Polres Sergai Amankan Satria Pemerkosa ABG

Share it:


SEIRAMPAH-hariancentral.com: Polisi terpaksa membawa Satria Juliandi ( 29 ) warga Dusun I desa Firdaus lokasi warung bebek Kec Sei Rampah. Pelaku dibawa berobat ke Rumah Sakit Sultan Sulaiman Sei Rampah sebelum dijebloskan ke sel Polres Serdang Bedagai, karena saat diserahkan masyarakat sudah dalam keadaan babak belur dihajar massa, Kamis (29/6) .

Tukang becak ini dimassa karena telah memperkosa seorang pelajar salah satu SMA di Sei Rampah.sebut saja korban Bunga ( 17) warga Belidaan desa Cempedak Lobang Kec Sei Rampah Kab Sergai.

Kepada Polisi korban menceritakan Rabu (28/6) sekitar pukul 21.30 WIB berboncengan dengan tetangganya Rahul (16) berangkat dari rumah mau membeli bakso ke dearah Sari Rejo, ketika berada di depan kuburan Sei Rampah sepeda motor yang ditumpangi mengalami kerusakan, tiba-tiba muncul tersangka dengan mengendarai becak menghampirinya, ”kenapa kalian, dijawab korban kereta kami rusak om,” setelah diceknya lalu tersangka mengajak korban untuk membeli anting rante (alat penyetel gear rantai sepeda motor) naik becak meninggalkan Rahul.

Dalam perjalanan becak berhenti di areal sawit Parit Mesin kebun Socfindo tersangka langsung mencekik leher korban sambil menodongkan pisau “serahkan hpmu dan uangmu, jangan menjerit kalau mau selamat, buka celanamu kalau tidak kubunuh kau!,” di tempat ini korban diperkosa kemudian ditinggalkan begitu saja.

Sementara Maslik (43) orang tua korban, begitu mendengar kejadian perkosaan langsung mencari tersangka keliling kota Sei Rampah bersama keluarga dan tetangganya sampai ke arah Perbaungan, tepat pukul 05.00 WIB, terlihat tersangka sesuai dengan ciri-ciri yang disampaikan anaknya, begitu dikejar tersangka langsung tancap gas becaknya dan dapat tertangkap di daerah Sei Jenggi itupun karena terprosok kedalam parit. Tak ayal lagi tersangka menjadi amukan massa setelah mengetahui tersangka pelaku perkosaan.

“Saat digeledah becaknya ditemukan beberapa senjata tajam berupa pisau dan golok, termasuk salah satu pisau yang digunakan untuk menodong korban,” ungkap Kanit PPA IPTU Zulham.

“Awalnya tersangka mengelak tuduhan melakukan perkosaan, tetapi setelah korban dan saksi lainnya di perlihatkan berikut barang bukti pisau, akhirnya tersangka mengakui perbuatanya, terhadap tersangka. Kita jerat dengan Pasal 81 (1), (2) UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak subsider pasal 285 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara,.” tegas Kasat Reskrim AKP M Agus Setiawan ST Sik *KAR

Share it:

daerah

Hukum

Kriminal

Post A Comment:

0 comments:

Iklan Layanan Masyarakat

Medan-HarianCentral.com: