TEKS FOTO: Seminar Ekklesiologi HKBP Wilayah II di Sapadia Hotel Jalan Diponegoro Pematangsiantar, Kamis (20/4). *hariancentral.com-Ist

PEMATANGSIANTAR-hariancentral.com: Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt Dr Darwin Lumbantobing membuka secara resmi Seminar Ekklesiologi HKBP Wilayah II di Sapadia Hotel Jalan Diponegoro Pematangsiantar, Kamis (20/4).

Peserta seminar ini merupakan para pendeta dan utusan jemaat yang ada di Distrik V Sumatera Timur, Distrik VII Samosir, Distrik XIII Asahan Labuhan Batu, Distrik XIV Tebingtinggi Deli dan Distrik XXIV Tanah Jawa.

Turut hadir pada acara ini, Bupati Simalungun, Dr JR Saragih SH MM dan Wakil Walikota Pematangsiantar yang diwakili Plt Sekda, Ir Reinward Simanjuntak MM, Praeses Distrik V Sumatera Timur, Pdt Same Siahaan STh selaku Ketua Panitia, para Praeses masing-masing Distrik di Wilayah II, para Dosen Sekolah Tinggi Theologia (STT) HKBP. Narasumber seminar ini adalah Ephorus Emiritus, Pdt Dr Bonar Napitupulu dan Ephorus Pdt Dr Darwin Lumbantobing, dengan Moderator, Pdt Tendens Simanjuntak STh.

Dalam arahannya, Ephorus mengatakan bahwa Seminar ini bertujuan untuk memperoleh masukan dari warga jemaat, pelayan HKBP serta pemerhati HKBP dalam memberikan gambaran kehidupan dan pengalaman HKBP dalam hidup bergereja dalam pergumulan teologisnya.

Pemahaman ekklesia suatu Gereja merupakan pamahaman mendasar tentang keberadaan dan kehadiran Gereja secara institusional. “Pemahaman Ekklesiologi-lah yang menentukan struktur hierarti jabatan dan mekanisme pengambilan keputusan Gereja.

Pemahaman ekklesiologis itu pula yang menentukan tipe atau model bergereja secara institusional dari suatu Gereja. “Oleh karena itu, seminar ini dirasakan penting dalam rangka mencari masukan guna merumuskan kembali pemahaman ekklesiologis HKBP dalam rangka amandemen Aturan Peraturan HKBP,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Simalungun, JR Saragih dan Plt Sekda Reinward Simanjuntak turut memberikan sambutan sekaligus ucapan selamat atas penyelenggaraan seminar tersebut. Keduanya mengharapkan agar seminar ini melahirkan ide-ide maupun pemikiran cemerlang yang memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan warga jemaat.

“Karena Gereja, pemerintah dan masyarakat harus bergandengan tangan serta membangun hubungan yang linier, meski dalam lingkup tugas masing-masing. Melalui seminar ini, kita berharap peran Gereja semakin terlihat di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks, yang sekaligus pula bisa membantu pemerintah dalam pelayanan publik,” ujar Reinward. *RED
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: