Harga Garam Naik 3 Kali Lipat Di Belawan PNTI : Ada Permainan Mafia

Share it:
TEKS FOTO: Ketua Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) Kota Medan, Rachman Ghafiqi SH saat penelusuran harga garam ke pedagang. *hariancentral.com-Ist

BELAWAN-hariancentral.com: Harga garam melonjak drastis karena adanya permainan kartel garam atau mafia garam. Padahal garam adalah merupakan kebutuhan pokok bagi para pengrajin ikan asin.

"Sebelum harga garam naik, para pengrajin ikan membeli garam 1 goni dengan berat 50 Kg seharga Rp 50 ribu. Namun saja harga tersebut kini berubah dengan cepat sampai Rp 150 ribu per goninya. Kita menduga penyebab kenaikan harga garam ini adalah mafia," papar Ketua Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) Kota Medan, Rachman Ghafiqi SH.

Menurut Rachman lagi, kenaikan harga garam yang begitu tajam itu tentunya sangat tidak wajar, bahkan kenaikan harga garam yang mencapai tiga kali lipat itu pasti ada permainannya.

"Kita menduga keras para spekulan atau mafia garam bermain akibat naiknya harga garam di Belawan," ucap Rachman Ghafiqi SH yang didampingi Sekretaris Asosiasi Nelayan Pukat Teri (Anpati) Sumut Alfian MY.

Dengan nada yang tinggi, Rachman menyampaikan, naiknya harga garam sangatlah memberatkan para nelayan khususnya para pengrajin ikan asin di Belawan bahkan bisa saja para pengelola ikan asin semuanya bakal gulung tikar. 

"Kita sangat prihatin dengan naiknya harga garam yang sudah tentu sangat memberatkan para pengrajin ikan asin di kawasan Belawan. Kalau persoalan ini tak cepat diatasi pastinya pengelola ikan asin bangkrut semuanya," tambah Rachman.

Dari penelusuran  sebelum kenaikan harga garam, para pengrajin ikan asin 2 sampai 3 harinya bisa mengumpulkan uang Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Tapi saat ini pendapatan itu drastis berkurang, hanya Rp 50 ribu per harinya.

Terkait masalah tersebut,  Humas Pelindo I Belawan, Khairul Ulya menyatakan bahwa data garam yang masuk ke Pelabuhan Belawan saat ini belum dapat dijabarkan masih dalam tahap pengumpulan data,  dan hal ini terpisah dari kinerja mereka.

"Kalau masalah itu, bukan gawean kita lagi bang sudah terpisah, harusnya Perusahaan Nasional (PN) Garam," kata Ulya. *RED 


Share it:

Ekonomi

Medan

NEWS

Post A Comment:

0 comments:

Babinsa dan PPL Dampingi PokTani Makmur Tanam Padi Menggunakan Transplanter

JEMBER-hariancentral.com: Tugas Pendampingan Babinsa bersama PPL merupakan bagian dari Upaya Khusus (Upsus) Program Ketahanan Panga...