TEKS FOTO: Kantor Lurah Cinta Damai Kecamatan Medan Helvetia. *hariancentral.com-Ist

MEDAN-hariancentral.com: Lurah Cinta Damai Ranto Nainggolan terkesan tidak berani dan tidak peduli menegur para pengembang dan pemilik bangunan perumahan yang mendirikan bangunan diduga tidak memiliki surat izin mendirikan bangunan (SIMB) di wilayah pemerintahannya.

Hal ini terlihat saat wartawan mengkonfirmasi bangunan perumahan yang berdiri dan diduga belum memiliki IMB di Jalan Karya dan Jalan Mesjid Kelurahan Cinta Damai Kecamatan Medan Helvetia, Rabu (17/5) di kantornya Jalan Mesjid No 48 Medan.

Saat ditanya wartawan, Ranto Nainggolan terkesan cuek dan mengatakan saat ini jamannya sudah berubah dan dirinya selaku Lurah tidak berani mendatangi pemilik bangunan yang diduga menyalah karena takut diberikan uang dan dijebak oleh pemilik bangunan.

“Saya no comment ajalah bang, kalau mengenai izin bangunan itu, karena saat ini serba salah, nanti saya datang dikasi uang, terus ditangkap dibilang pungli pula,” terang Ranto.

Keterangan yang dilontarkan Lurah Cinta Damai kepada wartawan tersebut menimbulkan tanda tanya bagi wartawan, karena ada kesan selama ini Ranto Nainggolan selaku Lurah di Cinta Damai jika turun ke lapangan memeriksa bangunan tanpa IMB diduga selalu diberikan sesuatu oleh pengembang, agar bangunannya tidak dihentikan, dan karena saat ini sudah ada peraturan terkait larangan pungli membuat Lurah tersebut malas menindak bangunan yang diduga bermasalah di wilayahnya.

Menanggapi sikap tidak peduli yang ditunjukkan Lurah Cinta Damai tersebut, anggota Komisi D DPRD Medan H Jumadi saat dihubungi wartawan hariancentral.com melalui selulernya mengatakan, sangat menyayangkan sikap kurang peduli yang ditunjukkan Lurah Cinta Damai, Ranto Nainggolan.

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjelaskan bahwa fungsi Kepala Lingkungan, Lurah dan Camat adalah mengawasi segala kegiatan yang ada di wilayah mereka masing-masing. Jika ada ditemukan bangunan yang tidak memiliki izin, Lurah boleh mempertanyakan langsung kepada pengembang atau pemiliknya, dan bila perlu melaporkan ke Dinas TRTB Medan dengan menyurati Camat agar diteruskan ke Dinas TRTB untuk ditindak lanjuti.

“Jadi tidak ada alasan baik Kepling, Lurah dan Camat tidak mengetahui di daerah mereka ada dibangun perumahan, karena mereka yang lebih mengetahui. Permasalahannya adalah hanya keinginan dan keseriusan mereka untuk menegakkan perda tentang izin mendirikan bangunan, karena itu akan menjadi masukan bagi PAD Kota Medan, kita ingin Kota Medan kedepan jauh lebih baik dari sebelumnya,” terang Jumadi.

Anggota DPRD Kota Medan dari Dapil 4 ini meminta agar Aparatur Sipil Negara (ASN) mampu memberikan contoh yang baik bagi masyarakat tentang kewajiban bagi setiap warga Negara untuk mengurus izin membangun sebelum memulai mendirikan bangunan. “Kita berharap Lurah Cinta Damai tersebut menghilangkan kebiasaan lama dan memulai hal baru dengan menegakkan peraturan di wilayahnya,” tegas Jumadi.*CAG



Share To:

Harian Central

Post A Comment:

0 comments so far,add yours