Skip to main content

Pembangunan Penambahan BICT Belawan Rugikan Nelayan, Lahan Tangkap Nelayan Hancur

TEKS FOTO: Alat tangkap Nelayan yang rusak, akibat pembangunan BICT. *hariancentral.com-Ist

BELAWAN-hariancentral.com: Pembangunan penambahan pelabuhan Belawan Internasional Container Tereminal (BICT) sepanjang kurang lebih 700 meter menjorok kearah laut dinilai tidak memperhatikan dampak sosial, ekonomi, lingkungan khususnya bagi para Nelayan dan masyarakat pesisir.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Nelayan Nasioanal Indonesia (PNTI) Kota Medan Rahman Gafiqi SH, Senin (24/7) mengakui pembangunan BICT tersebut sangat bermanfaat bagi kelangsungan kemajuan perekonomian dan kemajuan sektor-sektor transportasi bagi masyarakat Provinsi Sumatera Utara khususnya di Belawan.

Namun menurut Rahman pembangunan tersebut tidak memperhatikan dampak sosial, ekonomi, lingkungan khususnya bagi para Nelayan dan masyarakat pesisir Kota Medan.

Rahman mengatakan DPD PNTI Kota Medan sebagai tempat berkumpulnya para Nelayan, khususnya Nelayan tradisional yang notabene mencari nafkah di pinggir pantai. “DPD PNTI Kota Medan ini adalah sebagai salah satu wadah perpanjangan lidah para Nelayan untuk menjawab keluh kesah mereka,” kata Rahman.

Dia mengatakan berdasarkan informasi yang dihimpun dari para Nelayan dan masyarakat pesisir pantai dan hasil verifikasi DPD PNTI Kota Medan di lapangan bahwa kondisi dari pembangunan BICT tersebut ditemukan berbagai dugaan pelanggaran, antara lain hancurnya lahan tangkap Nelayan seperti jaring, ambai, pancing dan bubu.

Dampak lain dari penimbunan pelabuhan tersebut menurut Rahman mengakibatkan jalur nelayan pulang pergi dan menjual hasil tangkapan menjadi menyempit. “Rekayasa jalur nelayan dibuat asal-asalan (tidak membuat rambu-rambu dengan benar), kedalaman jalur rekayasa dibuat 4 meter diwaktu pasang besar sehingga boat nelayan terdampar alias kandas. Kemudian bertambah tingginya debit air hingga menyebabkan banjir Rob di wilayah Kecamatan Medan Belawan," kata Rahman.

Rahman mengharapkan dapat menerima penjelasan ilmiah dan meminta perbaikan terhadap dampak yang timbul dari pembangunan penambahan perpanjangan pelabuhan BICT tersebut.

Sementara Direktur Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut Pranyoto menegaskan bahwa apabila hal ini terjadi, prinsipnya jangan ada yang terdzolimi, asal ada bukti kuat pemerintah akan bantu.

"Kalau ada tuntutan lagi, tolong sampaikan ke Syahbandar Belawan, minggu lalu sudah difasilitasi antara nelayan yang dirugikan dengan pihak penimbun dan sudah ada kata sepakat bahkan sudah ada ganti untung, tapi kalau ada tuntutan lagi mohon diajukan untuk diproses," ujar Pranyoto. *CAG

Comments

Popular posts from this blog

PERMASALAHAN YANG ADA DI DANAU TOBA

Danau toba | 
hariancentral.com Apa latar belakang orang mau ke Danau Toba ? tentu saja adalah pemandangannya  , airnya yang biru dan  objek-objek wisata yang ada di danau toba dan hal yang bersifat artifisual. Artinya artifisual adalah yang dibuat manusia sesuai dengan perkembangan zamannya, itulah sebabnya orang mau tertarik datang ke danau toba.
Jika melihat danau toba orang akan takjub karena keunikannya, berada 903,5m diatas permukaan laut. Danau toba adalah sebuah danau tektonik-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer lebar 30 kilometer terletak di provinsi Sumatera Utara, yang merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ditengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama pulau Samosir, itu merupakan suatu gambaran yang membuat danau toba bagus, airnya begitu jernih, dulu kala jika orang penduduk setempat tidak tubo atau tidak sarapan pagi cukup dengan mangura air. Mangura air adalah air  danau toba itu diambil ke kaleng, kemudian diberi garam cabe dan asam…

Papan Reklame Liar Menjamur di Kota Medan, DPRD Desak Walikota Copot Syampurno Pohan

TEKS FOTO: Drs Heri Zulkarnaen MSi. *hariancentral.com-Ist
MEDAN-hariancentral.com: Masih berdirinya papan reklame di 13 titik ruas jalan di Kota Medan, menunjukkan ketidakseriusan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan Syampurno Pohan untuk melakukan penertiban.
Papan reklame dan baliho masih terpampang di Jalan Sudirman, Jalan Pangeran Diponegoro termasuk Jalan Imam Bonjol Medan. Seolah Syampurno Pohan melakukan pembiaran.
Anggaran dana Rp900 juta sudah dipergunakan dari Rp2,8 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA 2016 Kota Medan, dinilai berbagai kalangan merupakan pemborosan anggaran yang dilakukan, namun tidak menghasilkan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Medan.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu MSi kepada hariancentral.com di ruang kerjanya, Selasa (30/5) mengatakan, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari Syampuno Pohan selaku Kepala Dina…

Pelantikan Pejabat Eselon di Tobasa Dimulai

TOBASA, hariancentral.com: Setelah memenuhi syarat untuk melakukan pelantikan dan pengangkatan pejabat seperti tertuang dalam UU No 5 tahun 2014 tentang larangan 6 (enam) bulan Kepala Daerah setelah menjabat tidak dapat melakukan pelantikan atau pengangkatan pejabat, kini lonceng pelantikan dimulai di Tobasa.
Bupati Toba Samosir (Tobasa) yang diwakili Sekda Drs Audy Murphy Sitorus SH MHum, baru-baru ini di Balai Data Kantor Bupati,melantik dan mengambil sumpah 2 (dua) pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten.
Kedua pejabat yang dilantik Bupati Tobasa itu,masing-masing Marlin Marpaung sebagai Kepala Bidang Teknologi Pangan & Holtikultura dan Lintong Sitorus sebagai Kepala Bidang Peternakan.
Kedua pejabat yang dilantik itu,untuk mengisi jabatan yang kosong,salah satu jabatan karena pejabatnya ditahan terkait kasus korupsi dan lainnya karena pejabat tersebut mengundurkan diri.
Saat itu juga, Bupati menyerahkan surat Pelaksana Tugas (Plt) jabatan Kepala Dinas kepada Kepal…