TEKS FOTO: Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Medan, Farida Aruan SE. *hariancentral.com-Ist

MEDAN-hariancentral.com: Ketua Indonesia Nurses Association/Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Medan, Farida Aruan mengatakan, bagi perawat yang ingin bekerja/berparktik pada instansi Rumah Sakit (RS) dan juga Tempat Klinik yang bersangkutan harus mengantongi Surat Tanda Registrasi (STR) dan yang belum memiliki STR dinyatakan tidak bisa melakukan praktik

"Jadi yang boleh bekerja dan berpraktik di Rumah Sakit dan Tempat Klinik cuma perawat yang kantongi STR saja," tururnya kepada hariancentral.com  disela-sela acara Seminar & Workshop yang diadakan PPNI Kota di Kantor PPNI Jalan Pukat/Jalan Mandala By Pass Gang Pepera Nomor 7 Medan/Klinik Tegal Sari Kecamatan Medan Denai Kelurahan Mandala. 

Menurutnya, perawat yang wajib mengikuti STR adalah perawat yang kelulusan pada bulan Agustus 2013 ke atas untuk mengikuti ujian kompetensi yang penyelenggarannya adalah pihak yang ditunjuk resmi oleh pemerintah. dimana yang  meregistrasi STR tersebut melalui Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI)

"Keuntungan perawat yang telah memiliki STR, ujarnya maka yang bersangkutan akan dapat berpraktik pada dua tempat, pertama praktik Mandiri (praktik rumah)  dan pelayanan. di Rumah Sakit," ujarnya
 
Dikatakan, sampai dengan saat ini, PPNI Kota Medan telah memiliki keanggotaan berjumlah 6 ribuan perawat yang tersebar di berbagai daerah, selain berpraktik di Rumah Sakit Pemerintah, Swasta ada juga yang berpraktik di Klinik "Paling banyak perawat kita yang bekerja di RS Adam Malik dan Pirngadi.' ujarnya.

Disisi lain lain Farida Aruan menjelaskan. tujuan seminar dan workshoop yang diselenggarakan PPNI Kota Medan merupakan kegiatan bulanan yang mana sebagai kebutuhan Reregestrasi bagi lulusan perawat. dan kependidikan keperawatan yang telah memiliki Surat Tanda Registrasi (STR).

Selain itu juga, kegiatan ini dalam rangka mengapdet ilmu keperawatan sekaligus untuk memiliki Reregestrasi ada 25 Satuan Kredit Profesi (SKP)  untuk meraih nilai beban SKP ini, perawat harus melaksanakan berbagai kegiatan berupa mengikuti seminar, Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) penelitian, bakti sosial serta bergabung pada suatu majelis misalnya pengurus Masjid maupun pengurus Gereja dan lain-lain.

Pada kesempatan itu, Farida meminta instansi yang mengeluarkan STR untuk tidak membani perawat dengan cara memungut uang dengan jumlah  Rp 100 ribu perorangnya.Sebaiknya itu digratiskan sajalah. "Kalaupun bayar jangan lagi pengeluaran STR sampai waktu yang berlarut-larut. "Tak elok itu karena akan mempelambat perawat untuk melakukan praktik di RS, " ungkapnya. *PUL
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: