Skip to main content

Jalur Alternatif Pasar Induk Dengan Simpang Selayang Dibangun : Lau Cih Jadi Pusat Perputaran Ekonomi Kota Medan



TEKS FOTO: Wakil Walikota Akhyar Nasution meninjau jalur alternatif yang menghubungkan Pasar Induk Lau Cih Tuntungan dengan Simpang Selayang. *hariancentral.com-Ist


MEDAN-hariancentral.com: Lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan jalan alternatif yang menghubungkan Pasar Induk Lau Cih Tuntungan dengan Simpang Selayang saat ini sedang dibangun.

Pembangunan jalan alternatif ini dilakukan guna mempermudah masyarakat menuju Pasar Induk Lau Cih. Selain semakin ramai, kehadiran jalan alternatif ini akan menjadikan Pasar Induk Lau Cih menjadi pusat perputaran ekonomi modern di Kota Medan.

Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution ketika mengunjungi pengerjaan jalur alternatif tersebut, Rabu (26/4) menyebutkan, proses pembebasan lahan untuk pembangunan jalan alternatif baru telah selesai dilakukan.

Dikatakannya, Pemko Medan melalui Dinas Perumahan Pemukiman dan Penataan Ruang telah membayarkan ganti rugi bagi warga yang lahannya terkena pembangunan jalan alternatif tersebut.

"Proses pembangunan jalan segera dilakukan, alat berat mulai bekerja membersihkan seluruh lahan yang akan dijadikan jalan. Kita targetkan jalan alternatif ini akan selesai di tahun ini, sehingga akses jalan tembus ini akan menjadikan Pasar Induk Lau Cih lebih berkembang", kata Akhyar didampingi Kadis PU Kota Medan Khairul Syahnan, Kadis Perumahan Pemukiman dan Penataan Ruang Sampurno Pohan dan Camat Medan Tuntungan Gelora KP Ginting SSTP.

Dijelaskan Akhyar, panjang jalan baru sebagai jalur alternatif yang dibangun ini sepanjang lebih kurang 700 meter dan lebar 24 meter. Dengan kehadiran jalan alternatif ini akan membuka akses dari Pasar Induk Lau Cih ke Simpang Selayang. Akhyar berharap jalan alternatif ini akan semakin memudahkan masyarakat menuju Pasar Induk Lau Cih. “Selain semakin ramai, pembangunan jalan alternatif ini akan menjadi pusat perputaran ekonomi modern di Kota Medan,” harapnya.

Selain jalur alternatif, Akhyar juga mengungkapkan, sekitar Pasar Induk juga telah dibangun kantor untuk Polsek. Setelah itu akan dilanjutkan dengan pembangunan Terminal Terpadu Tipe A. “Keberadaan terminal ini, selain menjadikan kawasan Pasar Induk sebagai daerah pertumbuhan baru, juga akan lebih mengintegrasikan alur lalu lintas dari kawasan Karo dan sekitarnya karena tidak lagi memasuki Terminal Pinang Baris,” paparnya.

Selanjutnya, Akhyar memantau langsung pengerjaan awal pembangunan jalan alternatif tersebut. Satu unit exsavator milik Dinas PU Kota Medan diturunkan guna membersihkan pohon yang berada di lahan yang akan dijadikan jalan alternatif tersebut.

Sementara itu Kadis Perumahan Pemukinan dan Penataan Ruang  Kota Medan Sampurno Pohan menjelaskan, pihaknya telah membebaskan lahan seluas 13.488 M2 yang akan dijadikan lokasi pembangunan jalan atlernatif  tersebut.
Pembebasan ditandai dengan pembayaran ganti rugi kepada 45 Kepala Keluarga yang lahannya terkena pembangunan jalan alternatif tersebut.

"Proses pembebasan lahan sudah dilakukan. Untuk hari ini dimulai pembangunannya dengan membersihkan lahan. Kita harapkan tahun ini dapat selesai pengerjaannya,” jelas Sampurno. RED


Comments

Popular posts from this blog

PERMASALAHAN YANG ADA DI DANAU TOBA

Danau toba | 
hariancentral.com Apa latar belakang orang mau ke Danau Toba ? tentu saja adalah pemandangannya  , airnya yang biru dan  objek-objek wisata yang ada di danau toba dan hal yang bersifat artifisual. Artinya artifisual adalah yang dibuat manusia sesuai dengan perkembangan zamannya, itulah sebabnya orang mau tertarik datang ke danau toba.
Jika melihat danau toba orang akan takjub karena keunikannya, berada 903,5m diatas permukaan laut. Danau toba adalah sebuah danau tektonik-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer lebar 30 kilometer terletak di provinsi Sumatera Utara, yang merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ditengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama pulau Samosir, itu merupakan suatu gambaran yang membuat danau toba bagus, airnya begitu jernih, dulu kala jika orang penduduk setempat tidak tubo atau tidak sarapan pagi cukup dengan mangura air. Mangura air adalah air  danau toba itu diambil ke kaleng, kemudian diberi garam cabe dan asam…

Papan Reklame Liar Menjamur di Kota Medan, DPRD Desak Walikota Copot Syampurno Pohan

TEKS FOTO: Drs Heri Zulkarnaen MSi. *hariancentral.com-Ist
MEDAN-hariancentral.com: Masih berdirinya papan reklame di 13 titik ruas jalan di Kota Medan, menunjukkan ketidakseriusan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan Syampurno Pohan untuk melakukan penertiban.
Papan reklame dan baliho masih terpampang di Jalan Sudirman, Jalan Pangeran Diponegoro termasuk Jalan Imam Bonjol Medan. Seolah Syampurno Pohan melakukan pembiaran.
Anggaran dana Rp900 juta sudah dipergunakan dari Rp2,8 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA 2016 Kota Medan, dinilai berbagai kalangan merupakan pemborosan anggaran yang dilakukan, namun tidak menghasilkan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Medan.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu MSi kepada hariancentral.com di ruang kerjanya, Selasa (30/5) mengatakan, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari Syampuno Pohan selaku Kepala Dina…

Pelantikan Pejabat Eselon di Tobasa Dimulai

TOBASA, hariancentral.com: Setelah memenuhi syarat untuk melakukan pelantikan dan pengangkatan pejabat seperti tertuang dalam UU No 5 tahun 2014 tentang larangan 6 (enam) bulan Kepala Daerah setelah menjabat tidak dapat melakukan pelantikan atau pengangkatan pejabat, kini lonceng pelantikan dimulai di Tobasa.
Bupati Toba Samosir (Tobasa) yang diwakili Sekda Drs Audy Murphy Sitorus SH MHum, baru-baru ini di Balai Data Kantor Bupati,melantik dan mengambil sumpah 2 (dua) pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten.
Kedua pejabat yang dilantik Bupati Tobasa itu,masing-masing Marlin Marpaung sebagai Kepala Bidang Teknologi Pangan & Holtikultura dan Lintong Sitorus sebagai Kepala Bidang Peternakan.
Kedua pejabat yang dilantik itu,untuk mengisi jabatan yang kosong,salah satu jabatan karena pejabatnya ditahan terkait kasus korupsi dan lainnya karena pejabat tersebut mengundurkan diri.
Saat itu juga, Bupati menyerahkan surat Pelaksana Tugas (Plt) jabatan Kepala Dinas kepada Kepal…