Skip to main content

Tukang Bor Sumur Cabuli Siswi SMA

TEKS FOTO: Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi AKP MT Sagala didampingi Kanit PPA Iptu Doraria Simanjuntak mengapit pelaku pencabulan Ricky Tirta Nugraha di Mapolres Tebingtinggi. *hariancentral.com-Ist

TEBINGTINGGI-hariancentral.com: Ricky Tirta Nugraha (19), warga Dusun II Desa Marumbun Kecamatan Sipispis Kabupaten Sergai berhasil diringkus petugas Polres Tebingtinggi. Pasalnya, pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bor sumur yang baru dua pekan menikah, dilaporkan ke Polisi dengan tuduhan melakukan pencabulan terhadap NHS (17), pelajar kelas II SMA warga Desa Dolok Merawan Kabupaten Sergai hingga hamil 1 bulan.

Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi, AKP MT Sagala didampingi Kanit PPA Iptu Doraria Simanjuntak kepada wartawan Selasa (9/5) di ruang Sat Reskrim Mapolres Tebingtinggi mengungkapkan, jika pelaku pencabulan Ricky Tirta Nugraha ditangkap pada Jumat (5/5) malam sekira pukul 23.00 WIB lalu dari kediamannya saat itu pelaku baru pulang merantau dari Bangkinang Riau.

Penangkapan itu dilakukan, setelah tersangka Ricky dilaporkan oleh Hotmida Hasibuan karena telah menyetubuhi putrinya NHS sebanyak 3 kali hingga hamil 1 bulan. Peristiwa pencabulan yang dilakukan Ricky kepada NHS berawal sekitar tahun 2015
         
Sejak tinggal bersama ayah dan ibu tirinya, Ricky ikut bekerja bersama ayahnya yang berprofesi sebagai tukang bor sumur warga. Hingga akhirnya pelaku Ricky berkenalan dengan NHS dan berhasil memacari NHS yang tinggal tak jauh dari kediaman ayah dan ibu tiri pelaku, pada akhir tahun 2016 lalu.

 Dengan alasan minta ditemani menjual HP nya, pelaku membawa korban ke areal perkebunan karet milik warga di Desa Dolok Merawan dan merayu korban agar mau melakukan hubungan layaknya suami istri.

Merasa ketagihan, pada awal bulan Februari 2017, pelaku Ricky kembali menyetubuhi korban sebanyak dua kali di dalam rumah NHS, saat rumah korban dalam keadaan sepi. Namun awal bulan Maret lalu, pelaku memutuskan pergi merantau ke Kota Bangkinang Provinsi Riau.
        
Dua pekan di Kota Bangkinang, pelaku kemudian memutuskan kembali ke Desa Marumpun Sipispis ke kediaman ibu kandungnya. Mendapat informasi jika pelaku telah kembali dari perantauan, ibu korban kemudian menghubungi petugas Kepolisian hingga akhirnya pelaku berhasil diringkus.
  
Dihadapan petugas, pelaku Ricky mengakui semua perbuatanya yang telah mencabuli NHS sebanyak 3 kali. "Aku memang telah menyetubuhi korban sebanyak tiga kali, namun aku tak tahu kalau dia sampai hamil pak, karena sewaktu aku pergi ke Bangkinang dia ngak ada cerita apa-apa," ujar Ricky.

Kini Ricky hanya bisa menyesali perbuatannya dan harus menjalani hukuman atas perbuatannya. *RED.


Comments

Popular posts from this blog

PERMASALAHAN YANG ADA DI DANAU TOBA

Danau toba | 
hariancentral.com Apa latar belakang orang mau ke Danau Toba ? tentu saja adalah pemandangannya  , airnya yang biru dan  objek-objek wisata yang ada di danau toba dan hal yang bersifat artifisual. Artinya artifisual adalah yang dibuat manusia sesuai dengan perkembangan zamannya, itulah sebabnya orang mau tertarik datang ke danau toba.
Jika melihat danau toba orang akan takjub karena keunikannya, berada 903,5m diatas permukaan laut. Danau toba adalah sebuah danau tektonik-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer lebar 30 kilometer terletak di provinsi Sumatera Utara, yang merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ditengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama pulau Samosir, itu merupakan suatu gambaran yang membuat danau toba bagus, airnya begitu jernih, dulu kala jika orang penduduk setempat tidak tubo atau tidak sarapan pagi cukup dengan mangura air. Mangura air adalah air  danau toba itu diambil ke kaleng, kemudian diberi garam cabe dan asam…

Papan Reklame Liar Menjamur di Kota Medan, DPRD Desak Walikota Copot Syampurno Pohan

TEKS FOTO: Drs Heri Zulkarnaen MSi. *hariancentral.com-Ist
MEDAN-hariancentral.com: Masih berdirinya papan reklame di 13 titik ruas jalan di Kota Medan, menunjukkan ketidakseriusan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan Syampurno Pohan untuk melakukan penertiban.
Papan reklame dan baliho masih terpampang di Jalan Sudirman, Jalan Pangeran Diponegoro termasuk Jalan Imam Bonjol Medan. Seolah Syampurno Pohan melakukan pembiaran.
Anggaran dana Rp900 juta sudah dipergunakan dari Rp2,8 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA 2016 Kota Medan, dinilai berbagai kalangan merupakan pemborosan anggaran yang dilakukan, namun tidak menghasilkan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Medan.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu MSi kepada hariancentral.com di ruang kerjanya, Selasa (30/5) mengatakan, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari Syampuno Pohan selaku Kepala Dina…

Pelantikan Pejabat Eselon di Tobasa Dimulai

TOBASA, hariancentral.com: Setelah memenuhi syarat untuk melakukan pelantikan dan pengangkatan pejabat seperti tertuang dalam UU No 5 tahun 2014 tentang larangan 6 (enam) bulan Kepala Daerah setelah menjabat tidak dapat melakukan pelantikan atau pengangkatan pejabat, kini lonceng pelantikan dimulai di Tobasa.
Bupati Toba Samosir (Tobasa) yang diwakili Sekda Drs Audy Murphy Sitorus SH MHum, baru-baru ini di Balai Data Kantor Bupati,melantik dan mengambil sumpah 2 (dua) pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten.
Kedua pejabat yang dilantik Bupati Tobasa itu,masing-masing Marlin Marpaung sebagai Kepala Bidang Teknologi Pangan & Holtikultura dan Lintong Sitorus sebagai Kepala Bidang Peternakan.
Kedua pejabat yang dilantik itu,untuk mengisi jabatan yang kosong,salah satu jabatan karena pejabatnya ditahan terkait kasus korupsi dan lainnya karena pejabat tersebut mengundurkan diri.
Saat itu juga, Bupati menyerahkan surat Pelaksana Tugas (Plt) jabatan Kepala Dinas kepada Kepal…