Skip to main content

Dituntut 26 Tahun Tiga Terdakwa Pembunuh Tahan Ginting Tercengang

                               

TEKS FOTO: Tiga terdakwa penyebab kematian Tahan Ginting di Pancurbatu dituntut hukuman 26 tahun penjara.*hariancentral-Syamsul Bahri Star

PANCURBATU-hariancentral.com: Tahan Ginting telah tiada. Pria 44 tahun warga Jalan Bakti Desa Baru, Kecamatan Pancurbatu, Deliserdang, ini tewas akibat pengeroyokan. Kepalanya luka akibat hantaman benda keras dan punggungnya ditembus pisau pada pengeroyokan yang terjadi di Desa Namorih, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, beberapa waktu yang lalu.

Tiga terdakwa dalam kejadian itu dituntut hukuman 26 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dicky Wirawan Sitinjak SH pada sidang Pengadilan Negeri Lubuk Pakam tempat bersidang di Pancurbatu, baru-baru ini. Roni Gunawan Tarigan (35) warga Jalan Namorih, Gang Penungkiren, Nomor 44 Desa Lama Kecamatan Pancurbatu dituntut dengan hukuman 10 tahun penjara.

Sedangkan Roni Bangun alias Oni dan Jeremia Rukun Tarigan alias Batut keduanya warga Desa Namorih, Kecamatan Pancurbatu masing-masing dituntut hukuman 8 tahun penjara.

Mendengar tuntutan yang dibacakan JPU, ketiga terdakwa terdiam dan tercengang sambil menatap kearah Majelis Hakim. Setelah disarankan Hakim, ketiga terdakwapun kemudian mendekati penasehat hukumnya guna konsultasi atas tuntutan jaksa. Selanjutnya para terdakwa menyatakan menyerahkannya kepada Penasehat Hukum. Penasehat Hukum pun kemudian menyatakan akan mengajukan nota pembelaan atas nota tuntutan yang disampaikan jaksa. Untuk mendengarkan pembelaan dari Penasehat Hukum, sidang akan dilanjutkan pada Selasa pekan depan.

Dihadapan majelis hakim diketuai, Edward Sihombing  SH  beranggotakan Abraham Ginting  SH dan Angga Manalu  SH, Jaksa menyatakan, ketiga terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan perbuatan pidana secara bersama-sama melakukan pengeroyokan mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain sebagaimana diatur dan diancam pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP.

Dalam uraian Jaksa, disebutkan peristiwa yang menelan korban jiwa itu terjadi pada Sabtu 22 Oktober 2016 lalu sekira pukul 10.20 WIB. Berawal saat itu terdakwa Roni Gunawan Tarigan berada di kedai kopi dekat Gereja GBKP Desa Namorih datang Jaya Putra Tarigan bersama Jimmy Christian Tarigan dengan mengendarai sepeda motor.

Kepada terdakwa Roni Tarigan, Jimmy Christian Tarigan alias Pak Gesek menyuruh untuk memanggil terdakwa Roni Bangun alias Oni dengan tujuan untuk menjumpai korban Tahan Ginting sipengusaha galian tanah timbun yang tidak memberikan tanah timbun untuk keperluan membangun gereja. 

 Setelah bertemu dengan Roni Bangun dan menceritakan kalau Tahan Ginting tidak memberi  tanah timbun untuk disumbangkan ke gereja, kedua terdakwa ini  yang diikuti Jimmy Tarigan dan Jaya Putra Tarigan pergi ke lokasi tanah timbun milik Tahan Ginting.

Setibanya di Simpang Pantai Lubin, Tahan Ginting sambil memegang parang di tangan kanannya marah-marah kepada Jimmy Christian Tarigan.  Melihat tindakan Tahan Ginting, Jimmy pun  mundur dan pada saat itu datang Brigadir  Arih Sinuhaji anggota Polsek Pancurbatu bertugas sebagai Polmas di Desa Namorih seraya meminta kepada Tahan Ginting untuk melepaskan parangnya serta mengatakan dirinya anggota polisi.

Namun korban sempat  menanyakan  surat tugas kepada Brigadir Arih Sinuhaji yang saat itu tidak bisa diperlihatkan surat tugas tersebut. Tak lama kemudian,  datang Pendeta Andreas Joseph Tarigan (DPO) dimana saat itu dia melihat korban sambil memegang parang  mengejar Jimmy Christian Tarigan. Saat berlari, Jimmy terjatuh dan korban juga terjatuh dengan posisi telungkup dengan parang tetap di tangannya.

Seketika itu juga, Brigadir Arih Sinuhaji langsung  menerkam dan menindih tubuh korban  seraya menyuruh masyarakat mengambil borgol. Karena tak ada borgol, terdakwa Roni Bangun menyerahkan tali nilon serta memegang kedua kaki korban,  lalu bersama Jeremia Rukun Tarigan alias Batut mengikat kedua kaki korban dan terdakwa Roni Gunawan Tarigan mengikat kedua tangan korban lalu memukul muka korban dengan tangannya berulang kali.

Sedangkan Pendeta Andreas Joseph Tarigan dengan posisi jongkok menarik rambut korban dan menghempaskan mulutnya ke aspal, kemudian Arih Sinuhaji menelpon atasannya di Polsekta Pancurbatu.
Begitu terima laporan,  petugas Polsekta Pancurbatu, Hendra Sembiring datang. Lalu,  bersama dengan Brigadir  Arih Sinuhaji membawa korban ke RSUP H Adam Malik Medan.

Korban meninggal dunia sesuai hasil visum pada RS Bhayangkara Medan. Penyebab kematian korban akibat ruda paksa tumpul pada kepala yang mengakibatkan pendarahan pada permukaan otak dan pembengkakan jaringan otak disertai luka tusuk pada punggung.

Kecewa
Dituntutnya hukuman tiga terdakwa dalam kematian Tahan Ginting tidak membuat keluarga korban merasa puas tapi malah merasa kecewa. Sebab hingga saat ini, pihak Polrestabes  Medan belum juga menetapkan Jimmi Christian Tarigan alias Pak Gesek, dan Brigadir Arih Sinuhaji  sebagai tersangka.

Keduanya malah hanya dijadikan sebagai saksi.  Padahal, dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi termasuk pengakuan terdakwa Roni Gunawan Tarigan, aksi pembantaian dan pengeroyokan  hingga mengakibatkan Tahan Ginting tewas terjadi tidak terlepas dari peran serta kedua saksi tersebut.

Bahkan, menurut Melsi br Ginting, adik korban, aksi pembantaian itu juga terjadi karena diprovokasi oleh Jimmi Christian Tarigan alias Pak Gesek. Lalu, selaku adik ipar dari Pak Gesek ini, Brigadir Arih Sinuhaji ikut mengeroyok dan menganiaya korban.

 Anehnya lagi, Pendeta Andreas Josep Tarigan yang tak lain abang kandung Pak Gesek yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polrestabes Medan, masih juga belum ditangkap untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Untuk itu,  dengan kerendahan hati,  keluarga korban meminta agar Kapolrestabes Medan Kombes Sandy Nugroho segera menetapkan Jimmi Christian Tarigan dan Brigadir Arih Sinuhaji sebagai tersangka. Termasuk juga menangkap Pendeta Andreas Josep Tarigan yang sudah masuk dalam DPO.

“Tolong Pak Kapolres, dengarkan curahan hati kami. Jangan biarkan otak pelaku, dan keluarganya yang terlibat pembunuhan abang saya bebas berkeliaran, sehingga mereka terkesan kebal hukum,” ucap Mesli br Ginting adik korban Tahan Ginting. *STAR-UBR



Comments

Popular posts from this blog

PERMASALAHAN YANG ADA DI DANAU TOBA

Danau toba | 
hariancentral.com Apa latar belakang orang mau ke Danau Toba ? tentu saja adalah pemandangannya  , airnya yang biru dan  objek-objek wisata yang ada di danau toba dan hal yang bersifat artifisual. Artinya artifisual adalah yang dibuat manusia sesuai dengan perkembangan zamannya, itulah sebabnya orang mau tertarik datang ke danau toba.
Jika melihat danau toba orang akan takjub karena keunikannya, berada 903,5m diatas permukaan laut. Danau toba adalah sebuah danau tektonik-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer lebar 30 kilometer terletak di provinsi Sumatera Utara, yang merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ditengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama pulau Samosir, itu merupakan suatu gambaran yang membuat danau toba bagus, airnya begitu jernih, dulu kala jika orang penduduk setempat tidak tubo atau tidak sarapan pagi cukup dengan mangura air. Mangura air adalah air  danau toba itu diambil ke kaleng, kemudian diberi garam cabe dan asam…

Papan Reklame Liar Menjamur di Kota Medan, DPRD Desak Walikota Copot Syampurno Pohan

TEKS FOTO: Drs Heri Zulkarnaen MSi. *hariancentral.com-Ist
MEDAN-hariancentral.com: Masih berdirinya papan reklame di 13 titik ruas jalan di Kota Medan, menunjukkan ketidakseriusan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan Syampurno Pohan untuk melakukan penertiban.
Papan reklame dan baliho masih terpampang di Jalan Sudirman, Jalan Pangeran Diponegoro termasuk Jalan Imam Bonjol Medan. Seolah Syampurno Pohan melakukan pembiaran.
Anggaran dana Rp900 juta sudah dipergunakan dari Rp2,8 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA 2016 Kota Medan, dinilai berbagai kalangan merupakan pemborosan anggaran yang dilakukan, namun tidak menghasilkan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Medan.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu MSi kepada hariancentral.com di ruang kerjanya, Selasa (30/5) mengatakan, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari Syampuno Pohan selaku Kepala Dina…

Pelantikan Pejabat Eselon di Tobasa Dimulai

TOBASA, hariancentral.com: Setelah memenuhi syarat untuk melakukan pelantikan dan pengangkatan pejabat seperti tertuang dalam UU No 5 tahun 2014 tentang larangan 6 (enam) bulan Kepala Daerah setelah menjabat tidak dapat melakukan pelantikan atau pengangkatan pejabat, kini lonceng pelantikan dimulai di Tobasa.
Bupati Toba Samosir (Tobasa) yang diwakili Sekda Drs Audy Murphy Sitorus SH MHum, baru-baru ini di Balai Data Kantor Bupati,melantik dan mengambil sumpah 2 (dua) pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten.
Kedua pejabat yang dilantik Bupati Tobasa itu,masing-masing Marlin Marpaung sebagai Kepala Bidang Teknologi Pangan & Holtikultura dan Lintong Sitorus sebagai Kepala Bidang Peternakan.
Kedua pejabat yang dilantik itu,untuk mengisi jabatan yang kosong,salah satu jabatan karena pejabatnya ditahan terkait kasus korupsi dan lainnya karena pejabat tersebut mengundurkan diri.
Saat itu juga, Bupati menyerahkan surat Pelaksana Tugas (Plt) jabatan Kepala Dinas kepada Kepal…