Skip to main content

Petani Desa Limau Mungkur Datangi ATR/BPN Deliserdang


TEKS FOTO: Para Petani dari Desa Limau Mungkur dan Taduken Raga Kecamatan STM Hilir di depan Kantor BPN Deliserdang. *hariancentral.com-Ist

LUBUK PAKAM-hariancentral.com: Puluhan masyarakat petani dari Desa Limau Mungkur dan Desa Taduken Raga Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deliserdang, Selasa (6/6) mendatangi kantor ATR/BPN Deliserdang di Lubuk Pakam.

Kedatangan mereka untuk mempertanyakan hasil pengukuran hari Jum’at tanggal 25 Mei 2017 yang dilakukan Seksi I dipimpin Pak Iwan dengan stafnya Seksi III dipimpin bapak Carles Gultom bersama Bapak Chalid serta stafnya. Dari pihak PTPN 2 diwakili Direktur PTPN 2, Amri bersama Staffnya. Para petani juga hadir di tempat pengukuran, selesai pengukuran beberapa orang petani beserta pihak PTPN 2 ikut ke kantor BPN Deliserdang untuk melihat hasil pengukuran yang dilakukan hari itu.

Pagit Peranginangin warga Desa limau Mungkur sudah beberapa kali mendatangi kantor BPN Deliserdang untuk mempertanyakan hasil pengukuran tetapi hasilnya tidak ada yang memuaskan.

Kali ini, kedatangan para petani Desa Limau Mungkur disambut Kakan BPN Deliserdang, Heskia Simarmata di halaman kantornya, Heskia mengatakan, Jumat (2/6) diadakan rapat pertemuan antara BPN Sumut yang dihadiri Kanwil BPN beserta Direktur PTPN 2 dan BPN Deliserdang.

Disela sela pertemuan anatara Kakan BPN Deliserdangdengan warga desa Limau Mungkur, Direktur PTPN 2 juga menjelaskan sebahagian tanah di Desa Limau Mungkur dan Desa Taduken Raga adalah asset PTPN 2.

“Hasil keputusan rapatnya bahwa tanah yang ada di Desa Limau Mungkur dan Taduken Raga Kecamatan STM Hilir yang bapak/Ibu usulkan adalah masih asset PTPN II sebahagian, dan nanti staff saya akan mejelaskan kepada ibu,” kata Direktur PTPN2 sembari masuk kedalam mobilnya hendak berangkat ke Medan untuk mengikuti rapat di DPRD.

Kakakn BPN Deliserdang beserta warga mengadakan rapat di lantai II kantor BPN yang dihadiri Kepala Seksi I Iwan beserta staffnya, Seksi III.Iwan menjelaskan dari 132 bidang tanah yang diusulkan para petani hanya 88 bidang tanah yang boleh ditingkatkan  jadi sertifikat.

Sementara sesuai surat PTPN 2 dengan nomor :20/x/29/I/2017 tertanggal 20/1/2017 sebanyak 21 bidang tanah yang masih menjadi milik PTPN 2

"Menurut Pagit yang menjadi polemik para petani adalah  dari 132 bidang tanah ada 21 bidang tanah yang masih menjadi asset PTPN 2 dan  sementara sisanya ada 23 bidang tanah yang belum menjadi sertifikat dan Pagit berharap agar 23 bidang tanah tersebut agar dapat disertifikatkan," harapnya.

Para petani minta kepada Bapak Carles Gultom untuk membuat surat ke Kanwil BPN Sumut dan meminta notulen hasil rapat tanggal 2 Juni 2017 sebagai dasar petani mendatangi PTPN 2 meminta kejelasan tentang 23 bidang masuk aset dan pak Carles berjanji akan memintanya ke BPN. *CBS



Comments

Popular posts from this blog

PERMASALAHAN YANG ADA DI DANAU TOBA

Danau toba | 
hariancentral.com Apa latar belakang orang mau ke Danau Toba ? tentu saja adalah pemandangannya  , airnya yang biru dan  objek-objek wisata yang ada di danau toba dan hal yang bersifat artifisual. Artinya artifisual adalah yang dibuat manusia sesuai dengan perkembangan zamannya, itulah sebabnya orang mau tertarik datang ke danau toba.
Jika melihat danau toba orang akan takjub karena keunikannya, berada 903,5m diatas permukaan laut. Danau toba adalah sebuah danau tektonik-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer lebar 30 kilometer terletak di provinsi Sumatera Utara, yang merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ditengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama pulau Samosir, itu merupakan suatu gambaran yang membuat danau toba bagus, airnya begitu jernih, dulu kala jika orang penduduk setempat tidak tubo atau tidak sarapan pagi cukup dengan mangura air. Mangura air adalah air  danau toba itu diambil ke kaleng, kemudian diberi garam cabe dan asam…

Papan Reklame Liar Menjamur di Kota Medan, DPRD Desak Walikota Copot Syampurno Pohan

TEKS FOTO: Drs Heri Zulkarnaen MSi. *hariancentral.com-Ist
MEDAN-hariancentral.com: Masih berdirinya papan reklame di 13 titik ruas jalan di Kota Medan, menunjukkan ketidakseriusan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan Syampurno Pohan untuk melakukan penertiban.
Papan reklame dan baliho masih terpampang di Jalan Sudirman, Jalan Pangeran Diponegoro termasuk Jalan Imam Bonjol Medan. Seolah Syampurno Pohan melakukan pembiaran.
Anggaran dana Rp900 juta sudah dipergunakan dari Rp2,8 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA 2016 Kota Medan, dinilai berbagai kalangan merupakan pemborosan anggaran yang dilakukan, namun tidak menghasilkan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Medan.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu MSi kepada hariancentral.com di ruang kerjanya, Selasa (30/5) mengatakan, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari Syampuno Pohan selaku Kepala Dina…

Pelantikan Pejabat Eselon di Tobasa Dimulai

TOBASA, hariancentral.com: Setelah memenuhi syarat untuk melakukan pelantikan dan pengangkatan pejabat seperti tertuang dalam UU No 5 tahun 2014 tentang larangan 6 (enam) bulan Kepala Daerah setelah menjabat tidak dapat melakukan pelantikan atau pengangkatan pejabat, kini lonceng pelantikan dimulai di Tobasa.
Bupati Toba Samosir (Tobasa) yang diwakili Sekda Drs Audy Murphy Sitorus SH MHum, baru-baru ini di Balai Data Kantor Bupati,melantik dan mengambil sumpah 2 (dua) pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten.
Kedua pejabat yang dilantik Bupati Tobasa itu,masing-masing Marlin Marpaung sebagai Kepala Bidang Teknologi Pangan & Holtikultura dan Lintong Sitorus sebagai Kepala Bidang Peternakan.
Kedua pejabat yang dilantik itu,untuk mengisi jabatan yang kosong,salah satu jabatan karena pejabatnya ditahan terkait kasus korupsi dan lainnya karena pejabat tersebut mengundurkan diri.
Saat itu juga, Bupati menyerahkan surat Pelaksana Tugas (Plt) jabatan Kepala Dinas kepada Kepal…