MEDAN-hariancentral.com: Usulan interpelasi kepada Wali Kota Medan Dzulmi Eldin kandas. Empat dari sembilan anggota DPRD Medan menarik usulan, mengakibatkan syarat minimal tujuh anggota dewan lintas fraksi tidak terpenuhi.

"Karena syarat minimal pengusul tak mencukupi, maka secara aturan ini (usulan interpelasi) batal," kata Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung dalam Rapat Paripurna DPRD Medan, Selasa (23/5).

Penyampaian batalnya interpelasi menuai kecamanan dari Anggota DPRD. "Jangan interpelasi jadi main- main. Sangat disayangkan, karena ulah segelintir pengusul, capek dewan memikirkan Banmus (penjadwalan oleh Badan Musyawarah). Paripurna menghabiskan anggaran," kata Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional DPRD Medan Bahrumsyah.

Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Medan Mulia Asri Rambe juga mengatakan hal yang sama. "Sangat memalukan. Jangan karena keinginan dan kepentingan tak terwadahi, maka usulkan interpelasi," kata Mulia.

Sementara Anggota Fraksi Partai Demokrat Anton Panggabean dan Parlaungan Simangunsong meminta nama nama pengusul dan yang mundur. Atas permintaan itu, Henry Jhon Hutagalung menyebutkan sembilan nama pengusul, Ahmad Arif dan Zulkarnaen Yusuf (PAN), M Nasir dan Asmui Lubis (PKS), Paul Mei Anton (PDIP), Beston Sinaga (PKPI), Modesta Marpaung (Golkar), Godfried Effendi Lubis (Gerindra) dan Irsal Fikri (PPP). Sedangkan yang menarik usulan, Ahmad Arif, Irsal Fikri, Modesta Marpaung dan Beston Sinaga.

Beston mengatakan, menarik usulan karena menilai substansinyang diusulkan sangat luas. "Harusnya jelas, apa substansinya. Dalam usulan bukan tentang reklame, tapi kebijakan yang sangat luas. Makanya saya mundur," katanya.

Godfried Effendi Lubis menyatakan kecewa atas inkonsistensi rekan-rekanya yang mundur. "Interpelasi ini kan untuk mempertanyakan. Kenapa harus takut," katanya.

Diketahui, sembilan orang anggota DPRD Medan mengusulkan hak bertanya atau interpelasi kepada Walikota Medan Dzulmi Eldin, terkait kesemrautan reklame di Medan. Pemasangan reklame tumpang tindih dan penertiban reklame menyalahi aturan juga tak kunjug tuntas.

Penggagas hak interpelasi, Ahmad Arief,  tampak santai menjawab penolakan dukungan tersebut. "Banyak alasan dan pertimbangan kenapa saya mundur, baik dari fraksi maupun partai," katanya. Menyikapi pengusul lain kecewa dengan sikapnya, Arif kembali mengatakan ada pertimbangan dari fraksi yang menjadi alasan ia menarik dukungan itu. "Didalam politik itu macam-macam, gak bisa semua diungkapkan. Politik itukan seni," kilah dia.

Kecewa Berat

Penasehat Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPRD Medan, Burhanuddin Sitepu mengatakan imej DPRD Medan secara kelembagaan sangat berimbas di mata masyarakat, akibat batalnya paripurna interpelasi ini. "Secara substansi FPD mendukung hak interpelasi ini. Tapi saya sependapat dengan dengan Pak Bahrumsyah, bahwa interpelasi ini jangan dijadikan senjata bagi segelintir oknum bermain, tetapi kita semua kena imbasnya," tegasnya.

FPD juga mempertanyakan sikap pengusul yang menarik dukungan dari interpelasi ini. "Dengan ada pernyataan dari seorang pengusul yang menyebutkan bahwa politik itu adalah seni, patut dipertanyakan. Jangan gara-gara segelintir oknum, lembaga ini terciderai. Masyarakat juga akan melihat bahwa ada 'permainan' antara legislatif dan Pemko," katanya seraya mengaku pihaknya sangat kecewa dengan sikap pengusul yang menarik dukungan tersebut. *CAG
Share To:

Harian Central

Post A Comment:

0 comments so far,add yours