Pasutri, Penipuan Penjual Tanah Tak Bersertifikat Diamankan Polisi

Share it:
TEKS FOTO: Pelaku Pasutri terkait kasus penipuan menjual Hak Alas Tanah bukan miliknya. *hariancentral.com-Ist

MEDAN-hariancentral.com: Khailil Husairi Sembiring (44) dan Ramlah (49), membuat Rusman (54) pensiunan PTPN II ini melaporkannya atas dugaan tindakan pidana penipuan akibat tak mampu menjual hak alas tanah yang bukan miliknya diamankan di Polsek Sunggal.

Kedua pasutri, terungkap saat Polsekta Sunggal memberikan penjelasan terkait kasus yang menimpa warga Jalan Lestari Nomor 32, Dusun 21, Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang ini.

Kapolsek Sunggal, Kompol Daniel Marunduri SH SIK MH didampingi Kanit Reskrim Martua Manik SH MH. Polsekta menyatakan bahwa kronologisnya bermula Rusman membeli sebidang tanah di kawasan Hamparan Perak kepada Khailil dan Ramlah.
"Saat itu kedua terduga sebagai pelaku penipuan ini mengatakan tanah tersebut memiliki surat tanah dari Camat, sehingga korban yakin dan membeli tanah tersebut seharga lima puluh juta rupiah," terangnya Daniel

Usai Khailil dan Ramlah tak lain adalah suami istri tersebut menerima uang dari Rusman, Rabu (3/9/2015), belum juga kunjung menunjukkan surat tanah yang dimaksud, sehingga Rusman tidak berani menempati tanah itu. Karena merasa ada yang tidak beres, Rusman meminta uangnya dikembalikan alias membatalkan pembelian tanah tersebut sembari melaporkannya kepada pihak Kepolisian.

Beberapa bulan kemudian, diketahui pasutri ini juga mengorek tanah dan menjual tanah tersebut menjadi kolam kepada orang lain. Mengetahui hal itu, keduanya pun langsung di periksa sebagai tersangka namun saat itu kedua terlapor membuat permohonan untuk tidak ditahan.

Akhirnya Polisi mengabulkan permohonan tersebut disamping bukti dan saksi sedang dikumpulkan pihak Kepolisian. Usai penyidik pembantu melengkapi berkas tersebut atau P21, Polsekta Sunggal melakukan pemanggilan terhadap keduanya, untuk di serahkan ke Kejaksaan. Namun, terlapor tidak memenuhi panggilan alias tidak mengindahkan, membuat Polisi mengeluarkan surat perintah dan membawa tersangka Khailil Sembiring, Senin (24/7/2017).

Kemudian, penahanan juga dilakukan pada Ramlah tanggal 26 Juli 2017. Keduanya diamankan dari Langkat dan diproses lebih lanjut menuju persidangan.

Kapolsekta Sunggal, Komisaris Polisi Daniel Marunduri SIK saat dikonfirmasi terkait hal ini, membenarkannya. “Pasal yang disangkakan yakni pasal 378 subs 372 KUHPidana, dengan ancaman kurungan 4 tahun,” ujar Daniel. *MRH

Share it:

Hukum

Kriminal

Medan

Post A Comment:

0 comments:

Iklan Layanan Masyarakat

MEDAN-hariancentral,com