TEKS FOTO: Pelaksana Harian Walikota Pematangsiantar, Hefriansyah SE MM sidak ke RSUD dr Djasamen Saragih, Rabu (12/4). *hariancentral.com-Ist
PEMATANGSIANTAR-hariancentral.com: Pelaksana Harian Walikota Pematangsiantar, Hefriansyah SE MM bersama Staf Ahli Walikota Drs Pardamean Silaen MSi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Djasamen Saragih, Rabu  (12/4).
Hefriansyah yang tiba di RSUD sekitar pukul 9.45 WIB melihat langsung aktivitas pelayanan oleh tenaga medis. Selain berdialog langsung dengan para pasien, kedatangannya sekaligus untuk meminta tanggapan dari para Perawat, Bidan dan Pegawai, guna membenahi layanan yang ada di RSUD Djasamen.
Pelaksana Harian (Plh) Walikota Pematangsiantar ini mengaku sangat kecewa melihat para pasien yang sudah lama antri, namun belum ditangani semestinya. Apalagi, hal ini disebabkan oleh karena sejumlah dokter belum datang untuk melayani pasien.

Kondisi ini geram Plh Walikota, karena selama ini mereka kurang disiplin, sehingga sudah menjelang tengah hari masih banyak dokter yang belum datang. Melihat hal itu Hefriansyah sontak marah-marah kepada petugas, karena melihat layanan yang tak maksimal kepada pasien, terutama para orangtua lanjut usia.
“Kedatangan saya  ke sini untuk melihat langsung bagaimana pelayanan para dokter dan perawat yang ada di sini. Jangan sampai rumah sakit Siantar sebesar ini, tapi layanannya tidak beres. Untuk itu, kita harus cari pemimpin di rumah sakit ini yang pantas, layak dan direkomendasikan oleh kita bersama, bukan karena ada rekomendasi orang lain, atau rekomendasi saya sendiri,” katanya sembari berjalan menyusuri sejumlah ruangan. Saat sidak, Plh Walikota tampak didampingi sejumlah dokter, diantaranya Dr Maya Damanik dan Dr Harlen Saragih, dimana keduanya pernah menjadi Wakil Direktur. Juga tampak Dr Ronald Saragih, Kepala Dinas Kesehatan yang juga Plt Direktur RSUD Djasamen.  

Hefriansyah kemudian melihat sejumlah ruangan, seperti di ruangan Plorensit terlihat masih digembok. Di ruangan berikutnya, Plh Walikota disambut oleh sejumlah perawat. “Maju dan berkembangnya, bahkan mau tutupnya RSUD dr Djasamen Saragih bukannya ada untungnya bagi saya sebagai Plh Walikota. Namun untuk bapak ibu para perawat, bidan dan pegawai di lingkungan rumah sakit ini,” tegasnya.

Hefriansyah juga sempat bertanya kepada para perawat, bidan dan pegawai, siapa yang layak memimpin RSUD dr Djasamen Saragih. Para tenaga medis mengharapkan agar sosok yang memimpin RSUD dr Djasamen Saragih merupakan orang yang mempunyai hati dan berpengabdian yang tinggi. Di samping tentunya mempunyai SDM yang tepat dan bersikap netral, bukan berasal dari kepentingan dari orang-orang tertentu.

“Kalau boleh yang memimpin RSU ini dari luar, seperti di daerah lain yang memimpinnya dari Kementrian Kesehatan, sehingga pelayanan di RSUD Djasamen Saragih semakin profesional dan bebas kepentingan,” ungkap para perawat.
Sejumlah pasien serta pengunjung RSUD dr Djasamen Saragih mengeluhkan sistem antrian pendaftaran pasien di rumah sakit tersebut. Banyak yang sudah lama menunggu antrean namun belum juga ditangani. Hefriansyah kemudian mendatangi para pasein yang tengah antri.

“Saya marah-marah tadi di ruangan sana, karena melihat pasien yang tak ditangani karena dokternya belum datang. Kita mau rumah sakit ini melayani semua yang berobat ke sini dilayani dengan baik. Saya tadi membayangkan, bagaimana kalau orang tua saya diperlakukan seperti itu,” tutup Plh Walikota kepada para pasien seraya mendengarkan berbagai keluhan pasien. *RED

Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: