Rekanan Alkes RSU Sidikalang Ditahan

Share it:


TEKS FOTO: Direktur CV Rezky Abadi Lestari, Idam Koes hendarto (tutup wajah) saat dibawa penyidik ke ruang tahanan. *hariancentral.com-Ist

SIDIKALANG-hariancentral.com: Direkrut CV Rizky Abadi Lestari, Idam Koes Hendarto resmi ditahan dan penyidik Tipikor Polres Dairi, baru-baru ini. Ia merupakan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) RSU Sidikalang tahun 2012 senilai Rp2,3 miliar.

Kasat Reskrim Polres Dairi, AKP Agus Butarbutar membenarkan pihaknya melakukan penahanan terhadap Direkrut CV Rizky Abadi Lestari, Idam Koes Hendarto selaku rekanan pengadaan alkes RSU Sidikalang tahun 2012.

Saat diminta penjelasan lebih jauh, Agus Butarbutar tidak bersedia dan menyatakans proses dugaan korupsi ini akan terus dilakukan pengembangan.

Diketahui Idam Koes Hendarto sebelu  dilakukan penahanan sempat menjalani pemeriksaan, Kamis (20/4) sejak pukul 14.00 WIB. Usai diperiksa sekira pukul 21.00 WIB, Idam Koes Hendarto yang didampingi pengacaranya, akhirnya ditahan. Pemeriksaan kali ini, adalah panggilan kedua kepada tersangka Idam Koes Hendarto.

Selain Idam Koes Hendarto, penyidik juga telah melakukan penahanan terhadap dua tersangka lainnya. Diantaranya, Ketua Panitia Lelang,  Mico Lestari Marbun sudah ditahan terlebih dahulu pada , Senin (10/4/2017) lalu. Ketua panitia lelang yang bertanggungjawab dalam kepanitiaan lelang.

Lalu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Nurhasianta Manik telah dijatuhi vonis kurungan penjara dua tahun sepuluh bulan oleh Pengadilan Tipikor. Meski demikian, penyidikan dan penyelidikan masih terus dilakukan.

Kasus ini terungkap setelah panitia lelang memenangkan rekanan yang tidak memenuhi syarat dalam mengerjakan proyek tersebut. Mereka memenangkan rekanan CV Rizky Abadi Lestari yang tidak lengkap persyaratannya.

Rekanan tidak memiliki lisensi dari Kementerian Kesehatan RI. Lanjutnya, terkait adanya perintah dari atasannya untuk memenangkan rekanan itu, nanti kita lihat. Proses penyelidikan terus berjalan.

Akibat perbuatan itu, negara merugi sebesar Rp551.374.000. Pengadaan alat kedokteran, kebidanan dan penyakit kandungan (Ponek) dengan pagu Rp2.304.374.000 tahun 2012. *TIM



Share it:

daerah

Hukum

Korupsi

NEWS

Post A Comment:

0 comments:

Iklan Layanan Masyarakat

MEDAN-hariancentral.com