TEKS FOTO: Petugas PLN Kota Medan saat memeriksan belakang ruko yang diketahui sumber pencurian arus listrik. *hariancentral.com-Ist

MEDAN-hariancentral.com: Komisi C DPRD Kota Medan sangat menyesalkan kejadian pencurian arus listrik oleh salah seorang pengusaha bangunan di ruko miliknya di Jalan Mabar, Lingkungan XI Kelurahan Sidodadi Kecamatan Medan Timur, Selasa (18/4).

Diketahui pencurian arus listrik tersebut dilaporkan salah seorang warga kepada PT PLN Kota Medan Jalan Listrik Medan.

Selanjutnya, petugas PLN turun ke lokasi bersama pihak Satsabhara Polretabes Medan dan didampingi staf kelurahan beserta Kepling XI.

Parahnya, tetangga yang berdampingan dengan ruko yang diketahui mencuri arus tersebut tidak mengetahui jika arus listrik dicuri dari Mustang listrik salah satu rumah warga di belakang ruko milik pengusaha bangunan tersebut yang bernama Vivi.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Medan, Anton Panggabean SE MSi menanggapi kasus pencurian arus listrik tersebut menghimbau agar temuan masyarakat atas adanya pencurian arus listrik yang dilakukan salah seorang warga keturunan Tionghoa bernama Aan alias Tony Billy di ruko (rumah toko) miliknya dilakukan tindakan tegas dengan memberikan sanksi baik administrasi hingga pemutusan arus listrik di rumah toko yang diketahui mencuri arus listrik tersebut.

“Kita minta kepada pihak PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Kota Medan, segera melakukan penindakan tegas kepada warga yang diketahui telah melakukan pencurian arus listrik tersebut, mengingat bahaya pencurian arus listrik selain mengakibatkan kerugian bagi Negara juga dapat menyebabkan terjadinya kebakaran yang diakibatkan arus pendek listrik yang tidak aman,” terang Anton.

Politisi dari Partai Demokrat Kota Medan ini juga meminta agar warga Kota Medan tidak melakukan pencurian arus listrik hanya karena agar dapat memakai arus yang lebih besar namun pembayaran gratis atau sangat murah. 

“Banyak kasus kebakaran disebabkan karena ulah seseorang yang melakukan pencurian arus listrik. Negara juga memiliki Undang-Undang Ketenagalistrikan, sehingga bagi siapa saja yang melakukan pencurian arus listrik sesuai Pasal 51 ayat (3) UU Ketenagalistrikan sebagai berikut: Setiap orang yang menggunakan tenaga listrik yang bukan haknya secara melawan hukum dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan denda paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah),” jelas mantan Ketua Komisi C DPRD Kota Medan ini lagi.

Sementara itu, Zulkifli Sitepu, SE dari Fraksi PPP menambahkan, agar pihak PT PLN bekerjasama dengan pihak kepolisian segera menindak tegas para pelaku tindak pencurian yakni pencurian arus listrik, karena selain merugikan Negara juga merugikan masyarakat Kota Medan pengguna listrik. 

“Bayangkan saja, PLN menaikkan arus listrik, yang diberatkan kita sebagai warga masyarakat, toh ada orang mencuri arus listrik jangan dibiarkan, tindak tegas agar membuat jerah pencuri arus listrik yang lain, PLN sering mengeluh mengalami kerugian, maka jika diketahui ada laporan masyarakat tentang adanya pencurian arus listrik segera ditindak lanjuti dan diberikan sanksi, apalagi saya dengar yang mencuri arus listrik tersebut adalah pengusaha bahan bangunan,” tukasnya kesal. *RED



Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: