Judi Pemicu Penyimpangan Karakter Manusia

Share it:
 MEDAN-hariancentral.com: Judi, narkoba (sesuatu yang memabukkan), pelacuran (zina) merupakan akar utama yang menjadi pemicu merusak karakter manusia. Maka jika pejabat sampai terlibat terhadap berbagai penyakit ini, adalah wajar kondisi kehidupan masyarakat Kota Medan hari ini begitu semrawut, penuh problem diseluruh aspek kehidupan (Inpoleksosbud Hankam). Hal ini dikatakan Pimpinan Majelis Taqlim Salafiyah An-Naqsyabandiyah Khalifah H Nazaruddin Lubis (foto) di pondok pengajiannya Jalan Lampu Gang Pelita IV Pulo Brayan Medan Selasa (1/8).

"Pemberantasan judi sangat sulit dilakukan, karena itu perlu melibatkan berbagai pihak dimasyarakat untuk menjalin kerjasama yang sinergis. Pihak berwenang ketika melakukan penegakan hukum tidak boleh berdasarkan "selera" dan tebang pilih," ujarnya.

Menurutnya, agar Indonesia menjadi negeri yang berkah maka masyarakatnya harus dihindarkan dari memakan yang bersumber dari sesuatu yang haram. Itu adalah kewajiban negara untuk melakukannya, sebagaimana yang diamanatkan sila pertama Pancasila sebagai dasar negara. Bangsa Indonesia berketuhanan yang maha esa, artinya ketika masyarakat Indonesia menjalani kehidupan dari pagi hingga pagi harus mengedepankan nilai-nilai agama.

Nazaruddin yang juga Ketua Dewan Imamah Gerakan Islam Pengawal (GIP) NKRI Sumut ini merasa kecewa terhadap sejumlah pejabat Indonesia yang semestinya menjadi contoh suritauladan malah mereka pula yang menjadi penjahat bagi rakyatnya. Tanpa malu-malu makan uang korupsi dan makan uang backing judi. Jangan rakyat dihimbau senantiasa komitmen berketuhanan, tapi malah pejabatnya bertingkah jauh dari perintah Tuhan.

Rakyat dihimbau mengencangkan ikat pinggang, ungkap Nazaruddin, dianjurkan irit dan berhemat yang terjadi saat ini justru banyak pejabat foya-foya menghamburkan uang negara. Sungguh kita sangat tidak ingin Pancasila dijadikan mereka sekedar kamuflase belaka. Terasa aneh, saat ini terkesan malah banyak pejabat yang menimbulkan masalah di negara ini. Rakyat tenang pejabat malah buat gaduh.

"Judi adalah penyakit lama yang kronis, uang judi bukan rejeki tapi bibit virus yang ampuh merusak jiwa. Judi bisa menjadi candu yang dikemas dalam bentuk hobbi, kalau judi sudah menjadi hobbi maka sulit menyembuhkannya. Judi bisa membuat pemakainya menjadi miskin, bagaimana pula kalau memang sudah miskin tapi hobbi judi, ini masalah besar.

Mari kita kerja keras uber rejeki, biar sedikit yang penting halal. Buat apa uang banyak tapi uang judi yang jauh dari keberkahan Tuhan. Saat ini kita mencari keberkahan hidup dengan memakan makanan berkah dari uang halal," kata Nazaruddin menganjurkan. *SS

Share it:

Medan

relgius

Post A Comment:

0 comments:

Iklan Layanan Masyarakat

MEDAN-hariancentral,com