Polisi Tembak Mati Dua Bandar Sabu Asal Aceh

Share it:

TEKS FOTO: Kapolda Sumut Irjend Rycko Amelza Dahniel bersama Kapolrestabes Medan, Kombes Sandi Nugroho memperlihatkan barang bukti milik Bandar sabu yang ditembak mati, Kamis 18/5). *hariancentral.com-Ist


MEDAN-hariancentral.com: Kapolda Sumatera Utara, Irjend Rycko Amelza Dahniel akhirnya memberikan keterangan terkait dua Bandar narkoba asal Aceh yang ditembak mati di Medan.

Kata Rycko, keduanya sengaja ditembak mati karena melawan petugas.
"Selain karena berupaya melawan saat akan ditangkap, tindakan tegas ini bukan hanya sebagai bentuk efek jera, tapi juga bukti keseriusan kami terhadap bahaya narkoba," kata Rycko, Kamis (18/5) sore.

Jenderal bintang dua ini mengatakan, Polda Sumut konsisten dalam hal pemberantasan. Lebih baik mencegah, kata Rycko, daripada tidak sama sekali.

"Tindakan tegas ini untuk melindungi masyarakat Sumut dari bahaya narkoba. Kami ingin menyelamatkan peradaban manusia," tuturnya.

Menyangkut bandar sabu berinisial MR (22) dan M (23), lanjut Rycko, keduanya memang ditembak mati di kawasan Kompleks Torganda Jalan Bunga Raya, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Sunggal. Ternyata, keduanya sempat mengambil pistol rakitan yang ada didalam tas ransel.

"Petugas yang melakukan penangkapan membawa kedua tersangka ke satu rumah yang katanya dijadikan gudang. Saat berada di gudang itu, ditemukan satu tas ransel. Ketika diminta mengambil tas, ternyata kedua pelaku ini mengambil senjata api rakitan untuk menyerang petugas," kata Rycko.

Dalam kasus ini, lanjut Rycko, ditemukan barang bukti dua kilogram sabu. Barang bukti itu dikemas dalam sebuah plastik transparan, agar terlihat seolah-olah seperti gula.

Sudah Diintai Selama Tiga Hari

MR (22) dan M (22), ternyata sudah diintai sebelum ditangkap. Demikian disampaikan Kapolrestabes Medan, Kombes Sandi Nugroho.

"Sebelum keduanya ditangkap, anggota sudah melakukan pengintaian selama tiga hari. Setelah mendapati cukup bukti, barulah kedua tersangka ditangkap," kata Sandi di RS Bhayangkara Tingkat II Medan, Kamis (18/5) sore.

Perwira berpangkat tiga melati emas di pundak ini mengatakan, kedua tersangka adalah jaringan narkoba Aceh. Namun, polisi masih mengejar bandar besarnya yang masih berada di Tanah Rencong itu.

"Barang bukti yang kami sita ini awalnya disimpan di dalam satu kemasan beraksara Tiongkok. Kami menduga, ini adalah bungkusan teh," ungkap Sandi.

8000 Gram Sabu Beredar
Kapolrestabes Medan, Kombes Sandi Nugroho mengaku awalnya mereka menargetkan puluhan kilo sabu dari dua bandar yang ditembak mati masing-masing MR (23) dan M (22). Sayangnya, kata Sandi, ketika ditangkap hanya dua kilogram sabu yang disita.

"Harusnya kan bisa dapat puluhan kilo. Ternyata, sekitar delapan kilogram sudah beredar. Dan yang kami dapati hanya dua kilogram saja," ungkap Sandi, Kamis (18/5).

Dari penyelidikan awal, sabu ini diedarkan di kalangan kurir yang ada di Kota Medan. Sampai saat ini, Polisi masih mendalami kemana dan kepada siapa sabu dikirimkan.
"Kami masih mengembangkan peredaran sabu yang ada di Kota Medan ini. Apalagi, sudah ada delapan kilogram yang sempat beredar," tutur Sandi.

Selain menyita dua kilogram sabu, polisi menyita senjata api revolver rakitan. Kemudian, ada sekitar lima amunisi aktif berukuran sedang. *RED



Share it:

Medan

Narkoba

NEWS

Post A Comment:

0 comments:

Iklan Layanan Masyarakat

MEDAN-hariancentral.com