Skip to main content

Reses-II Tahun 2017, anggota DPRD Medan, Adlin Tambunan ST MSP Masyarakat Kecamatan Medan Baru Keluhkan Banjir dan Sampah

TEKS FOTO: Anggota DPRD Kota Medan, dari Fraksi Golkar, H Adlin Umar Yusri Tambunan ST MSP, saat menghadiri pelaksanaan reses-II Tahun 2017. *hariancentral.com-Ist

MEDAN-hariancentral.com: Wilayah Kecamatan Medan Baru hingga saat ini masih terus diwarnai dengan permasalahan sampah dan banjir. Sementara warga sudah berulangkali melaporkan keluhan mereka tersebut kepada perangkat pemerintah setempat dari mulai Kepala Lingkungan, Lurah sampai ke Kecamatan. Namun, belum ada perubahan, malah setiap hari jumlah sampah bertambah banyak sehingga menimbulkan tumpukan sampah dimana-mana yang akhirnya menyebabkan banjir.

Hal ini menjadi keluhan warga di Kecamatan Medan Baru, saat menghadiri pelaksanaan reses-II Tahun 2017, anggota DPRD Kota Medan, dari Fraksi Golkar, H Adlin Umar Yusri Tambunan ST MSP. Kamis, (6/7) yang dilaksanakan di halaman Kantor Camat Medan Baru, Jalan Rebab No 34 Kec Medan Baru.

Reses-II tahun 2017 oleh Politisi Partai Golkar untuk Daerah Pemilihan Tiga, Kecamatan Medan Helvetia, Medan Baru, Medan Petisah dan Medan Barat itu juga dihadiri oleh Camat Medan Baru, Eliyas Chandra Simbolon SSTP, Kepala KUA Kec Medan Baru, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Karang Taruna, warga masyarakat yang tinggal di Kecamatan Medan Baru dan para Kepala Lingkungan.

Safii Lubis, Kepala Lingkungan-7, Kelurahan Padang Bulan salah satunya, mewakili warga lingkungannya dan warga lingkungan, 3, 6 dan 7 Kelurahan Padang Bulan memberitahukan, bahwa sudah lama kondisi bak atau tong sampah yang terletak di pinggir jalan, milik Pemko Medan sudah melebihi kapasitas, dan tumpukann sampah sampai keluar dan menghalangi pengguna jalan, sehingga sering menyebabkan pengendara sepeda motor disenggol pengendara lainnya ketika hendak menghindari tumpukan sampah yang berserakan.

“Kami berharap masalah sampah yang selalu berlebih dan keluar dari tong penampungan sampah segera diangkut oleh petugas Kebersihan sampah, karena keterbatasan tempat pembuangan sampah didaerah tersebut,” ucapnya.

Sama seperti yang dikeluhkan oleh rekannya, Lita Br Tarigan, Kepala Lingkungan-3 Kelurahan Petisah Hulu, Lita bermohon kepada wakil rakyat yang duduk di DPRD Medan, dari Fraksi Golkar, Adlin Tambunan agar meneruskan permohonan mereka tentang pengadaan gerobak sampah. Karena sudah lama mereka usulkan melalui Camat ke Pemko Medan melalui SKPD terkait, namun sampai saat ini belum terealisasi. “Kondisi fisik gerobak sampah yang dipergunakan di Kelurahan kami sudah tidak layak lagi, disamping sudah tua, juga butuh perbaikan disana-sini. Sementara gerobak sampah sebagai salah satu alat penunjang untuk pengangkutan sampah. Kami mohon agar segera diperbaiki atau diganti dengan gerobak sampah yang baru,” pintanya.

Menjawab keluhan dari dua orang Kepala lingkungan mewakili warga Kecamatan Medan Baru, Anggota DPRD Kota Medan, Adlin Tambunan ST MSP mengatakan bahwa untuk permasalahan gerobak sampah, Fraksi Golkar sebelumnya sudah menyampaikan langsung kepada Dinas Pertamanan dan Kebersihan Medan. Dan masih menunggu tanggapan ataupun realisasi dari permintaan Komisi D DPRD Medan tersebut.

“Kita sadar dan ketahui bersama, bahwa permasalahan sampah sudah menjadi hal yang menakutkan bagi kita, karena dampaknya negatif yang ditimbulkannya, seperti berbagai penyakit. Fraksi Golkar, Komisi D DPRD Medan, sebelumnya sudah menyurati pihak Dinas Kebersihan Medan, karena kami mengetahui gerobak sampah yang ada di Kota Medan sudah banyak yang tidak layak. Ini akan tetap kami perjuangkan, agar gerobak sampah baru dapat segera direalisasikan,” ungkap Adlin Tambunan.

Politisi dari Partai Golkar Medan ini menghimbau kepada warga masyarakat Kota Medan khususnya yang tinggal di Kecamatan Medan Baru, agar membudayakan diri untuk tidak membuang sampah sembarangan. Dia juga meminta kepada seluruh kepala Lingkungan yang ada di Kecamatan Medan Baru untuk selalu melakukan sosialisasi kepada warganya untuk tidak membuang sampah sembarangan. “Buat apa parit dan sungai dikorek, jika warga belum sadar dan tetap membuang sampah disana, sama saja tetap menimbulkan sumbat dan banjir,” terangnya.

Adlin menambahkan, bahwa tahun 2017, Pemko Medan berkonsentrasi pada pembangunan yang meliputi bidang Infrastruktur. Namun meskipun aspirasi warga tidak sertamerta terus ditanggapi dan ditindak lanjuti, mengingat ada sebanyak 150 Kelurahan dan 21 Kecamatan di Kota Medan, membuat Pemerintah Kota Medan memperioritaskan daerah yang paling dominan untuk dilakukan perbaikan.

“Meskipun sudah berulang kali aspirasi Bapak dan Ibu sekalian disampaikan, namun belum terealisasi, ini bukanlah keinginan saya, saya sadar bahwa keluhan yang saya terima dari reses ini pastilah sangat penting, usulan tersebut pasti saya bawakan untuk diparipurnakan, namun kembali lagi, Pemko Medanlah yang menilai sesuai kebutuhan anggaran Pemko, namun aspirasi dan keluhan warga tersebut bukan berarti tidak ditindak lanjuti, namun kita harus bersabar untuk menunggu,” ucapnya.

Sementara Camat Medan Baru, Iliyas Chandra Simbolon SSTP, pada kesempatan itu mengatakan, sangat berterimakasih kepada Adlin Tambunan yang melaksanakan Reses-II tahun 2017 di Kecamatannya. “Saya juga berterimakasih kepada warga masyarakat yang hadir pada acara reses-II tahun 2017, anggota DPRD Kota Medan ini. Semua aspirasi dan keluhan yang tadi disampaikan oleh Bapak dan Ibu sekalian, termasuk masalah pengorekan parit dan pembuatan gorong-gorong di daerah Medan Baru sebagai antisipasi banjir, masalah banjir yang disebabkan penyumbatan aliran parit dan sungai, masalah anak putus sekolah dan lain sebagainya, sudah menjadi program Pemerintah Kota Medan untuk menyelesaikannya, namun juga tetap harus didukung oleh masyarakat,” jelas Chandra.

Masalah kerukunan Agama dan solidaritas setiap warga masyarakat mesti tetap ditingkatkan, karena banyaknya muncul isu SARA yang bertujuan untuk memecah belah warga masyarakat Medan. “ Kepada warga masyarakat mulai saat ini harus diperkuat rasa curiga kepada warga pendatang baru, jika ada menemukan atau mengetahui kegiatan yang mencurigakan, segera laporkan ke Kepala Lingkungan setempat atau langsung ke Lurah. Kepling jangan menunda-nunda jika ada laporan masyarakat terkait keamanan, terutama masalah Terorisme,” tegas Simbolon.

Diakhir acara reses-II tahun 2017 tersebut, Adlin Tambunan meminta warga masyarakat yang hadir untuk mengisi lembaran kertas aspirasi yang telah dibagikan, agar nantinya diketahui keluhan dan aspirasi dari warga secara satu persatu. *CAG




Comments

Popular posts from this blog

PERMASALAHAN YANG ADA DI DANAU TOBA

Danau toba | 
hariancentral.com Apa latar belakang orang mau ke Danau Toba ? tentu saja adalah pemandangannya  , airnya yang biru dan  objek-objek wisata yang ada di danau toba dan hal yang bersifat artifisual. Artinya artifisual adalah yang dibuat manusia sesuai dengan perkembangan zamannya, itulah sebabnya orang mau tertarik datang ke danau toba.
Jika melihat danau toba orang akan takjub karena keunikannya, berada 903,5m diatas permukaan laut. Danau toba adalah sebuah danau tektonik-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer lebar 30 kilometer terletak di provinsi Sumatera Utara, yang merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ditengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama pulau Samosir, itu merupakan suatu gambaran yang membuat danau toba bagus, airnya begitu jernih, dulu kala jika orang penduduk setempat tidak tubo atau tidak sarapan pagi cukup dengan mangura air. Mangura air adalah air  danau toba itu diambil ke kaleng, kemudian diberi garam cabe dan asam…

Papan Reklame Liar Menjamur di Kota Medan, DPRD Desak Walikota Copot Syampurno Pohan

TEKS FOTO: Drs Heri Zulkarnaen MSi. *hariancentral.com-Ist
MEDAN-hariancentral.com: Masih berdirinya papan reklame di 13 titik ruas jalan di Kota Medan, menunjukkan ketidakseriusan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan Syampurno Pohan untuk melakukan penertiban.
Papan reklame dan baliho masih terpampang di Jalan Sudirman, Jalan Pangeran Diponegoro termasuk Jalan Imam Bonjol Medan. Seolah Syampurno Pohan melakukan pembiaran.
Anggaran dana Rp900 juta sudah dipergunakan dari Rp2,8 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA 2016 Kota Medan, dinilai berbagai kalangan merupakan pemborosan anggaran yang dilakukan, namun tidak menghasilkan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Medan.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu MSi kepada hariancentral.com di ruang kerjanya, Selasa (30/5) mengatakan, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari Syampuno Pohan selaku Kepala Dina…

Pelantikan Pejabat Eselon di Tobasa Dimulai

TOBASA, hariancentral.com: Setelah memenuhi syarat untuk melakukan pelantikan dan pengangkatan pejabat seperti tertuang dalam UU No 5 tahun 2014 tentang larangan 6 (enam) bulan Kepala Daerah setelah menjabat tidak dapat melakukan pelantikan atau pengangkatan pejabat, kini lonceng pelantikan dimulai di Tobasa.
Bupati Toba Samosir (Tobasa) yang diwakili Sekda Drs Audy Murphy Sitorus SH MHum, baru-baru ini di Balai Data Kantor Bupati,melantik dan mengambil sumpah 2 (dua) pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten.
Kedua pejabat yang dilantik Bupati Tobasa itu,masing-masing Marlin Marpaung sebagai Kepala Bidang Teknologi Pangan & Holtikultura dan Lintong Sitorus sebagai Kepala Bidang Peternakan.
Kedua pejabat yang dilantik itu,untuk mengisi jabatan yang kosong,salah satu jabatan karena pejabatnya ditahan terkait kasus korupsi dan lainnya karena pejabat tersebut mengundurkan diri.
Saat itu juga, Bupati menyerahkan surat Pelaksana Tugas (Plt) jabatan Kepala Dinas kepada Kepal…