TEKS FOTO: K Ginting yang sudah dua kali ke Medan memohon ke Polrestabes Medan baru-baru ini saat ditemui awak media. *hariancentral.com-Ist

MEDAN-hariancentral.com: Terkadang benar, hukum seakan runcing kebawah tumpul keatas. Begitulah kesan masyarakat memandang suatu proses hukum yang berjalan sekarang ini. Contohnya, kasus telah berjalan tiga bulan lamanya sejak 25 Maret 2017 yang lalu pasca penangkapan mobil L-300 oleh unit Reskrim Polrestabes Medan, akan tetapi hingga kini, status kejelasan hukum belum diketahui. Ada apa dengan penyidik… ?

Terkait kasus tersebut K Ginting (33), warga Jalan Pelita Lingkungan II, Desa Tanjung Balai Kota IV, Tanjung Balai mengharapkan keadilan dari Kapolda Sumut baru Irjen Pol Paulus Waterpauw segera mengusut kasus tersebut.

“Aku nggak tau lagi kepada siapa aku mengadu. Mobil itu adalah modal saya mencari nafkah mengangkut sayur, bolak balik saya ke Medan habisi ongkos, sementara untuk nafkahi keluarga saya berharap dari mobil yang saya kreditkan,” ujar K Ginting  kepada wartawan melalui seluler, Senin (19/6) saat di Tanjung balai tempat dia bersama keluarganya .

Tambahnya lagi, mobil yang dikreditnya sejak 1 tahun lalu itu ditangkap personel Polrestabes Medan saat melintas di Kawasan Jalan Tanjung Morawa dikendarai Pelita Pinem (47) warga Jalan Aman Lingkungan V, Desa Sejahtera, Kecamatan Tanjung Balai Utara, kedapatan mengangkut 16 bal kain yang dibawa dari Tanjung Balai Asahan ke Medan. Namun, Pelita Pinem dan seorang oknum Polisi yang saat itu berada didalam mobil dilepas petugas.

Sementara mobil dan pakaian ball press yang diangkut  langsung diamankan ke markas Polrestabes Medan di Jalan HM Said.

“Masa mobil ditahan, supirnya dilepas. Ada apa ini?,” ujar K Ginting.

Katanya lagi, setelah kasus tersebut diketahui wartawan Pelita Pinem malah mengancam dirinya akan ditangkap.

“Kenapa kau bawa-bawa wartawan dalam kasus ini?. Awaslah, kau mau ditangkap orang Polrestabes jika datang ke Medan,” terang korban meniru ucapan Pelita.

Sementara menurut K Ginting, mobil tersebut digunakannya untuk mengangkut sayur dari Tanah Karo guna menghidupi anak dan istrinya.

“Kenapa dia ngancam aku bang, orang aku tidak salah dan aku tidak pernah membuat salah apalagi melanggar hukum,” ujarnya.

K Ginting menyebutkan, tertahannya mobil miliknya tersebut melumpuhkan mata pencariannya untuk menghidupi anak dan istrinya.

“Kreditnya setiap bulan Rp3.150.000 bang. Padahal mobil tidak jalan. Untunglah aku pinjam uang mertua, tapi sampai kapan aku begini,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting ketika dikonfirmasi lewat sms seluler dengan nomor 08126013***  hingga berita ini dturunkan belum juga memberikan jawaban . *MRH


Share To:

Harian Central

Post A Comment:

0 comments so far,add yours