TEKS FOTO: Ketua FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo didampingi Sekretarisnya, Tony Rikson Silalahi soal tidak akan mendukung T Erry Nuradi pada pencalonan Gubsu 2018 mendatang. *hariancentral.com-Ist

MEDAN-hariancentral.com: Kelompok buruh tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumatera Utara mengancam boikot pencalonan T Erry Nuradi dalam pencalonan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) pada 2018 mendatang.

Ketua FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo dalam siaran persnya, Senin (8/5) mengatakan, ancaman FSPMI setelah satu perusahaan daerah milik Pemprovsu melakukan pemecatan sepihak terhadap buruh .

"PT Perkebunan Sumatera Utara (PSU) telah melakukan tindakan semena-mena terhadap kelompok buruh. Awalnya, kelompok buruh di PT PSU hendak membentuk serikat pekerja," kata Willy Agus Utomo.

Dikatakan Willy, pemecatan sepihah dilakukan setelah serikat buruh terbentuk di PT Perkebunan Sumut. Tiga pengurusnya mulai mendapatkan tekanan dari pihak perusahaan.

“Awalnya tiga pengurusnya mendapat tekanan dan dimutasi dari kantor Direksi PT perkebunan Sumut yanga ada di Jalan Djamin Ginting HM 13 ke Kabupaten Mandailing Natal (Madina),” sebutnya.

Setelah dipindahkan ke Madina, tiga pengurus buruh tersebut dipecat  sepihak oleh PT Perkebunan Sumut.

“ Melihat tindakan PT Perkebunan Sumut yang semana-mena memecat buruh.  Harusnya, T Erry sebagai Gubsu yang berwenang dalam hal ini menegur Direktur dan Management perusahaan. Agar, mereka tidak sewenang-wenang terhadap buruh," ungkap Willy didampingi Sekretarisnya, Tony Rikson Silalahi.

Dikatakan Willy, ketiga buruh/pekerja yang dipecat sepihak oleh PT Perkebunan Sumut masing-masing Rusli, Sugianto, M Adi Sunantri. Ketiganya telah mengabdi lebih kurang 16 sampai 17 tahun.

"Buruh berserikat itu kan dilindungi undang-undang. Kenapa mesti ada intimidasi bahkan sampai pemecatan. Kalau begini, kami tidak akan mendukung T Erry sebagai Gubernur mendatang," tegas Willy. *RED


Share To:

Harian Central

Post A Comment:

0 comments so far,add yours