TEKS FOTO: Gubuk yang didirikan si pelapor diatas lahan tanah PTPN II dituding segaja dibakar oleh orang suruhan SKW rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah. *hariancentral.com-Ist

BINJAI-hariancentral.com: Terkait aksi pembakaran gubuk dan penguasaan lahan tanah milik PTPN II kebun Sei-Semayang yang berlokasi Jalan Wahidin, Lingkungan III, Kelurahan Sumber Mulyo Rejo, Kecamatan Binjai Timur. Polres Binjai akan memanggil mantan anggota DPRD kota Binjai berinisial SKW dalam pekan ini

Atas laporan warga setempat, pihak Polres Binjai menegaskan akan menindaklanjuti kasus tersebut. Polres Binjai dalam waktu dekat akan melakukan pemanggilan kepada pelapor untuk dimintai keterangan. Saat ini kami sudah melayangkan surat pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait sesuai dengan pengaduan si pelapor,” sebut Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Ismawansa kepada hariancentral.com Senin (20/6) di ruang kerjanya

Informasi yang yang diterima hariancentral.com dari Ir Tj Simanungkalit (pelapor), dugaan aksi pembakaran dan penguasaan lahan tanah PTPN II tersebut diduga dilakukan oleh salah seorang oknum PNS yang bekerja di kantor Camat Binjai Timur berinisial H.SBN atas suruhan mantan anggota DPRD kota Binjai berinisial SKW

Beberapa unit gubuk/pondok yang dibangun si pelapor di atas lahan tanah Perkebunan PTPN 2 itu selama ini difungsikan sebagai tempat berjualan warga terkesan segaja dibakar oleh orang suruhan oknum mantan anggota DPRD Binjai tersebut.

Sepekan sebelum peristiwa pembakaran terjadi, kata si pelapor, mereka didatangi oleh seorang WNI turunan Tionghoa yang disebut-sebut mantan anggota DPRD kota Binjai berinisial Sukiwi Tjong. Bahkan oknum mantan anggota DPRD kota Binjai itu mengaku lebih kurang 2,5 rante (1.038.M2 .) lahan PTPN II kebun Sei Semayang lokasinya di jalan Wahidin Kelurahan Sumber Mulyorejo Kecamatan Binjai Timur telah dikuasai dan dimilikinya sesuai dengan akta pengikatan jual beli No.181 dan akta surat kuasa nomor 182 28 September 2012 oleh Notaris Zonarita SH di Binjai

"Ya terus terang kami diintimidasi, selain diintimidasi, kami juga disuruh meninggalkan gubuk melalui surat Lurah Sumber Mulyo Rejo tertanggal 21 Maret 2017, karena kami diperlakukan tidak manusiawi, kami menolak untuk digusur, lantas seminggu kemudian tepatnya tanggal 2 April 2017 gubuk kamipun segaja dibakar yang kami curigai melakukannya adalah Oknum PNS yang bekerja di Kantor Camat Binjai Timur ,” tegas si pelapor.

Mantan anggota DPRD kota Binjai Sukiwi Tjong ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya beberapa waktu lalu, membenarkan dan mengakui bahwa pihaknya selaku pemilik tanah ada melayangkan surat kepada Lurah Sumber Mulyo Rejo tertanggal 20 Maret 2017 lalu untuk menertibkan oknum-oknum yang membangun gubuk /pondok warung yang berjualan diatas tanah saya, karena mereka mendirikan gubuk/pondok tanpa sepengetahuan saya selaku pemilik tanah ,” ujarnya singkat

Ketika disinggung tentang terjadinya peristiwa pembakaran Sukiwi Tjong terkesan menghindar dan mengelak , kalau kejadian pembakaran itu saya tidak tahun menuhu ,” tandasnya.

Lurah Sumber Mulyo Rejo .Rudi Irawan SE ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya surat pemberitahuan kepada warga yang berjualan di tanah milik Sukiwi Tjong untuk segera di kosongkan sesuai dengan permintaan Sukiwi,” ujarnya. *ERW


Share To:

Harian Central

Post A Comment:

0 comments so far,add yours