Skip to main content

Pengakuan Terdakwa Di Pengadilan : Oknum Brigadir Arih Sinuhaji Memiting Dan Mencekik Leher Korban



TEKS FOTO: Ketiga terdakwa yang dihadapkan ke pengadilan dalam agenda pemeriksaan terdakwa. *hariancentral.com-Syamsul Bahri Star

PANCURBATU-hariancentral.com: Sidang perkara pembantaian terhadap Tahan Ginting (44) pengusaha galian tanah timbun dan pasir di Desa Namorih, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang yang terjadi pada Sabtu, 22/10/2016 semakin menjadi perhatian pengunjung sidang.

Tiga terdakwa yang dihadapkan ke kursi pesakitan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam yang bersidang di Pancurbatu, baru-baru ini mulai buka mulut ketika sidang yang dipimpin Majelis Hakim diketuai Abraham Ginting SH melakukan pemeriksaan terhadap tiga terdakwa.

Tidak seperti ketika dilakukan pemeriksaan saat terdakwa berada di Mapolrestabes Medan, Brigadir Arih Sinuhaji seakan luput dari jeratan hukum karena tidak terlibat melakukan penganiayaan hingga menewaskan Tahan Ginting yang warga Jalan Bakti, Desa Baru, Kecamatan Pancurbatu ini.    

Pada sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dicky Wirawan Sitinjak SH menghadapkan tiga terdakwa yakni Roni Gunawan Tarigan (35) warga Jalan Namorih, Gang Penungkiren, Desa Lama, Pancurbatu, Roni Bangun alias Oni (34) warga Desa Namorih, Pancurbatu dan Jeremia Rukun Tarigan alias Batut (37) warga Desa Namorih, Pancurbatu. Para terdakwa didampingi penasehat hukumnya Harapenta Sembiring SH MH, Suhandri Umar Tarigan SH, Lukman Nasution SH, Rico Simanjuntak SH.

Terdakwa Roni Gunawan Tarigan di persidangan menjelaskan pada hari sebelum kejadian, ia lagi minum di sebuah warung kopi dekat Gereja GBKP Desa Namorih. Tak lama kemudian datang Jimmi Christian Tarigan alias Pa Gesek bersama Jaya Tarigan.

 Pa Gesek menyuruh Roni Tarigan untuk memanggil Roni Bangun alias Oni karena Tahan Ginting tidak mau memberi tanah timbun yang dimintanya. Roni segera menjemput Oni lalu kembali menemui Pa Gesek dan Jaya Tarigan.

Kedua terdakwa Roni dan Oni bersama dengan Pa Gesek dan Jaya Tarigan menuju ke lokasi Pantai Lubin untuk menemui Tahan Ginting. “Begitu tiba di gerbang Pantai Lubin, Pa Gesek sempat cekcok mulut dengan korban,” ujar Roni Tarigan.

Tak lama setelah berada di gerbang Pantai Lubin, kata Roni,  datang dump truk hendak masuk ke Pantai Lubin. Terdakwa Roni dan Oni menghadang truk tersebut sambil memukul-mukulkan parang mereka ke bagian ban truk. Korban pun kemudian datang dan menegur kedua terdakwa. Karena ditegur, terdakwa Roni dan Oni pergi meninggalkan lokasi.  

Tapi tiba-tiba datang Brigadir Arih Sinuhaji yang merupakan anggota Polsekta Pancurbatu sekaligus sebagai Polmas di Desa Namorih. Arih menyuruh korban melepaskan parangnya, seraya mengatakan dirinya Polisi. Tapi korban balik menanyakan mana surat tugas kepada Brigadir Arih Sinuhaji. “Arih Sinuhaji tidak bisa memperlihatkannya,” terang Roni Tarigan.

Melihat keberadaan Pa Gesek ditempat itu, kata Roni, korban langsung mengejarnya sambil menenteng parangnya. Pa Gesek lari menghindar tapi terjatuh. Begitu juga dengan korban yang mengejarnya terjatuh dengan posisi telungkup. Arih menerkamnya dan menindihnya serta mencekik leher korban. Arih sempat mengatakan, ambil gari. Karena gari tidak ada Arih menyuruh ambil tali. Begitu ditemukan tali plastik, Roni mengikat kedua tangan korban,

Sementara Oni mengikat kedua kaki korban. Karena ikatan dikedua kaki korban kurang ketat, Arih menyuruh diketatkan. Terdakwa Jeremia Rukun Tarigan alias Batut mengetatkan tali di kedua kaki korban.

Pendeta Andreas Josep Tarigan, kata Roni, mendekati korban serta memperlihatkan tato di dadanya. Pendeta ini kemudian menghempaskan kepala korban ke bebatuan yang ada ditempatnya telungkup hingga dari mulut korban mengeluarkan darah segar. 

Terdakwa Roni Bangun alias Oni mengaku, dirinya dijemput Roni Tarigan ke rumahnya lalu bersama Roni Tarigan, Jimmi dan Jaya pergi menuju ke Pantai Lubin. Namun Oni menyatakan kalau yang mengajaknya ke Pantai Lubin bukan Jimmi, tapi Roni Tarigan. Sementara, sebelumnya,  dari hasil pemeriksaan di kantor polisi dan telah dimasukkan dalam BAP, terdakwa  Oni mengaku yang mengajak mereka ke Pantai Lubin adalah Jimmi Christian Tarigan.

Termasuk juga mengenai pengakuannya yang mengatakan, kalau dirinya membawa parang karena disuruh oleh terdakwa Roni Tarigan. Ketika Majelis Hakim mempertanyakan hal itu, terdakwa Roni Gunawan Tarigan membantahnya. “Tak ada saya suruh dia (Oni) untuk membawa parang Pak Hakim,” ucap Roni Tarigan. 

Terdakwa  Jeremia Rukun Tarigan alias Batut mengaku,  saat kejadian dirinya sedang melintas lalu berhenti di tempat kejadian. Begitu mendengar Arih Sinuhaji menyuruh mengetatkan tali di kedua kaki korban, terdakwa Batut spontan mengetatkannya. “Saya hanya mengetatkan ikatan tali di kaki korban, mendengar permintaan Arih,” ujar Batut.

Merasa terdakwa berbelit-belit memberikan keterangan, Majelis Hakim sempat mengingatkannya untuk lebih baik berterus terang dari pada berbelit-belit. Kepada Jaksa ditegaskan Hakim bahwa ketiga terdakwa hanya berperan kecil tapi mengakibatkan korban tewas.

 “Untuk itu, kami minta agar Jaksa menuntut ketiga terdakwa ini dengan hukuman maksimal,” tegas Hakim Edward Sihombing. Untuk mendengarkan saksi adecharge dari yang diajukan Penasehat Hukum terdakwa Roni Tarigan, sidang diundur hingga Selasa depan. *STAR


Comments

Popular posts from this blog

PERMASALAHAN YANG ADA DI DANAU TOBA

Danau toba | 
hariancentral.com Apa latar belakang orang mau ke Danau Toba ? tentu saja adalah pemandangannya  , airnya yang biru dan  objek-objek wisata yang ada di danau toba dan hal yang bersifat artifisual. Artinya artifisual adalah yang dibuat manusia sesuai dengan perkembangan zamannya, itulah sebabnya orang mau tertarik datang ke danau toba.
Jika melihat danau toba orang akan takjub karena keunikannya, berada 903,5m diatas permukaan laut. Danau toba adalah sebuah danau tektonik-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer lebar 30 kilometer terletak di provinsi Sumatera Utara, yang merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ditengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama pulau Samosir, itu merupakan suatu gambaran yang membuat danau toba bagus, airnya begitu jernih, dulu kala jika orang penduduk setempat tidak tubo atau tidak sarapan pagi cukup dengan mangura air. Mangura air adalah air  danau toba itu diambil ke kaleng, kemudian diberi garam cabe dan asam…

Papan Reklame Liar Menjamur di Kota Medan, DPRD Desak Walikota Copot Syampurno Pohan

TEKS FOTO: Drs Heri Zulkarnaen MSi. *hariancentral.com-Ist
MEDAN-hariancentral.com: Masih berdirinya papan reklame di 13 titik ruas jalan di Kota Medan, menunjukkan ketidakseriusan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan Syampurno Pohan untuk melakukan penertiban.
Papan reklame dan baliho masih terpampang di Jalan Sudirman, Jalan Pangeran Diponegoro termasuk Jalan Imam Bonjol Medan. Seolah Syampurno Pohan melakukan pembiaran.
Anggaran dana Rp900 juta sudah dipergunakan dari Rp2,8 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA 2016 Kota Medan, dinilai berbagai kalangan merupakan pemborosan anggaran yang dilakukan, namun tidak menghasilkan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Medan.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu MSi kepada hariancentral.com di ruang kerjanya, Selasa (30/5) mengatakan, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari Syampuno Pohan selaku Kepala Dina…

Pelantikan Pejabat Eselon di Tobasa Dimulai

TOBASA, hariancentral.com: Setelah memenuhi syarat untuk melakukan pelantikan dan pengangkatan pejabat seperti tertuang dalam UU No 5 tahun 2014 tentang larangan 6 (enam) bulan Kepala Daerah setelah menjabat tidak dapat melakukan pelantikan atau pengangkatan pejabat, kini lonceng pelantikan dimulai di Tobasa.
Bupati Toba Samosir (Tobasa) yang diwakili Sekda Drs Audy Murphy Sitorus SH MHum, baru-baru ini di Balai Data Kantor Bupati,melantik dan mengambil sumpah 2 (dua) pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten.
Kedua pejabat yang dilantik Bupati Tobasa itu,masing-masing Marlin Marpaung sebagai Kepala Bidang Teknologi Pangan & Holtikultura dan Lintong Sitorus sebagai Kepala Bidang Peternakan.
Kedua pejabat yang dilantik itu,untuk mengisi jabatan yang kosong,salah satu jabatan karena pejabatnya ditahan terkait kasus korupsi dan lainnya karena pejabat tersebut mengundurkan diri.
Saat itu juga, Bupati menyerahkan surat Pelaksana Tugas (Plt) jabatan Kepala Dinas kepada Kepal…