Penambangan Tanah Timbun Di Desa Sugau Diduga Dilindungi Muspika Pancurbatu

Share it:
TEKS FOTO: Lokasi penambangan galian C milik Sitepu yang sempat mengundang keresahan masyarakat dan mengancam keselamatan lingkungan.*hariancentral.com-Syamsul Bahri Star.

PANCURBATU-hariancentral.com: Penambangan tanah timbun di Desa Sugau, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang yang sudah berlangsung beberapa lama diduga dilindungi Muspika Pancurbatu. Pasalnya galian milik S Sitepu ini mulai mengundang keresahan masyarakat karena lokasi perizinannya diduga sudah menyalahi ketentuan yang dikeluarkan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Sumut.

Lokasi galian C tersebut berada di bawah badan jalan dan tidak jauh dari pemukiman penduduk. Setiap hari warga harus memakan debu yang ditimbulkan armada truk toronton pengangkut material galian yang rutin keluar masuk. “Sejak adanya galian pengerukan tanah karak yang digunakan jadi tanah timbun tersebut kami setiap hari makan abu, karena berjatuhan dari truk dibadan jalan,” kata seorang pria minta namanya tidak publikasikan.

Dijelaskannya lagi, Galian C yang diduga ilegal karena tak berada lagi di lokasi izin yang dikeluarkan Distamben Pemprovsu sudah beroperasi lebih dari sebulan yang lalu, namun tidak ada tindakan dari instansi terkait. Hal ini diduga karena ada kongkalikong dengan unsur terkait. Sebab tanah galian tersebut setiap hari dibawa dengan truk teronton melintasi kantor instansi pemerintah setempat tapi tidak ada tindakan.

Akibat tidak adanya tindakan tegas, warga pun menuding kalau pihak Kecamatan dan penegak hukum lainnya baik dari Polrestabes Medan dan Polda Sumut telah menerima sejumlah upeti dari pengusaha. Bukan hanya itu, galian C tersebut juga telah merusak lingkungan dengan meluluhlantakkan pepohonan yang ada dilokasi sehingga bisa merugikan orang banyak.

Untuk itu mereka pun berharap agar pihak penegak hukum dapat segera menghentikan aktifitas galian C tersebut agar tidak dituding menerima upeti dari pengusaha, dan menjaga kerusakan lingkungan yang cukup parah dan berdampak buruk terhadap masyarakat sekitarnya.

Sementara itu, Camat Pancurbatu Drs David Efrata Tarigan saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, pihaknya akan meninjau terlebih dahulu lokasi galian C tersebut, dan apabila tidak memiliki ijin dan menyalahi aturan pihaknya akan menindaknya.

Ditempat terpisah pemerhati lingkungan Kabupaten Deliserdang R Ginting mengatakan, jika memang pengerukan tanah yang dilakukan pengusaha sudah dibawah bahu jalan, berarti telah menyalahi aturan mainnya. Karena saat pengajuan perizinan pengerukan tanah bukit tidak diperbolehkan lebih rendah dari bahu jalan, karena berdampak pada lingkungan sekitarnya.

“Apalagi menyalahi perizinan atau tidak memiliki izin sama sekali itu sudah layak untuk ditutup. Untuk itu kita minta Polda Sumut agar sesegera mungkin turun ke lapangan untuk menghentikan aktifitas galian C yang berada di Desa Sugau tersebut,” ujar Ginting dari seberang teleponnya.*STAR


Share it:

daerah

Kolom SKPD

Pemprovsu

Polri

Post A Comment:

0 comments:

Iklan Layanan Masyrakat

MEDAN-hariancentral.com