Skip to main content

Keluarga Kety Berharap Bantuan Dermawan



BELAWAN-hariancentral.com: Sungguh malang nasib gadis yang satu ini, pasalnya bocah yang berusia belasan tahun harus menderita sangkaan penyakit kangker tulang alias Osteosarcamo semenjak Februari tahun 2017.

Siti Khadijah (11) atau yang sering disapa Kety ini, warga Jalan Langkat nomor 6 Lingkungan IV Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan sedang membutuhkan bantuan materi untuk biaya pengobatan dalam melawan kangker tulang yang biasa disebut Osteosarcamo, Kamis (6/7).

Awalnya penyakit ini dialami Kety ketika ia sedang berjalan menonton permainan sepak bola, lagi asyik berjalan tanpa diduga sebuah bola mengenai lutut Kety.

“Awalnya kecelakaan kena tertendang sama bola lututnya, karena tak terjadi apa-apa lalu kami biarkan, namun dua hari kemudian Kety rasakan ngilu dilututnya, kemudian saya bawa ke tukang urut, setelah ada seminggu diurut, tiba-tiba malamnya bengkak sehebat-hebatnya dikaki sebelah kanannya seperti kena sambet dan langsung saya larikan ke Rumah Sakit,” kata Nilawati ibu kandung Kety.

Ternyata setelah dirawat (kemo)di Rumah Sakit, hasilnya Kety mengidap sangkaan Osteocarmo atau kangker tulang. Karena sang ibunda berniat merawat Kety di rumah maka akhirnya Kety dibawa pulang.

Setiap hari Kety hanya terbaring lesu di kamar melawan rasa sakit, susah makan sukar tidur kalau penyakit ini menyerang tubuhnya, tubuhnya kini semakin kurus dan mengecil dikarenakan susah membuang air kecil dan besar, rambutnya pun setiap hari mengalami kerontokan.
“Terkejut melihat dia sekarang, badannya makin susut, seperti mayat hidup, harapan saya memohon batuan dana, uluran tangannya, supaya Kety ini bisa saya bawa kepengobatan tradisional atau alternative,” sambung Nila lagi.

Kety adalah anak yang berprestasi di sekolah, dia selalu dapat juara umum di sekolah SD Muhammadiyah Belawan. Kini dia terpaksa berhenti sekolah untuk sementara memulihkan keadaannya. Dia rindu untuk bisa belajar di sekolah dan bermain-main degan teman-temannya.

“Saya sendiri terharu melihat keadaan adik saya ini, mana orang tuanya janda, tinggal ibunya seorang yang berjuang mencari biaya pengobatan Kety, Kety perlu penanganan yang tepat, saya dan keluarga Kety berharap, teman-teman dimana pun anda berada, baik dari organisasi sosial mana pun, agar sudi kiranya memberikan bantuan kepada kety, Sedikit banyaknya bantuan anda sangat berarti bagi kesembuhan Kety untuk meringankan beban Kety,” ujar Caludia Silalahi Kepling Lingkunan IV Belawan I Kecamatan Medan Belawan. *ARI

Comments

Popular posts from this blog

PERMASALAHAN YANG ADA DI DANAU TOBA

Danau toba | 
hariancentral.com Apa latar belakang orang mau ke Danau Toba ? tentu saja adalah pemandangannya  , airnya yang biru dan  objek-objek wisata yang ada di danau toba dan hal yang bersifat artifisual. Artinya artifisual adalah yang dibuat manusia sesuai dengan perkembangan zamannya, itulah sebabnya orang mau tertarik datang ke danau toba.
Jika melihat danau toba orang akan takjub karena keunikannya, berada 903,5m diatas permukaan laut. Danau toba adalah sebuah danau tektonik-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer lebar 30 kilometer terletak di provinsi Sumatera Utara, yang merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ditengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama pulau Samosir, itu merupakan suatu gambaran yang membuat danau toba bagus, airnya begitu jernih, dulu kala jika orang penduduk setempat tidak tubo atau tidak sarapan pagi cukup dengan mangura air. Mangura air adalah air  danau toba itu diambil ke kaleng, kemudian diberi garam cabe dan asam…

Papan Reklame Liar Menjamur di Kota Medan, DPRD Desak Walikota Copot Syampurno Pohan

TEKS FOTO: Drs Heri Zulkarnaen MSi. *hariancentral.com-Ist
MEDAN-hariancentral.com: Masih berdirinya papan reklame di 13 titik ruas jalan di Kota Medan, menunjukkan ketidakseriusan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan Syampurno Pohan untuk melakukan penertiban.
Papan reklame dan baliho masih terpampang di Jalan Sudirman, Jalan Pangeran Diponegoro termasuk Jalan Imam Bonjol Medan. Seolah Syampurno Pohan melakukan pembiaran.
Anggaran dana Rp900 juta sudah dipergunakan dari Rp2,8 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA 2016 Kota Medan, dinilai berbagai kalangan merupakan pemborosan anggaran yang dilakukan, namun tidak menghasilkan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Medan.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu MSi kepada hariancentral.com di ruang kerjanya, Selasa (30/5) mengatakan, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari Syampuno Pohan selaku Kepala Dina…

Pelantikan Pejabat Eselon di Tobasa Dimulai

TOBASA, hariancentral.com: Setelah memenuhi syarat untuk melakukan pelantikan dan pengangkatan pejabat seperti tertuang dalam UU No 5 tahun 2014 tentang larangan 6 (enam) bulan Kepala Daerah setelah menjabat tidak dapat melakukan pelantikan atau pengangkatan pejabat, kini lonceng pelantikan dimulai di Tobasa.
Bupati Toba Samosir (Tobasa) yang diwakili Sekda Drs Audy Murphy Sitorus SH MHum, baru-baru ini di Balai Data Kantor Bupati,melantik dan mengambil sumpah 2 (dua) pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten.
Kedua pejabat yang dilantik Bupati Tobasa itu,masing-masing Marlin Marpaung sebagai Kepala Bidang Teknologi Pangan & Holtikultura dan Lintong Sitorus sebagai Kepala Bidang Peternakan.
Kedua pejabat yang dilantik itu,untuk mengisi jabatan yang kosong,salah satu jabatan karena pejabatnya ditahan terkait kasus korupsi dan lainnya karena pejabat tersebut mengundurkan diri.
Saat itu juga, Bupati menyerahkan surat Pelaksana Tugas (Plt) jabatan Kepala Dinas kepada Kepal…