Skip to main content

Terkait Laporan Warga, Komisi D Akan Turun Langsung Ke Lokasi SPBU Pertamina 11.201.103 Kampung Baru

TEKS FOTO: Ketua Komisi D DPRD Medan, Ir Sahat Simbolon. *hariancentral.com-Ist

MEDAN-hariancentral.com: Komisi D DPRD Medan direncanakan akan meninjau langsung ke lokasi SPBU 11.201.103 Kampung Baru, Jalan Brigjend Katamso Nomor 575 Kampung Baru, KM.3.5 Medan. Hal ini dikatakan oleh Ketua Komisi D DPRD Medan, Ir Sahat Simbolon kepada wartawan usai menerima kehadiran warga Katamso yang tergabung dalam perhimpunan warga belakang Galon, Selasa, (16/5) di ruang rapat komisi D lantai 3.

"Secepatnya kita (Komisi D) akan turun langsung ke lokasi SPBU Pertamina 11.201.103 Kampung Baru tersebut, mengingat keberatan warga belakang Galon yang mengadukan keberadaan SPBU Pertamina tersebut yang diduga telah mengambil sebidang tanah yang diperuntukkan untuk jalan keluar masuk yang berada di pekarangan Galon minyak. jadi sebelum kita ambil keputusan harus kita cek dahulu kondisi sebenarnya," ujar Politisi Fraksi Partai Gerindra Kota Medan ini.

Sahat melanjutkan, hasil dari pertemuan dengan beberapa warga Katamso yang tergabung didalam perhimpunan warga belakang Galon, untuk membongkar bangunan tembok dan pagar yang dibangun oleh pemilik SPBU tersebut yang melebihi ukuran sebenarnya. "Warga belakang Galon hendak meminta haknya atas akses jalan keluar seluas 2,5 x 32 m2 berdasarkan surat pernyataan dan pengakuan hibah tertanggal 28 Februari 1981 yang ditandatangani oleh Bapak R Sukamto Mangkudihardjo yang saat itu disaksikan oleh Bapak Husni Tanjung (Alm) dan Bapak.Drs T Nazaruddin Barus, sesuai surat yang diberikan warga kepada Komisi D," sebutnya.

Razak Tanjung yang mewakili warga belakang Galon kepada wartawan disela-sela selesai pertemuan dengan Komisi D mengatakan bahwa pemilik SPBU Pertamina Kampung Baru sudah 4 kali berpindah tangan (pemilik). Kepemilikan pertama oleh R Sukamto Mangkudihardjo, kepemilikan kedua oleh Bahtiar Rangkuti, kepemilikan ketiga oleh Arbi Abu Bakar dan kepemilikan saat ini dikelola oleh Pertamina COCO 11.201.103. 

"Tanah untuk akses jalan masuk ke rumah warga di belakang Galon saat itu dihibahkan oleh Bapak R Sukamto Mangkudihardjo diambil dari sebagian pekarangan galon minyak sesuai janji-janji atas jual beli sebidang tanah berukuran 40x33m2 dari Bapak Mohd Tanjung  dan saudara-saudaranya yang dibuat diatas kertas  bersegel resmi, jadi kami meminta agar dinding tembok bata dikembalikan kesemula berupa pagar besi, disamping itu, tinggi tembok harus dipotong karena rawan roboh, dimana keluarga H Mukaddis Nasution yang melakukan penembokan yang rumahnya berdampingan dengan SPBU Pertamina tersebut," keluh warga belakang Galon tersebut.

Perwakilan SPBU Marga Saputra saat dikonfirmasi oleh wartawan hariancentral.com melalui selulernya mengatakan tidak mengetahui persis pokok permasalahan yang diributkan oleh warga belakang Galon tersebut. " Saya tahunya ada mendapat surat panggilan dari DPRD untuk datang ke kantor DPRD Medan, saya rasa itu adalah masalah antara warga saja bang," pungkasnya. *CAG

Comments

Popular posts from this blog

PERMASALAHAN YANG ADA DI DANAU TOBA

Danau toba | 
hariancentral.com Apa latar belakang orang mau ke Danau Toba ? tentu saja adalah pemandangannya  , airnya yang biru dan  objek-objek wisata yang ada di danau toba dan hal yang bersifat artifisual. Artinya artifisual adalah yang dibuat manusia sesuai dengan perkembangan zamannya, itulah sebabnya orang mau tertarik datang ke danau toba.
Jika melihat danau toba orang akan takjub karena keunikannya, berada 903,5m diatas permukaan laut. Danau toba adalah sebuah danau tektonik-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer lebar 30 kilometer terletak di provinsi Sumatera Utara, yang merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ditengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama pulau Samosir, itu merupakan suatu gambaran yang membuat danau toba bagus, airnya begitu jernih, dulu kala jika orang penduduk setempat tidak tubo atau tidak sarapan pagi cukup dengan mangura air. Mangura air adalah air  danau toba itu diambil ke kaleng, kemudian diberi garam cabe dan asam…

Papan Reklame Liar Menjamur di Kota Medan, DPRD Desak Walikota Copot Syampurno Pohan

TEKS FOTO: Drs Heri Zulkarnaen MSi. *hariancentral.com-Ist
MEDAN-hariancentral.com: Masih berdirinya papan reklame di 13 titik ruas jalan di Kota Medan, menunjukkan ketidakseriusan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan Syampurno Pohan untuk melakukan penertiban.
Papan reklame dan baliho masih terpampang di Jalan Sudirman, Jalan Pangeran Diponegoro termasuk Jalan Imam Bonjol Medan. Seolah Syampurno Pohan melakukan pembiaran.
Anggaran dana Rp900 juta sudah dipergunakan dari Rp2,8 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA 2016 Kota Medan, dinilai berbagai kalangan merupakan pemborosan anggaran yang dilakukan, namun tidak menghasilkan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Medan.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu MSi kepada hariancentral.com di ruang kerjanya, Selasa (30/5) mengatakan, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari Syampuno Pohan selaku Kepala Dina…

Pelantikan Pejabat Eselon di Tobasa Dimulai

TOBASA, hariancentral.com: Setelah memenuhi syarat untuk melakukan pelantikan dan pengangkatan pejabat seperti tertuang dalam UU No 5 tahun 2014 tentang larangan 6 (enam) bulan Kepala Daerah setelah menjabat tidak dapat melakukan pelantikan atau pengangkatan pejabat, kini lonceng pelantikan dimulai di Tobasa.
Bupati Toba Samosir (Tobasa) yang diwakili Sekda Drs Audy Murphy Sitorus SH MHum, baru-baru ini di Balai Data Kantor Bupati,melantik dan mengambil sumpah 2 (dua) pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten.
Kedua pejabat yang dilantik Bupati Tobasa itu,masing-masing Marlin Marpaung sebagai Kepala Bidang Teknologi Pangan & Holtikultura dan Lintong Sitorus sebagai Kepala Bidang Peternakan.
Kedua pejabat yang dilantik itu,untuk mengisi jabatan yang kosong,salah satu jabatan karena pejabatnya ditahan terkait kasus korupsi dan lainnya karena pejabat tersebut mengundurkan diri.
Saat itu juga, Bupati menyerahkan surat Pelaksana Tugas (Plt) jabatan Kepala Dinas kepada Kepal…