Tak Tahan Nafsu, Ayah Cabuli Anak Tirinya

Share it:


TEKS FOTO: Ibu Kandung Dan AnaKnya Di Bawah Umur Saat Melaporkan Ayah Tirinya Di Polsek Helvetia Medan. *hariancentral.com-Ist

MEDAN-hariancentral.com: Diduga mempunyai kelainan seksual ini, Ibrahim (40) Ayah tiri digiring oleh masyarakat yang geram atas tingkah lakunya ke kantor Polisi Sektor Helvetia. Pelaku yang kuat dugaan mempunyai penyakit pedofelia (seks terhadap anak-anak), hanya bisa terdiam, Kamis (27/4).

Informasi yang berhasil dihimpun awak media, warga yang geram diakibatkan karena Ibrahim merupakan pelaku pencabulan terhadap anak tirinya sendiri yang masih duduk dibangku kelas satu SD. Ibrahim pun sempat menjadi bulan-bulanan massa, karena sebelumnya pelaku akan memukul istrinya karena ketahuan melakukan seks menyimpang terhadap anak tirinya.

"Aku menanyakan kenapa dia melakukan hal itu kepada anaknya. Eh malah marah-marah, dan mau mukul ku. Aku pun berteriak, orang-orang pun datang," cerita istrinya Dedek Tampubolon saat diwawancarai wartawan.

Dedek yang kesehariannya berdagang cabe ini menceritkan kebiadaban suaminya tersebut. Ia baru tahu tingkah biadab suaminya tersebut setelah AN (7) mengatakan kepada dirinya, bahwa kemaluannya merasakan sakit dan meminta untuk membawa dirinya berobat.

"Hari Minggu (25/4) kemarin, anakku yang nomor dua si AN. Ngomong sama ku, itunya (kemaluan) sakit. Pas kuperiksa sendiri, tidak ada apa-apa. Tapi dia masih mengeluhkan sakit. Ku bawa lah dia ke dokter," jelasnya.

Dedek pun membawa anaknya tersebut ke sebuah klinik untuk memeriksakan penyakit yang dikeluhkan anaknya tersebut. Namun alangkah terkejutnya melihat hasil pemeriksaan terhadap anaknya itu. Terkejut bukan kepalang, setelah dokter mengatakan kemaluan anaknya rusak, dan mendapati ada sperma yang tertinggal dikemaluannya tersebut. "Aku terdiam setelah mendengar pernyataan dokter yang memeriksa anakku," ujarnya.

Tidak hanya disitu, Dedek terus memaksa anakknya untuk menceritakan apa yang telah terjadi kepada anaknya. AN mengatakan dirinya telah diperbuat hal tidak senonoh oleh ayahnya yang juga suami Dedek. AN menceritakan, saat rumahnya kosong ia dipaksa oleh ayahnya masuk kedalam kamar. Dirinya diancam dibunuh jika tidak mengikuti apa yang diperintahkan ayahnya tersebut.

"Aku dipaksa oleh bapak kedalam kamar. Sesampainya dikamar aku dipaksa oleh ayah untuk mengikuti apa yang dibilangnya. Kalo aku bilang ke mamak, aku akan dibunuh ayah," terang Dedek menirukan perkataan AN.

Bukan hanya AN yang menerima perlakuan tindakan yang tidak senonoh itu. Anak tiri Dedek yang pertama yang duduk di kelas enam Sekolah Dasar, GD (12) juga mengaku kepada ibunya pernah digrayangi oleh ayahnya ketika rumah kosong beberapa waktu yang lalu.

Pelaku yang juga kesehariannya bekerja sebagai pedagang cabe di Pajak Glambir V sempat ingin menghajar istrinya karena telah mengetahui kelakuannya tersebut. Karena mendengar Dedek berteriak, warga beramai-ramai mendatangi rumah pelaku yang terletak di Jalan pasar 1 Pantai Timur Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Helvetia. Mendengar cerita Dedek, warga sempat memukul pelaku dan membawanya ke kantor Polisi.

Kapolsek Sektor Helvetia Kompol Hendra mengatakan sudah mengamankan pelaku. Hendra mengatakan pelaku sudah ditahan dan diamankan guna diperiksa lebih lanjut. "Iya, pelaku sudah ditahan dan diamankan saat ini. 

Pelaku sedang kami periksa guna menggali informasi dan mengumpulkan bukti," pungkas pria dengan bunga satu dipundaknya ini.

Hal senada dikatakan Kanit Reskrim Polsek Helvetia, IPtu Made Yuda mengatakan kini pelaku sudah diamankan dan korban beserta saksi saki lainnya masih diperiksa,.

“Pelaku akan terjerat di undang undang perlindungan anak pasal 80 dengan ancaman hukuman 10 sampai 15 tahun penjara,” tegasnya. *MRH 

Share it:

Hukum

Kriminal

Medan

NEWS

Post A Comment:

0 comments:

Iklan Layanan Masyrakat

MEDAN-hariancentral.com