TEKS FOTO: Anggota DPRDSU tinjau pembangunan jembatan Sei Kera I, di Desa Talapeta, Kecamatan STM Hilir. *hariancentral.com-Julibar

STM HILIR-hariancentral.com: Kepedulian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara ( DPRDSU) menyoroti pembangunan jembatan Sei Kera I di DesaTalapeta Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deliserdang yang tak kunjung selesai dikerjakan. 

Rombongan anggota dewan yang turun ke lokasi, Selasa (20/7), juga mempertanyakan bahan material yang digunakan dalam pembangunan jembatan tersebut.
Anggota dewan mensinyalir adanya pengurangan kualitas dari pembangunan jembatan tersebut, sebab kondisi jembatan yang mulai dikerjakan tahun 2016 lalu telah hancur dan ditambal sulam.

Kepada pekerja yang melakukan tambal sulam jembatan itu, anggota DPRDSU mempertanyakan lambannya pembangunan tersebut serta bahan material yang digunakan juga dinilai tidak sesuai, menurut anggota dewan seharusnya jembatan itu telah selesai tahun 2016 lalu.
Jembatan dengan anggaran Rp1,6  Milyar didanai  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara melalui Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi yang dikerjakan rekanan bermarga Lubis sampai saat ini terbengkalai.
DPRDSU menyayangkan lambannya pembangunan itu, dan akan segera menindaklanjutinya agar tidak ada masyarakat yang dirugikan. Pasalnya, hampir seluruh pembangunan jalan dan jembatan yang dilakukan di Sumut dari tahun ke tahun terkesan hanya untuk mengeluarkan uang negara agar tampak terserap saja, namun tidak memperhatikan kualitas dan kuantitas bangunan tersebut.

Hal ini diungkapkan Darmansyah Sembiring SE, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRDSU) yang turun ke lokasi. Menurutnya, setiap tahun Pemprov  mencanangkan terus membantu pembangunan khususnya jalan dan jembatan.
"Darmansyah mengatakan, terkait pembangunan  Jembatan Sei Kera I itu DPRDSU akan mengangkat ke pembahasan lebih lanjut serta akan memangil pihak-pihak terkait," tegasnya. *JUL


Share To:

Harian Central

Post A Comment:

0 comments so far,add yours