TEKS FOTO: Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Agus Andrianto memaparkan hasil penyelidikan atas kasus pembunuhan satu keluarga di halaman gedung Ditreskrimum Polda Sumut, Selasa (11/4). *hariancentral.com-Ist

MEDAN-hariancentral.com: Pasca pembunuhan satu keluarga seorang mandor pupuk, berdasarkan pengembangan aparat Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) telah menetapkan Andi Lala sebagai tersangka tunggal pelaku pembunuhan keji terhadap Ryanto dan keluarganya, beberapa hari yang lalu.

Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Agus Andrianto memaparkan hasil penyelidikan atas kasus ini di halaman gedung Ditreskrimum Polda Sumut, Selasa (11/4).Jenderal bintang satu ini juga menunjukkan foto Andi Lala saat memaparkan tersangka pembunuhan sadis itu.

Berdasarkan fakta dan sejumlah barang bukti, aparat Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) menetapkan Andi Lala sebagai tersangka tunggal pelaku pembunuhan keji terhadap Riyanto dan keluarganya, pada Sabtu lalu (8/4).

"Tim Gabungan Polda Sumut, Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Labuhan menemukan 4 (empat) buah HP korban, Laptop, tas sekolah dan kartu SPP serta STNK milik para korban di kediaman Andi Lala," ujar Wakapoldasu.

Menurutnya, dari sejumlah TKP yang diolah oleh petugas, diperoleh alat bukti berupa Keterangan saksi dan petunjuk yang mengarah ke Andi Lala.

"AL, pria berusia 34 tahun, pekerjaan Tukang Las, warga jalan Pembangunan II, desa Skip, Kecamatan Lubuk Pakam, Deli Serdang," tutur Wakapoldasu.

Hasil penyelidikan dan pengembangan kasus tersebut sepertinya sudah tercium oleh tersangka, terbukti saat petugas hendak menggerebek di rumahnya, Andi (tersangka) sudah melarikan diri.

Sebelum pembnuhan itu terjadi ternyata Andi Lala merental mobil Xenia milik Ucok Gondrong, warga Jalan Mesjid II, Lubuk Pakam, melalui istri Ucok yang bernama Sutini dengan modus hendak berangkat ke Parapat.

Hal ini merupakan pengakuan istri Andi Lala, yang bernama Reni Safitri, dimana Andi Lala menjemput Reni di Kampung Pon, Serdangbedagai pada Minggu (9/2), dengan menggunakan mobil tersebut.

Berdasarkan dua fakta di atas dapat disimpulkan bahwa Andi Lala mengendarai mobil tersebut ke rumah Riyanto di Mabar, Mobil yang digunakan Andi Lala tersebut kini disita oleh polisi.

Berdasarkan fakta itu juga, polisi menduga ada tersangka lain yang turut membantu Andi Lala. Karena informasi saksi, setelah melakukan pembunuhan, Andi Lala keluar dari rumah korban dengan mengendarai sepeda motor Vario dengan kecepatan tinggi. Orang yang diduga turut membantu pembunuhan ini kini masih misteri.


Pelaku Bawa HP dan Laptop Korban


Polda Sumut juga merilis sejumlah barang bukti yang menjadi fakta menguatkan dugaan bahwa Andi Lala lah yang membunuh Riyanto dan keluarganya secara sadis. Berdasarkan rilis Polda, Selasa (11/4) dan keterangan saksi tetangga korban, ternyata barang yang dilarikan tersangka Andi Lala bukanlah emas permata atau cincin berlian.

Andi membawa lari 4 (empat) buah HP, satu Laptop, tas sekolah yang didalamnya ada kartu SPP almarhumah Syifa Fadillah, dan sepeda motor Honda Vario beserta STNK-nya.

Empat HP dan Laptop tersebut merupakan barang elektronik yang dapat dikategorikan sebagai media penyimpanan data atau alat dokumentasi. Mengapa Andi Lala bawa HP dan Laptop dari rumah Riyanto? Mudah-mudahan misteri ini dapat segera dipecahkan oleh Tim gabungan Kepolisian.

Polisi menemukan barang bukti tersebut di rumah Andi Lala, di jalan Pembangunan II, desa Skip, Lubuk Pakam.Dalam pelariannya, Andi Lala juga diketahui menggunakan dua unit mobil, yakni Daihatsu Xenia milik Ucok Gondrong, plat BK 1011 HJ dan pick up L300 plat BK 1325 EZ. Dua unit mobil tersebut kini diamankan polisi.


Tersangka Sempat Melayat ke Rumah Duka


Setelah terungkapnya terduga pelaku pembantaian sekeluarga, banyak kalangan dan kerabat dekat merasa tak menyangka. Sebab, Andi Lala masih memiliki hubungan keluarga dengan korban, dan dicap sebagai pembunuh berdarah dingin.

Sebab, pelaku yang masih saudara sepupu dari korban sempat datang ke rumah duka melakukan takjiah alias melayat ketika kelima jenazah tiba di rumah duka setelah dilakukan visum dari rumah sakit.

Hal itu terkuak dari pengakuan paman kandung Yani, Syarifon di rumah duka. Dikatakan pria berusia 50 tahun ini, Minggu (9/4) malam, ketika jenazah tiba di rumah duka, Andi Lala datang bersama istrinya, Reni Safitri dengan menggunakan mobil pick up.

Kedatangan Andi Lala dengan menghampiri Syarifon tak membuatnya curiga. “Malam itu, sempat saya cerita dengan dia (pelaku), dia nanya si Kinara bagaimana keadaannya, saya bilang sudah mulai membaik, tapi dia mulai gelisah, tapi saya tidak curiga dengan dia,” kata Syarifon.

Tak berapa lama berbincang, Andi Lala tiba-tiba menghilang meninggalkan istrinya. “Malam itu saya tak banyak bicara dengan dia, waktu sehabis ngomong itu saya lihat dia sudah pergi,” ungkap Syarifon.

Kemudian, besoknya Senin (10/4), ketika proses pemakaman kelima jenazah berlangsung, pihak kepolisian datang menjemput istri Andi Lala untuk dibawa ke kantor polisi.

“Malam itu, istrinya sempat tidur satu malam di rumah sini (rumah duka), setelah dijemput polisi, sampai sekarang belum tahu kami kabar istrinya. Hari ini kami dengar si Andi Lala sudah ketangkap,” kata Syarifon.

Disinggung soal kepribadian Andi Lala, Syarifon mengaku, selama ini, Andi Lala bekerja sebagai pemasang tratak pesta, mengenai kisruh atau masalah dengan korban tak pernah diketahuinya.
“Dia (pelaku), memang sering berkunjung ke rumah Riyanto, soal mereka ada masalah saya kurang tahu,” ungkap Syarifon lagi.

Hal itu dibenarkan sepupu pelaku, Emi Susanti bahwa Andi Lala datang takjiah bersama istrinya, ‎Reni Safitri takjiah ke rumah duka. “Memang ada malam itu saya dengar datang si Andi Lala nya, tapi saya tak jumpa. Saya cuma lihat istrinya aja, itupun besoknya dijemput polisi,” ungkap Emi di rumah duka.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Yemi Mandagi membenarkan pelaku adalah keluarga dekat korban diketahui bernama Andi Lala. “Benar, tapi yang bersangkutan masih dalam pengejaran karena melarikan diri,” katanya.

Wakapoldasu menghimbau kepada pelaku yang telah diterbitkan status DPO-nya oleh Polda Sumatera Utara agar segera menyerahkan diri secepatnya.

“Jangan sampai masyarakat yang menghakimi karena perbuatan keji saudara lakukan dan akan dilakukan tindakan tegas dan terukur dari aparat penegak hukum diseluruh Indonesia, khususnya Polda Sumatera Utara,” tegas Wakapoldasu. *RED
Share To:

Harian Central

Post A Comment:

0 comments so far,add yours