TEKS FOTO: Warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat menggeruduk kantor ATR/BPN Sumut Jalan Brigjend Katamso, Kecamatan Medan Maimun. *hariancentral.com-Ist

MEDAN-hariancentral.com: Warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menggeruduk Kantor Wilayah Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kanwil ATR/BPN) Sumut Jalan Brigjend Katamso, Kecamatan Medan Maimun.

Mereka meminta keadilan kepada Kanwil ATR/BPN Sumut, karena lahan mereka seluas 554 hektare diklaim sepihak oleh PT Langkat Nusantara Kepong (LNK).

"Waktu digusur, kami mau ambil seragam anak sekolah tidak dikasih. Sekarang, anak kami sekolah tidak pakai seragam," kata Tumini, warga Desa Mekar Jaya, di depan ATR/BPN Sumut, Senin (3/4).

Bahkan, Tumini dan warga lainnya kini harus tidur di tenda. "Kita tidur di sana pakai plastik. Rumah kami sudah digusur sama Kepong," tambahnya.

Menurut Rumini, ia dan teman-temannya sudah belasan tahun tinggal di Kecamatan Wampu. Selama itu, mereka mencari nafkah dengan cara bertani.

"Kami sudah tidak berdaya lagi. Mau makan apa lagi kami ini? Paling yang kami punya cuma singkong rebus," tambah Nisa warga Desa Mekar Jaya lainnya.

Ketua Umum Dewan Pengurus Wilyah Serikat Petani Indonesia (Ketum DPW SPI) Sumut Zubaidah mengutuk keras penggusuran warga Desa Mekar Jaya dari tanahnya sendiri. Tindakan PT LNK sudah melanggar instruksi Presiden Joko Widodo terkait percepatan reforma agraria.

"PT LNK, Pemprov, dan Pemkab telah ingkar kepada instruksi Jokowi sebagai Presiden. Mereka tidak patuh terhadap instruksi reforma agraria," katanya.

Tak hanya itu, lanjut Zubaidah, PT LNK juga mengingkari rapat dengar pendapat dengan DPRD Sumut pada akhir Januari 2017. "Hasil RDP memutuskan agar kedua belah pihak yang berkonflik agar mendinginkan suasana. Apalagi lahan itu sedang dalam status quo," sebutnya. *RED


Share To:

Harian Central

Post A Comment:

0 comments so far,add yours