Gedung SMKN 1 Lubuk Pakam Disulap Jadi Kos-kosan - hariancentral.com

Breaking

Menyuarakan Kebenaran Demi Keadilan

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Monday, 17 April 2017

Gedung SMKN 1 Lubuk Pakam Disulap Jadi Kos-kosan


TEKS FOTO: Gedung SMKN 1 Lubuk Pakam. *hariancentral.com-Ist

LUBUK PAKAM-hariancentral.com:  Sekjen LSM Topan-RI DPD Deli Serdang Sipayung menemukan, ada ketidak beresan di sekolah SMK Negeri 1 Lubuk Pakam. Terkait masalah Pengutipan Uang Sekolah Rp 50 ribu kelas X, Rp 75 ribu kelas XI, Rp 100 ribu kelas XII dan Gedung Sekolah disulap tempat kos-kosan dengan harga Rp 600 ribu/kepala/bulan.

Disaat Sekjen mengkonfirmasi melalui surat dari Lembaga LSM Topan-RI yang ditujukan kepada Kepala Sekolah SMKN 1 Lubuk Pakam Drs Kiniken SPd, baru-baru ini, arogan oknum Tentara yang menjaga sekolah berani membuka, menolak surat konfirmasi tersebut tanpa menyampaikan kepada Kepala Sekolah. Oknum Tentara tersebut membentak, menghalangi, menantang Sekjen LSM Topan-RI untuk mendapatkan informasi di sekolah tersebut.

"Oknum Tentara yang berinisial OS menganggap surat itu tidak penting dan memulangkan surat konfirmasi tersebut. Namun beberapa saat kemudian oknum Tentara tersebut datang kembali meminta surat itu dan dengan nada lantang membentak, serta menantang Sekjen LSM untuk berantam  sambil berkata 2 orang seperti kau bisa kulipat," tutur Sipayung. 

Dengan mengganggap dirinya hebat sebagai seorang Tentara yang tak lain sebagai seorang Satpam sekolah dengan pergi meninggalkan lokasi kejadian dengan melontarkan kalimat "memang wartawan sama lsm sukanya cari kesalahan, bajingan semua, hati-hati kalian (murid-murid) disini, disini ada wartawan, merokok kalian nanti dikorankan," ujar oknum Tentara itu lalu pergi dari lokasi kejadian. 

Berselang beberapa hari kemudian pihak Komite Sekolah dan Kepala Sekolah SMKN 1 Lubuk Pakam mengundang Sekjen Topan-RI. Namun dalam pertemuan tersebut suasana memanas karena pihak sekolah merasa dapat menekan Sekjen Topan-RI, yang hanya seorang diri. Kepala Sekolah merasa dirinya memiliki Power yang terlindungi banyak oknum aparat penegak hukum. 

Informasi yang dihimpun Sipayung, murid-murid yang tidak datang orangtuanya dikumpulkan di halaman sekolah, agar segera menandatangani selembar kertas persetujuan pembayaran Uang Sumbangan Gotong Royong untuk menghindari jerat hukum. Terkait kasus tersebut akan menyampaikan ke Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara," ujar  Sipayung Sekjen LSM Topan-RI. *RED

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here