Akses Jalan di Kecamatan Kutalimbaru Hancur Berantakan, Pemkab Deliserdang Tutup Mata

Share it:
TEKS FOTO: Salah satu ruas jalan di Kecamatan Kutalimbaru yang hancur namun tak ada kepedulian Pemkab Deliserdang. *hariancentral.com-Syamsul Bahri Star.

KUTALIMBARU-hariancentral.com: Akses jalan hampir di seluruh Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang merata tidak lagi layak untuk dilalui kenderaan terutama kenderaan kecil. Namun bagi kenderaan besar seperti dump truk, tronton dan sejenisnya tidaklah terlalu terasa dampak dari hancurnya jalan tersebut. Sementara Pemerintah Deliserdang dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum tutup mata tak peduli dengan keadaan jalan yang berantakan itu.

Ruas jalan yang hancur bersetatus milik Kabupaten Deliserdang yang berada di Kecamatan Kutalimbaru ini mencapai puluhan kilometer panjangnya. Mulai dari Desa Tuntungan I Kecamatan Pancurbatu menuju Desa Sukarende, Desa Kutalimbaru, Desa Pasar X, Desa Namo Mirik hingga ke Desa Sukamakmur.

Begitu juga ruas jalan mulai dari Desa Gunung Tinggi Kecamatan Pancurbatu menuju Desa Silebo-lebo, Desa Lau Bakeri, Desa Sampai Cita dan Desa Perpanden hampir tak ada badan jalan yang ditutupi aspal. Badan jalan mulai dari Desa Namorih Kecamatan Pancurbatu menuju Desa Kwala Lau Bicik dan badan jalan dari Desa Salam Tani menuju Desa Sukadamai Kutalimbaru cukup menyedihkan.

Jalan yang melintasi desa desa tersebut sudah merata hancur. Ketika datang musim hujan, ruas jalan tidak ubahnya bagai kubangan kerbau sepanjang jalan berlumpur dan disaat musim kemarau badan jalan dipenuhi debu beterbangan hingga menerobos rumah warga di sepanjang jalan dan mendatangnya penyakit ispa.

Diketahui salah satu jalan di Kutalimbaru pernah mendapat pemeliharaan sekitar tiga tahun lalu dengan biaya ratusan juta rupiah. Namun sistem pemeliharaannya terkesan lompat-lompat atau jikjak. Pemeliharaannya terkesan tidak merata mengakibatkan pada bagian badan jalan yang tidak diaspal sudah duluan rusak.

Pantauan di lapangan hingga Kamis sore (6/7) akibat kerusakan jalan itu tidak sedikit masyarakat yang mengeluh. Para pengendara kenderaan sangat kesal dengan kerusakan jalan tersebut karena kenderaan mereka selalu saja cepat rusak. Sedangkan harga sparepart cukup tinggi.

Bupati Deliserdang Ashari Tambunan sepertinya tidak mampu mengarahkan SKPD nya untuk bekerja maksimal. Hal ini terbukti dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dalam menangani infrastruktur tidak bisa dilakukan secara maksimal. Mungkin Kadis PU hanya melihat kondisi jalan di seputaran ibukota Kabupaten Deliserdang saja. Kalau matanya bisa dilirik ke pinggiran Kabupaten maka terlihatlah bagaimana akses jalan yang hancur itu.

Hancurnya badan jalan itu ada beberapa faktor penyebabnya, diantaranya tidak ada pemeliharaan drainase jalan sehingga setiap turun hujan, air selalu menganak sungai di tengah jalan. Selain itu akibat pemeliharaan jalan yang asal-asalan saja. Sedangkan mobil berat pengangkut pasir leluasa melintasi jalan yang tidak sebanding dengan kelas jalan. *STAR



Share it:

daerah

Kolom SKPD

Pemkab

Post A Comment:

0 comments:

Iklan Layanan Masyarakat

Medan-HarianCentral.com: