TEKS FOTO: Kasubbag Humas Polres Tebing Tinggi AKP MT Sagala dan Kanit I Sat Narkoba Iptu W Silitonga mengapit tersangka Rusli alias Lik di ruang Sat Narkoba Mapolres Tebing Tinggi. *hariancentral.com-Ist

TEBINGTINGGI-hariancentral.com: Seorang kakek yang telah memiliki satu orang cucu bernama Rusli alias Lik (49) warga Dusun IV Desa Naga Kesiangan Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Sergai berhasil diringkus Sat Narkoba Polres Tebingtinggi karena dipersangkakan menjadi penguna dan pengedar narkotika jenis Sabu.

Informasi dihimpun dari Kasat Narkoba Polres Tebingtinggi, AKP Burju MH Siahaan SH melalui Kasubbag Humas, AKP MT Sagala didampingi Kanit I Sat Narkoba, Iptu W Silitonga. Senin (29/5) menerangkan dari tangan tersangka Rusli yang ditangkap pada Jumat (26/5) sore dikediamannya, petugas berhasil menyita barang bukti 15 bungkus plastik kecil transparan yang didalamnya berisi narkotika jenis sabu dengan berat 2,27 gram.

Tersangka dan barang bukti selanjutnya digelandang ke Sat Narkoba untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. "Tersangka Rusli yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh bangunan ini ditangkap setelah adanya informasi dari warga yang mengatakan jika tersangka merupakan pengedar sabu dilingkungan tempat tinggalnya," terang Sagala.

Selain 15 bungkus sabu dengan berat 2,27 gram, petugas juga turut mengamankan barang bukti berupa 1 buah alat pakai sabu (Bong) dengan pipet, karet dot dan kaca pirex, 1 unit timbangan digital, 70 plastik kecil transparan kosong, serta 1 unit Hp yang diakui tersangka adalah miliknya.

"Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tersangka Rusli mengaku jika barang bukti sabu tersebut dibeli tersangka dari rekannya yang bernama Irul (DPO), warga Pabatu Kabupaten Sergai dengan harga Rp850 ribu per gramnya. Dan ini merupakan kali kedua tersangka membeli barang haram tersebut dari Irul. Selanjutnya sabu tersebut diketengi tersangka hingga beberapa paket untuk kemudian dijual dengan harga Rp100 ribu perpaketnya," sebut AKP MT Sagala.

Dari hasil menjual sabu tersebut, tersangka yang baru dua bulan menjalani bisnis ini mengaku memperoleh keuntungan Rp400 ribu rupiah. Bahkan selain untuk dijual, sebahagian sabu tersebut diakui tersangka Rusli untuk ia gunakan sendiri. "Biasanya aku pakai sabu di areal perkebunan sawit sambil menjaga ternak lembu milik abangku," ujar tersangka yang juga mengatakan bahwa pada pertengahan tahun 2013 lalu, dirinya pernah masuk penjara akibat tertangkap melakukan pencurian buah sawit di Perkebunan Pabatu.

Kini akibat perbuatannya, tersangka kembali harus mendekam dibalik terali besi Mapolres Tebingtinggi. "Tersangka akan dijerat dengan melanggar pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) subsider pasal 132 ayat (1) undang-undang RI no.32 tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara," tegas AKP MT Sagala. *RED.

Share To:

Harian Central

Post A Comment:

0 comments so far,add yours