samosir, itu merupakan suatu gambaran yang membuat danau toba bagus, airnya begitu jernih, dulu kala jika orang penduduk setempat tidak tubo atau tidak sarapan pagi cukup dengan mangura air. Mangura air adalah air  danau toba itu diambil ke kaleng, kemudian diberi garam cabe dan asam…

Papan Reklame Liar Menjamur di Kota Medan, DPRD Desak Walikota Copot Syampurno Pohan

TEKS FOTO: Drs Heri Zulkarnaen MSi. *hariancentral.com-Ist
MEDAN-hariancentral.com: Masih berdirinya papan reklame di 13 titik ruas jalan di Kota Medan, menunjukkan ketidakseriusan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan Syampurno Pohan untuk melakukan penertiban.
Papan reklame dan baliho masih terpampang di Jalan Sudirman, Jalan Pangeran Diponegoro termasuk Jalan Imam Bonjol Medan. Seolah Syampurno Pohan melakukan pembiaran.
Anggaran dana Rp900 juta sudah dipergunakan dari Rp2,8 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA 2016 Kota Medan, dinilai berbagai kalangan merupakan pemborosan anggaran yang dilakukan, namun tidak menghasilkan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Medan.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu MSi kepada hariancentral.com di ruang kerjanya, Selasa (30/5) mengatakan, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari Syampuno Pohan selaku Kepala Dina…

Pelantikan Pejabat Eselon di Tobasa Dimulai

TOBASA, hariancentral.com: Setelah memenuhi syarat untuk melakukan pelantikan dan pengangkatan pejabat seperti tertuang dalam UU No 5 tahun 2014 tentang larangan 6 (enam) bulan Kepala Daerah setelah menjabat tidak dapat melakukan pelantikan atau pengangkatan pejabat, kini lonceng pelantikan dimulai di Tobasa.
Bupati Toba Samosir (Tobasa) yang diwakili Sekda Drs Audy Murphy Sitorus SH MHum, baru-baru ini di Balai Data Kantor Bupati,melantik dan mengambil sumpah 2 (dua) pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten.
Kedua pejabat yang dilantik Bupati Tobasa itu,masing-masing Marlin Marpaung sebagai Kepala Bidang Teknologi Pangan & Holtikultura dan Lintong Sitorus sebagai Kepala Bidang Peternakan.
Kedua pejabat yang dilantik itu,untuk mengisi jabatan yang kosong,salah satu jabatan karena pejabatnya ditahan terkait kasus korupsi dan lainnya karena pejabat tersebut mengundurkan diri.
Saat itu juga, Bupati menyerahkan surat Pelaksana Tugas (Plt) jabatan Kepala Dinas kepada Kepal…