Skip to main content

Tahanan Lapas I Tanjung Gusta Medan Nekad Melarikan Diri

TEKS FOTO: Tahanan Lapas I Tanjung Gusta Medan Saat Diamankan Petugas Lapas Mencoba Melarikan Diri. *hariancentral.com-Ist

MEDAN-hariancentral.com: Petugas Lapas Tanjung Gusta Medan berhasil mengagalkan aksi sekelompotan narapidana lapas yang mencoba melarikan diri dari lembaga pemasyarakatan Tanjung Gusta Jalan Lembaga Pemasyarakatan Medan. Diduga para narapidana tersebut sudah merencanakan melarikan diri mereka dan berhasil ditangkap kembali pada hari Selasa, (20/6/2017)  sekira pukul 04.30 WIB. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Provinsi Sumatera Utara, Drs Ibnu Chuldun Bc IP SH MSi. kepada wartawan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Medan menyatakan bahwa salah satu pemicu larinya napi tersebut dikarenakan kurangnya sumber daya manusia yang ada di LP.

“Sudah bukan asing lagi masalah napi yang mencoba mau melarikan diri dari lapas, dengan jumlah personil petugas kita yang sangat minim atau terbatas sebagai salah satu penyebab larinya para napi itu. Pada malam itu, yang bertugas menjaga ada 14 orang. Bisa kita bayangkan bagaimana mengawasi 3189 narapidana dengan jumlah 14 petugas tersebut. Ini sudah tidak standar antara jumlah penghuni lapas dengan petugas yang berjaga. Pun demikian hal ini sudah sering menjadi pembahasan di pusat, untuk penambahan sumber daya manusia itu tadi,” ungkap pria kelahiran tahun 1966 ini.

Lebih lanjut katanya, bahwa petugas di lapas sangat terbantu dengan dibackup petugas Polri dan TNI. Kesinergitasan diharapkan mampu atasi dan mencegah pelarian napi di lembaga pemasyarakatan khususnya di Sumatera Utara.

“Kita kontiunitas menjalin kerjasama dengan mitra kita TNI dan Polri, untuk bersinergi dalam membackup tugas-tugas di Lembaga Pemasyarakatan. Dan semoga ini menjadi pelajaran yang berharga untuk bahan evaluasi kami di Kemenkumham,” pungkas Ibnu.

Seperti diberitakan sebelumnya, adapun nama para narapidana yang mencoba melarikan diri adalah H (35), napi kasus pidana pembunuhan dengan vonis hukuman 11 tahun warga Indrapuri Aceh Besar; selanjutnya napi berinisial A (30), napi kasus pembunuhan dengan vonis masa hukuman 10 tahun, warga Tapak tuan Aceh Selatan. 

Selanjutnya petugas lapas mengamankan RR Bin R (32) napi kasus narkoba warga Aceh Selatan dengan vonis 8 tahun dan sudah dijalani 3 tahun serta narapidana M (30) warga Aceh yang tidak sempat melarikan diri karena kaki patah. *MRH.


Comments

Popular posts from this blog

PERMASALAHAN YANG ADA DI DANAU TOBA

Danau toba | 
hariancentral.com Apa latar belakang orang mau ke Danau Toba ? tentu saja adalah pemandangannya  , airnya yang biru dan  objek-objek wisata yang ada di danau toba dan hal yang bersifat artifisual. Artinya artifisual adalah yang dibuat manusia sesuai dengan perkembangan zamannya, itulah sebabnya orang mau tertarik datang ke danau toba.
Jika melihat danau toba orang akan takjub karena keunikannya, berada 903,5m diatas permukaan laut. Danau toba adalah sebuah danau tektonik-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer lebar 30 kilometer terletak di provinsi Sumatera Utara, yang merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ditengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama pulau Samosir, itu merupakan suatu gambaran yang membuat danau toba bagus, airnya begitu jernih, dulu kala jika orang penduduk setempat tidak tubo atau tidak sarapan pagi cukup dengan mangura air. Mangura air adalah air  danau toba itu diambil ke kaleng, kemudian diberi garam cabe dan asam…

Papan Reklame Liar Menjamur di Kota Medan, DPRD Desak Walikota Copot Syampurno Pohan

TEKS FOTO: Drs Heri Zulkarnaen MSi. *hariancentral.com-Ist
MEDAN-hariancentral.com: Masih berdirinya papan reklame di 13 titik ruas jalan di Kota Medan, menunjukkan ketidakseriusan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan Syampurno Pohan untuk melakukan penertiban.
Papan reklame dan baliho masih terpampang di Jalan Sudirman, Jalan Pangeran Diponegoro termasuk Jalan Imam Bonjol Medan. Seolah Syampurno Pohan melakukan pembiaran.
Anggaran dana Rp900 juta sudah dipergunakan dari Rp2,8 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA 2016 Kota Medan, dinilai berbagai kalangan merupakan pemborosan anggaran yang dilakukan, namun tidak menghasilkan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Medan.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu MSi kepada hariancentral.com di ruang kerjanya, Selasa (30/5) mengatakan, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari Syampuno Pohan selaku Kepala Dina…

Pelantikan Pejabat Eselon di Tobasa Dimulai

TOBASA, hariancentral.com: Setelah memenuhi syarat untuk melakukan pelantikan dan pengangkatan pejabat seperti tertuang dalam UU No 5 tahun 2014 tentang larangan 6 (enam) bulan Kepala Daerah setelah menjabat tidak dapat melakukan pelantikan atau pengangkatan pejabat, kini lonceng pelantikan dimulai di Tobasa.
Bupati Toba Samosir (Tobasa) yang diwakili Sekda Drs Audy Murphy Sitorus SH MHum, baru-baru ini di Balai Data Kantor Bupati,melantik dan mengambil sumpah 2 (dua) pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten.
Kedua pejabat yang dilantik Bupati Tobasa itu,masing-masing Marlin Marpaung sebagai Kepala Bidang Teknologi Pangan & Holtikultura dan Lintong Sitorus sebagai Kepala Bidang Peternakan.
Kedua pejabat yang dilantik itu,untuk mengisi jabatan yang kosong,salah satu jabatan karena pejabatnya ditahan terkait kasus korupsi dan lainnya karena pejabat tersebut mengundurkan diri.
Saat itu juga, Bupati menyerahkan surat Pelaksana Tugas (Plt) jabatan Kepala Dinas kepada Kepal…