TEKS FOTO: Polisi Membongkar Kuburan Rahmadsyah Nasution Guna Otopsi Jenajah. *hariancentral.com-Ist 

MEDAN-hariancentral.com: Masih ingat pasca tewasnya Rahmadsyah Nasution (36) seorang narapidana Rutan Kelas II B Doloksanggul, Kabupaten Humbahas masih menyisakan tanya bagi pihak keluarganya.

Untuk memeriksa para saksi-saksi di rutan Humbahas dan memperjelas penyebab meninggalnya Rahmadsyah, baru-baru ini, petugas Laboratorium Forensik Polda Sumut bersama dengan Petugas Polsek Percut Sei Tuan melakukan pembongkaran makam.

Menurut AKBP Nicolas A Lilipaly Sik MH MSi menjelaskan, bahwa proses autopsi jenazah digunakan untuk mengetahui apa penyebab tewasnya napi Rahmadsyah Nasution .

"Kita sudah membujuk pihak keluarga dan proses autopsi dilakukan untuk diketahui penyebab tewasnya Rahmadsyah Nasution," ujar singkatnya.
Pembongkar makam korban dilakukan di Jalan Kenari Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan. Dan selanjutnya, dilakukan otopsi terhadap jasad korban, apakah terjadi tindakan penganiayaan atau tidak.

“Keluarga curiga kalau korban ini meninggal secara tidak wajar di dalam Rutan, makanya dilakukan ini (Exhumasi), untuk memastikan penyebab korban meninggal,” terang Wakapolsek Percut Sei Tuan, AKP Hendrik Temaluru yang mendampingi petugas Labfor kepada wartawan.

Dari informasi diterima, Rahmadsyah Nasution merupakan narapidana kasus narkotika. Ia menjalani hukuman di Rutan Kelas II B Dolok sanggul, Humbahas. Namun, Selasa (25/4/2017) sore lalu, tewas setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Doloksanggul.

Kematian korban ini pun memunculakan sejumlah spekulasi. Pihak Polres Humbahas sendiri menyampaikan belum dapat memastikan penyebab kematian, karena belum melakukan otopsi.

Menurut salah satu kerabat keluarga, Rahmadsyah diduga disiksa dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Sumber yang layak dipercaya mengatakan penganiayaan diduga dilakukan oknum oleh Kepala Rutan bernama Eduard Sumitro Simatupang dan napi turut berlibat yakni Jekson, Putra, Hutasoit, Safarudin.

Narapidana Yang disebutkan diketahui warga Jalan Pipit Mandala Medan itu telah dijemput  oleh pihak keluarganya pada rabu (26/4) pagi dan turut didampingi petugas rutan. *MRH


Share To:

Harian Central

Post A Comment:

0 comments so far,add yours