Skip to main content

Transportasi Massal Solusi Kurangi Kemacatan, Akhyar: LRT Hadir Bukan Karena Gagah-gagahan


TEKS FOTO:  Akhyar Nasution, saat menghadiri Indonesia Infrastructure Roundtable XVI bertema “Dampak Sosial Ekonomi Pembangunan LRT di Medan dan Mitigasinya” di Hotel Grandika Jalan dr Mansyur, Selasa (9/5). *hariancentral.com-Ist

MEDAN-hariancentral.com: Menghadirkan Light Rail Transit (LRT) di Kota Medan untuk mencari kebutuhan dengan tujuan menjadi solusi kemacetan yang terjadi di Kota Medan.

Bukan kehadiran LRT dikarenakan untuk gagah-gagahan, melainkan sebuah kebutuhan. Untuk itu, semua harus berada dalam harmoni yang sama, karena semua bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi namun terintegritas satu dengan yang lainnya.

"Untuk itulah, Pemko Medan siap menjadi komandan tempur. Karena secara kewilayahan dan sosial kemasyarakatannya, Pemko dekat dengan masyarakatnya. Karenanya semua harus saling berintegrasi dan berkomunikasi," ungkap Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution, saat menghadiri Indonesia Infrastructure Roundtable XVI bertema “Dampak Sosial Ekonomi Pembangunan LRT di Medan dan Mitigasinya” di Hotel Grandika Jalan dr Mansyur, Selasa (9/5).

Pemko Medan sebut Akhyar, sangat berkomitmen dalam pembangunan transportasi massal apapun modanya. Sebab, transportasi massal adalah salah satu solusi dari upaya mengurai kemacetan yang ada di Kota Medan akibat terus bertambahnya jumlah kenderaan bermotor.

“Kita Harus berfikir bagaimana mewujudkan transportasi massal yang dapat mengurangi kemacetan akibat semakin banyaknya arus kendaraan bermotor di kota ini. Jangan bermimpi untuk membangun jalan lebar tetapi kita harus mengubah mindset dengan menyediakan transportasi massal,” kata Wakil Wali Kota.

Selain itu yang lebih penting lagi ungkap Akhyar, bagaimana bisa menggiring masyarakat untuk beralih menggunakan LRT yang akan kita operasikan di Kota Medan. “Kita jangan jalan sendiri-sendiri demi kelancaran pembangunan LRT  di Kota Medan yang kita cintai ini. Apalagi dalam pertemuan ini banyak sekali mendapat masukan sehingga memperkaya kita semua agar tidak salah langkah,” ungkapnya.

Dikatakan, Akhyar, Pemko Medan beserta seluruh jajarannya sudah sangat mendambakan agar LRT ini dapat segera diwujudkan di Kota Medan. Sebab, keberadaan LRT adalah kebutuhan dan bukan proyek mercusuar. Dia berharap proyek pembangunan LRT ini terlalu lama mengingat berdasarkan kajian yang telah dilakukan,  tahun 2024 Kota Medan diprediksi mengalami stagnasi kemacetan.

“Kalau bisa tahun  2020 proyek LRT ini sudah running, karena jika menunggu hingga tahun 2023,  Kota Medan akan mengalami stagnasi lalu lintas pada tahun 2024 berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan,” harapnya.

Kurangi Kemacetan

Sebelumnya, Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr Runtung Sitepu MHum selaku penyelenggara acara bersama PT Pejamin Infrastruktur Indonesia (PII mengatakan, hasil diskusi yang diselenggarakan ini dapat menjadi kajian awal dalam pelaksanaan pembangunan serta pengoperasian LRT ke depannya.  Karena melalui diskusi ini dapat dilihat atau dikaji dari beberapa bidang ilmu baik dampak dan mitigasinya.

 “Mari kita menyimak dan berperan aktif didalam diskusi ini, sehingga nanti pandangan-pandangan yang disampaikan oleh para narasumber ini dapat menjadi pemancing semangat kita dalam menggerakkan ide dan pemikiran untuk mencapai sebuah kesimpulan yang bermanfaat, khususnya pengembangan LRT di Kota Medan,” harap Runtung.

Sementara itu, menurut Kadis Perhubungan Kota Medan, Renward Parapat ATD MT, LRT yang akan dibangun nanti diharapkan akan terintegrasi dengan Bus Rapit Transportation (BRT)  maupun dengan commuter line dari PT KAI serta angkutan kota yang sudah ada.

 “Semoga kehadiran LRT ini nantinya dapat mengurai kemacetan di Kota Medan,”  ujar Renward.
Seminar  Indonesia Infrastructure Roundtable XVI dihadiri 44 orang peserta yang berasal dari para akademisi, Organda, Bappeda Kabupaten/Kota, Bappeda Provinsi Sumut, Bank Mandiri, Bank BNI, Dinas Perhubungan Kota Medan maupun dinas terkait lainnya.

Dalam seminar tersebut dihadirkan sejumlah nara sumber diantaranyaProf Dr Badaruddin MSi (Tim Ahli Bidang Sosial), Dr OK Saidin SH MH (Tim Ahli Bidang Hukum), Medis Sejahtera Surbakti ST MT PhD (Tim Ahli Bidang Transportasi), Dr Isfenti Sadalia SE ME  (Tim Ahli Bidang Ekonomi) dan Beny O Y Marpaung ST MT PhD  (Tim Ahli Bidang Tata Kota). *RED


Comments

Popular posts from this blog

PERMASALAHAN YANG ADA DI DANAU TOBA

Danau toba | 
hariancentral.com Apa latar belakang orang mau ke Danau Toba ? tentu saja adalah pemandangannya  , airnya yang biru dan  objek-objek wisata yang ada di danau toba dan hal yang bersifat artifisual. Artinya artifisual adalah yang dibuat manusia sesuai dengan perkembangan zamannya, itulah sebabnya orang mau tertarik datang ke danau toba.
Jika melihat danau toba orang akan takjub karena keunikannya, berada 903,5m diatas permukaan laut. Danau toba adalah sebuah danau tektonik-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer lebar 30 kilometer terletak di provinsi Sumatera Utara, yang merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ditengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama pulau Samosir, itu merupakan suatu gambaran yang membuat danau toba bagus, airnya begitu jernih, dulu kala jika orang penduduk setempat tidak tubo atau tidak sarapan pagi cukup dengan mangura air. Mangura air adalah air  danau toba itu diambil ke kaleng, kemudian diberi garam cabe dan asam…

Papan Reklame Liar Menjamur di Kota Medan, DPRD Desak Walikota Copot Syampurno Pohan

TEKS FOTO: Drs Heri Zulkarnaen MSi. *hariancentral.com-Ist
MEDAN-hariancentral.com: Masih berdirinya papan reklame di 13 titik ruas jalan di Kota Medan, menunjukkan ketidakseriusan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan Syampurno Pohan untuk melakukan penertiban.
Papan reklame dan baliho masih terpampang di Jalan Sudirman, Jalan Pangeran Diponegoro termasuk Jalan Imam Bonjol Medan. Seolah Syampurno Pohan melakukan pembiaran.
Anggaran dana Rp900 juta sudah dipergunakan dari Rp2,8 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA 2016 Kota Medan, dinilai berbagai kalangan merupakan pemborosan anggaran yang dilakukan, namun tidak menghasilkan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Medan.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu MSi kepada hariancentral.com di ruang kerjanya, Selasa (30/5) mengatakan, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari Syampuno Pohan selaku Kepala Dina…

Pelantikan Pejabat Eselon di Tobasa Dimulai

TOBASA, hariancentral.com: Setelah memenuhi syarat untuk melakukan pelantikan dan pengangkatan pejabat seperti tertuang dalam UU No 5 tahun 2014 tentang larangan 6 (enam) bulan Kepala Daerah setelah menjabat tidak dapat melakukan pelantikan atau pengangkatan pejabat, kini lonceng pelantikan dimulai di Tobasa.
Bupati Toba Samosir (Tobasa) yang diwakili Sekda Drs Audy Murphy Sitorus SH MHum, baru-baru ini di Balai Data Kantor Bupati,melantik dan mengambil sumpah 2 (dua) pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten.
Kedua pejabat yang dilantik Bupati Tobasa itu,masing-masing Marlin Marpaung sebagai Kepala Bidang Teknologi Pangan & Holtikultura dan Lintong Sitorus sebagai Kepala Bidang Peternakan.
Kedua pejabat yang dilantik itu,untuk mengisi jabatan yang kosong,salah satu jabatan karena pejabatnya ditahan terkait kasus korupsi dan lainnya karena pejabat tersebut mengundurkan diri.
Saat itu juga, Bupati menyerahkan surat Pelaksana Tugas (Plt) jabatan Kepala Dinas kepada Kepal…