Pelabuahn Laut Dorong Percepatan Pembangunan Kota Bitung - hariancentral.com

Breaking

Menyuarakan Kebenaran Demi Keadilan

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Thursday, 15 June 2017

Pelabuahn Laut Dorong Percepatan Pembangunan Kota Bitung





TEKS FOTO: Kunker Wakil Walikota Bitung. *hariancentral.com-Ist

MEDAN-hariancentral.com: Sekretaris Daerah Kota Medan, Syaiful Bahri Lubis, didampingi Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang ( PKP2R) Ir Sampurna Pohan, menyambut baik kunjungan Kerja Wakil Walikota Bitung Maurist Mantiri MM bersama staf serta rombongan, Kamis ( 15/6) di Balaikota Medan.

Kota Bitung adalah salah satu kota di Provinsi di Sulawesi Utara. Kota ini memiliki perkembangan yang cepat karena terdapat pelabuhan laut yang mendorong percepatan pembangunan. Kota Bitung terletak di timur laut Tanah Minahasa. Luas daerah Bitung sekitar  127,5 mi², dan mempunyai 44 Kepala Lingkungan. 
Kota pelabuhan dengan pesona bahari, pesona kuliner dan budaya ini, dapat ditempuh selama 1,5 jam dari kota Manado dengan berkendara.  Bitung Berada di Timur laut Tanah Minahasa, dan berjarak 45 Kilometer dari ibukota Sulawesi Utara, Menado. Bitung juga memiliki potensi sebagai destinasi wisata, berkat keindahan alam bawah laut, pesona pantai, pesona flora dan fauna serta keunikan budaya. Dengan luas wilayah  304 Km2 an populasi penduduk sebanyak 175.137 jiwa.

Wilayah Kota Bitung, terdiri dari daratan di kaki Gunung Dua Saudara dan Pulau Lembeh yang dikenal dengan titik selam terbaik di dunia. Kota Bitung berbatasan dengan Kabupaten Minahasa Utara di sebelah Utara dan sebelah Barat, Laut Maluku di sebelah Selatan dan sebelah Timur,” ujar Maurist.

Menurut Maurist yang juga  mantan anggota DPRD Kota Bitung tiga priode itu,   Komposisi penduduk Kota Bitung yang multikultural menyumbang kekayaan budaya kota cantik ini. Dengan mayoritas  Etnis Minahasa dan Etnis Sangihe, akulturasi budaya Bitung juga berkat persinggungan dengan etnis lain yang ada di kota ini. Seperti Jawa, Gorontalo, Minang, Tionghoa, Aceh, dan lain sebagainya. Mayoritas masyarakat Kota Bitung beragama Kristen Protestan, tetapi agama lain seperti Katolik, Islam, Konghucu, Buddha, dan lainnya hidup berdampingan secara geoposisi, Bitung terletak di bibir Pasifik (Pacific Rim).

"Posisi strategis ini menjadikan Bitung menjadi simpul kegiatan perniagaan baik regional maupun internasional. Ekspor produk wilayah Indonesia Timur yang berasal dari Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua, NTV, NTT, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara berpusat dari pelabuhan internasional Bitung," paparnya.

Secara internasional Kota Bitung memiliki akses terhadap BIMP-EAGA (kerjasama ekonomi sub-regional Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philippines - East ASEAN Growth Area) serta  AIDA (Australia-Indonesia Development Area), Asia Timur, dan Pasifik.

Sebelumnya, Syaiful Bahri Lubis menjelaskan, pertemuan ini bukan hanya kepentingan Kota Bitung, akan tetapi saling mempunyai kepentingan. Untuk itu kami atas nama pemerintah kota Medan mengucapkan terimakasih atas kunjungan Wakil Walikota Bitung bersama jajarannya yang hari ini kita saling bertukar informasi. Tidak hanya Bitung yang mempunyai kepentingan kepad kota Medan akan tetapi sebaliknya juga,” ungkap mantan Kepala Bappeda Kota Medan itu. 

"Kalau Bitung mempunyai Kepala Lingkungan hanya empat ratusan, sementara Kota Medan 2000 lebih, maka kedepan direncanakan bakal ada pemekaran Kecamatan-Kecamatan yang padat Penduduk, karena jumlah penduduk terus bertambah," ujarnya. *RED            

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here