TEKS FOTO: Tersangka Suhadi Winata di salahsatu ruang pemeriksaan Kejari Binjai. *hariancentral.com-Ist

BINJAI-hariancentral.com: Penanganan kasus dugaan korupsi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai sarat dengan kepentingan. Pasalnya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Binjai, Wilmar Ambarita SH, enggan memberikan keterangan kepada para wartawan, Kamis (20/4).

Indikasi banyaknya kepentingan dari orang nomor satu di Kejari Binjai itu ditunjukkannya saat sejumlah awak media ingin meliput pemeriksaan atas nama Suhadi Winata sebagai tersangka korupsi Alat Kesehatan di Dinas Kesehatan (Dinkes) tahun 2012 bersumber dari APBN dengan pagu anggaran Rp8 miliar.

Dimana sebelumnya, sejumlah awak media mendapat informasi Suhadi Winata menjalani pemeriksaan dan dikabarkan akan langsung ditahan.

Ketika sejumlah awak media berada di Kejari, didapati Suhadi Winata yang merupakan PNS Pemkot Binjai duduk sendiri di ruangan kosong.

Lantas, sejumlah awak media ingin konfirmasi ke Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Binjai, Herry P Situmorang. Sayang, Kasipidsus belum dapat memberikan keterangan, karena belum ada petunjuk dari Kajari, Wilmar Ambarita.

"Saya belum dapat petunjuk mengenai Suhadi Winata. Langsung saja ke bapak Kejari," katanya, Kamis (20/4).

Ironisnya, Kajari Binjai, Wilmar Ambarita tidak dapat ditemui. Seorang staf wanitanya menyarankan agar konfirmasi langsung ke Kasipidsus. “Kata bapak (Kajari) konfirmasi langsung ke Kasipidsus,” ujar seorang staf wanita Kajari.

Herry yang mendengar informasi tersebut pun merasa kebingungan. Herry pun mengatakan tidak bisa memberikan keterangan.

Hanya berjarak lima meter dari ruangan Kasipidsus, tersangka Suhadi Winata berada di ruangan kosong sendirian. Sembari merokok, Suhadi duduk di sudut ruangan sembari memainkan handphone.

Menggunakan jaket berbahan Jeans, Suhadi mengatakan diminta datang untuk dimintai keterangan soal kasus dugaan korupsi Alkes tahun 2012 di Dinkes Binjai. Namun sebelumnya, wartawan mendapat informasi Suhadi Winata sedang menjalani pemeriksaan dan dikabarkan akan langsung ditahan.

Tak Balas Konfirmasi

Saling buang bola terus terjadi. Akibatnya, informasi terkait pemeriksaan tersangka korupsi pun sulit didapat. Setelah ditunggu beberapa menit, Kajari dan Kasipidsus tetap tak menemui wartawan.

Sementara itu, dari informasi yang berkembang, Kajari disebutkan memiliki kepentingan terhadap kasus tersebut. Pasalnya, saat ini Kajari sudah menjabat selama 3 tahun dan disebut-sebut memiliki kedekatan dengan orang nomor satu di Kota Binjai.

Karena hubungan dekat itu, Kajari dikabarkan enggan menahan tersangka. Sementara, pihak jaksa ingin melakukan penahanan. Karena perbedaan pendapat, akhirnya Kasi Pidsus tak dapat memberi keterangan.

Ironisnya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Binjai, Wilmar Ambarita, tetap tidak membalas pesan singkat wartawan saat dikonfirmasi via selulernya terkait tersangka tidak akan ditahan karena arahan atau petunjuknya.

Sebelumnya, tersangka lainnya Direktur Cahaya Anak Bangsa, Fadil Gumala Harahap selaku rekanan dan Nitra Herawaty alias Mami berhasil ditangkap petugas kejaksaan setelah masuk dalam daftar pencarian orang.

Fadil ditangkap dipersembunyiannya di Simeuleu, Aceh dan Nitra Herawaty alias Mami diciduk Kejaksaan Agung di Jakarta. *RED




Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: