Skip to main content

Kator Disdukcapil Diisukan Digerebek Tim Saber Pungli



MEDAN-hariancentral.com: Beredar kabar beberapa personil Kepolisian yang diduga adalah petugas Tim Saber Pungli datang ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Medan melakukan penggerebakan, sekitar pukul 14.30 WIB, Selasa (23/5).

Kehadiran petugas Kepolisian berpakaian lengkap tersebut sempat membuat heboh kantor pelayanan kependudukan Kota Medan, karena dikabarkan sedang melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap salah satu pegawai di dinas milik Pemko Medan tersebut berinisial A yang bekerja di bagian pengurusan Kartu Keluarga (KK).

Salah seorang pegawai di Dinas Kependudukan yang minta namanya tidak dituliskan kepada wartawan menyebutkan, benar ada beberapa petugas Kepolisian yang datang ke kantor mereka dan telah melakukan penangkapan terhadap salah seorang pegawai berinisial A di kantin BKMT, tepatnya disebelah kantor Disdukcapil Kota Medan, Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Medan Petisah.

“Tadi ada memang Polisi datang, dan menangkap salah satu pegawai di kantin BKMT, di sebelah gedung ini. Tapi kami tidak mengetahui apakah itu terkaiat pungli atau bukan, sampai saat ini masih simpang siurlah bang,” ucap pegawai tersebut sambil berlalu meninggalkan wartawan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan Drs H OK Zulfi ketika dicoba dikonfirmasi tidak berhasil ditemui di ruangannya. Saat wartawan mencoba mengkonfirmasi melalui selulernya juga tidak ada balasan.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemko Medan M Ridho SSTP saat dihubungi wartawan terkait informasi OTT di lingkungan Disdukcapil tersebut mengatakan, masih belum bisa memastikan apakah ada OTT oleh tim saber pungli atau bukan. “Saya belum bisa memastikan karena saya juga barusan dapat kabar tersebut dari wartawan, saya akan coba cari tahu kebenarannya dulu yah bang. Kadisdukcapilnya juga sudah saya hubungi terkait peristiwa tersebut, namun belum ada mendapat jawaban,” ujar mantan Camat Medan Barat tersebut.

Sementara itu, Wadirreskrimsus Poldasu, AKBP Rony Samtana saat dihubungi wartawan terkait informasi OTT di Disdukcapil tersebut mengatakan, bahwa Poldasu tidak ada melakukan penangkapan atau OTT di Dinas Pendudukaan dan Catatan Sipil Kota Medan. “Tidak ada kami melakukan penangkapan terhadap pegawai Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil Kota Medan tersebut,” jelasnya.

Namun Rony Samtana ada mengatakan bahwa yang melakukan penangkapan di Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil tersebut adalah petugas Polres Binjai. *RED

Comments

Popular posts from this blog

PERMASALAHAN YANG ADA DI DANAU TOBA

Danau toba | 
hariancentral.com Apa latar belakang orang mau ke Danau Toba ? tentu saja adalah pemandangannya  , airnya yang biru dan  objek-objek wisata yang ada di danau toba dan hal yang bersifat artifisual. Artinya artifisual adalah yang dibuat manusia sesuai dengan perkembangan zamannya, itulah sebabnya orang mau tertarik datang ke danau toba.
Jika melihat danau toba orang akan takjub karena keunikannya, berada 903,5m diatas permukaan laut. Danau toba adalah sebuah danau tektonik-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer lebar 30 kilometer terletak di provinsi Sumatera Utara, yang merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ditengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama pulau Samosir, itu merupakan suatu gambaran yang membuat danau toba bagus, airnya begitu jernih, dulu kala jika orang penduduk setempat tidak tubo atau tidak sarapan pagi cukup dengan mangura air. Mangura air adalah air  danau toba itu diambil ke kaleng, kemudian diberi garam cabe dan asam…

Papan Reklame Liar Menjamur di Kota Medan, DPRD Desak Walikota Copot Syampurno Pohan

TEKS FOTO: Drs Heri Zulkarnaen MSi. *hariancentral.com-Ist
MEDAN-hariancentral.com: Masih berdirinya papan reklame di 13 titik ruas jalan di Kota Medan, menunjukkan ketidakseriusan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan Syampurno Pohan untuk melakukan penertiban.
Papan reklame dan baliho masih terpampang di Jalan Sudirman, Jalan Pangeran Diponegoro termasuk Jalan Imam Bonjol Medan. Seolah Syampurno Pohan melakukan pembiaran.
Anggaran dana Rp900 juta sudah dipergunakan dari Rp2,8 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA 2016 Kota Medan, dinilai berbagai kalangan merupakan pemborosan anggaran yang dilakukan, namun tidak menghasilkan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Medan.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu MSi kepada hariancentral.com di ruang kerjanya, Selasa (30/5) mengatakan, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari Syampuno Pohan selaku Kepala Dina…

Pelantikan Pejabat Eselon di Tobasa Dimulai

TOBASA, hariancentral.com: Setelah memenuhi syarat untuk melakukan pelantikan dan pengangkatan pejabat seperti tertuang dalam UU No 5 tahun 2014 tentang larangan 6 (enam) bulan Kepala Daerah setelah menjabat tidak dapat melakukan pelantikan atau pengangkatan pejabat, kini lonceng pelantikan dimulai di Tobasa.
Bupati Toba Samosir (Tobasa) yang diwakili Sekda Drs Audy Murphy Sitorus SH MHum, baru-baru ini di Balai Data Kantor Bupati,melantik dan mengambil sumpah 2 (dua) pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten.
Kedua pejabat yang dilantik Bupati Tobasa itu,masing-masing Marlin Marpaung sebagai Kepala Bidang Teknologi Pangan & Holtikultura dan Lintong Sitorus sebagai Kepala Bidang Peternakan.
Kedua pejabat yang dilantik itu,untuk mengisi jabatan yang kosong,salah satu jabatan karena pejabatnya ditahan terkait kasus korupsi dan lainnya karena pejabat tersebut mengundurkan diri.
Saat itu juga, Bupati menyerahkan surat Pelaksana Tugas (Plt) jabatan Kepala Dinas kepada Kepal…