Usai Marmitu Paman Cabuli Ponakan

Share it:

TEBINGTINGGI-hariancentral.com: Tak mampu menahan nafsu bejat. Adi Syahputra alias Kakek (35) warga Jalan Batubara Gang Seroja Lingkungan V Kelurahan Satria Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi yang sehari-harinya bekerja  serabutan dan telah memiliki dua orang anak, terpaksa  mendekam di ruang tahanan Mapolres Tebingtinggi.

Tersangka beberapa waktu yang lalu, usai marmitu (minum tuak) di salah satu lapo tuak telah melakukan pencabulan terhadap sebut saja namanya bunga (13) tak lain adalah seorang siswi kelas I SMP di salah satu sekolah Tebingtinggi.

Pjs Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi, AKP Muhammad Arif Batubara melalui Kasubbag Humas, AKP MT Sagala didampingi KBO Sat Reskrim Iptu J Butarbutar saat dikonfirmasi wartawan. Kamis (18/7) menjelaskan bahwa semula pelaku Adi Syahputra alias Kakek ditangkap di kediamannya pada Selasa (16/5) malam lalu.

 Setelah sebelumnya dilaporkan ibu kandung korban Zuraida (41), yang merupakan istri dari abang kandung tersangka Adi Syahputra yang masih tinggal satu atap di kediaman kedua orang tua tersangka yang juga merupakan kakek dan nenek korban.Perbuatan cabul itu  pertama sekali diketahui oleh ibu korban dari anak laki-lakinya Zerial Zein yang merupakan adik korban Bunga.
        
 Pada sekitar awal bulan April 2017 lalu saat korban sedang tertidur di ruang tamu. "malam itu, usai mabuk tuak, tersangka Adi Syahputra pulang ke rumah. Ketika melintasi ruang tamu, nafsu birahi tersangka tiba-tiba naik saat melihat korban yang merupakan putri sulung dari abang kandungnya sedang tertidur pulas di ruang tamu.

Tak mampu menahan nafsunya, tersangka selanjutnya mendekati korban dan kemudian mencium kening, pipi dan meremas kedua buah dada korban serta memasukkan jari tangannya kedalam kemaluan korban. Bahkan perbuatan ini dilakukan tersangka hingga sampai lima kali," jelas AKP MT Sagala.
         
Perbuatan tersangka akhirnya terbongkar setelah adik korban Zerial Zein  memergoki aksi tersangka  yang kelima kalinya pada Minggu (14/5) tengah malam lalu, kemudian adik korban melaporkan perbuatan pamannya tersebut kepada ibunya Zuraida .

"Kita telah melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari korban dan beberapa orang saksi serta telah melakukan Visum Etrevertum ke RSU Bhayangkara Tebingtinggi. Saat ini tersangka telah kita tahan dan masih menjalani pemeriksaan,” AKP MT Sagala.
            
Guna mempertanggungjawabkan perbutannya, tersangka akan dikenakan  melanggar pasal 81 ayat (1) perpu RI no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang RI no 23 tentang perlindungan anak pasal 64 dari KUHPidana.

Ketika ditanya  wartawan, tersangka Adi Syahputra alias Kakek mengaku, jika perbuatan cabul tersebut dilakukan tersangka karena dirinya sudah mulai tidak bernafsu lagi melihat istrinya.

"Saya melakukannya hanya untuk memancing nafsu saya saja pak, dan yang saya lakukan hanya sebatas meraba-raba saja," ujar tersangka.

 Kini tersangka mengaku telah menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada keluarga besarnya. "Saya menyesal pak telah melakukan perbuatan tersebut," sebutnya. *RED.



Share it:

Hukum

Medan

NEWS

Post A Comment:

0 comments:

Iklan Layanan Masyarakat

MEDAN-hariancentral.com