TEKS FOTO: Puluhan warga Nagori Sinar Naga Mariah mendatangi lokasi penebangan kayu. *hariancentral.com-Ist

SIMALUNGUN-hariancentral.com: Aktifitas penebangan kayu di Kaki Bukit Sipiso-piso yang terletak di Nagori Naga Mariah, Kecamatan Pamatang Silimahuta, Kabupaten Simalungun diminta agar dihentikan. Pasalnya, areal tersebut diduga masih kawasan hutan.

Koordinator warga, Piun Usda Girsang mengatakan pihaknya sangat menyayangkan  sikap arogan yang dipertontonkan oleh oknum-oknum yang diduga dibekingi aparat Pemerintah. 

Menurutnya bahwa lokasi lahan penebangan tersebut sedang dalam permasalahan hukum yang kini tengah ditangani PTTUN Medan. Sesuai dengan data dan fakta di lapangan, bahwa berkas-berkas dokumen areal yang disengketakan ditemukan berbagai kejanggalan.

Lebih rinci diterangkannya seperti dalam surat penyerahan hak atas nama Ekat Siregar kepada Posman Girsang sepertinya ada rekayasa. Dimana surat tersebut tanda tangan yang menyerahkan hak, tertulis atas nama Ekat Girsang.

Surat pernyataan perbedaan luas yang dinyatakan oleh Posman Girsang tertanggal 24 Oktober 2015 yang diketahui oleh Pangulu Nagori Sinar Naga Mariah, Martuahman Girsang disaksikan dan ditanda tangani oleh orang yang sudah meninggal dunia tahun 2013 lalu atas nama Dirman Girsang. 

"Bisa pula surat diteken oleh orang yang sudah meninggal dunia. Dirman Girsang itu kan meninggal tahun 2013 lalu, kok ada pula tekenannya di surat yang dikeluarkan tahun 2015," ujar Piun Usda Girsang dengan nada kesal.

Masih menurut Piun, sebelumnya warga telah mempertanyakan status kepemilikan lahan tersebut kepada pihak Badan Pertanahan Negara (BPN) Simalungun, namun oleh BPN menjelaskan bahwa lahan dimaksud belum memiliki sertifikat. Namun ketika warga mencoba menghalangi penebangan, ada orang yang mengaku pemilik lahan dengan menunjukkan sertifikat dengan tanggal penomoran surat ukur 14 Agustus 2015.

 "Sangat memprihatinkan kondisi yang terjadi ditengah-tengah masyarakat, warga yang hanya mencari kompos di lokasi bukit Sipiso-piso itu dilarang, sementara penebangan kayu berjalan lancar tanpa ada hambatan dari pihak manapun," keluhnya.

Untuk menghindari terjadinya bentrok antar warga akibat adanya pro dan kontra atas penebangan kayu pada lokasi dimaksud, sambung Piun Girsang,  warga meminta agar aparat hukum segera memerintahkan penghentian kegiatan di lokasi yang sedang disengketakan dan dalam proses hukum.

Selain itu warga berharap kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun yang dipimpin oleh Bupati DR JR Saragih SH MM, agar menindak tegas aparat desa di Nagori Sinar Naga Mariah yang nyata-nyata terlibat dalam penebangan kayu di areal kawasan hutan kaki bukit Sipiso-piso. *RED


Share To:

Harian Central

Post A Comment:

0 comments so far,add yours