Gara-gara Gaji Tak Dibayar, Supir Serap Bunuh Supir Satu

Share it:
TEKS FOTO: Jusri Tarigan, terdakwa pembantai Jumadi Ginting  mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Lubukpakam tempat bersidang di Pancurbatu. *hariancentral.com-Ist

PANCURBATU-hariancentral.com: Jusri Tarigan alias Batu (28) warga Desa Kuta Bangun, Kecamatan Tiga Binanga, Tanah Karo terdakwa pembantai Jumadi Ginting alias Erwin alias Ewin (30) baru-baru ini mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Lubukpakam tempat bersidang di Pancurbatu.

Terdakwa yang supir serap truk fuso bernomor polisi BB 9083 YA ini membunuh temannya yang supir 1 di dalam truk yang sama, gara-gara gajinya tidak dibayar oleh korban yang warga Desa Perbesi 2 Kecamatan Tiga Binanga Tanah Karo, untuk melampiaskan dendamnya korban dibunuh dengan menggunakan besi gancu dan sebilah pisau panjang disaat korban lagi tertidur.

Sidang dipimpin Majelis Hakim diketuai Edward Sihombing SH MH beranggotakan Abraham Ginting SH dan Angga Manalu SH. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sarimonang Beny Sinaga SH menghadapkan ke kursi pesakitan terdakwa Jusri Tarigan alias Batu didampingi penasehat hukumnya Harapenta Sembiring SH MH dan Suhandri Umar Tarigan SH.  

Dalam surat dakwannya, jaksa menguraikan kedua sohib ini berangkat dari Desa Kuta Bangun membawa batu dolomit hendak menuju gudang PT Galatta Lestarindo di Desa Pertampilen, Kecamatan Pancurbatu, Deliserdang, Senin malam (19/12/2016).

Sesampainya di Desa Perbesi, korban menyuruh terdakwa menggantikannya mengemudikan truk. Saat dalam perjalanan itulah terdakwa kembali meminta gajinya yang belum dibayarkan korban sebesar Rp 2 juta lagi. Namun korban tidak membayarnya juga dengan memberi alasan supaya bersabar dulu.

Akibatnya terdakwa semakin menjadi sakit hati dan merencanakan untuk membunuhnya. Terdakwa juga sudah mempersiapkan alatnya berupa parang berbentuk pisau dan besi gancu.Setibanya di Kabanjahe, korban pun pindah ke tempat tidur yang ada di belakang jok untuk istirahat.

Tak lama kemudian diapun tertidur. Namun sesampainya di kawasan Desa Pertampilen Pancurbatu lokasi PT Galatta Lestarindo, terdakwa bukannya masuk ke lokasi pembongkaran batu dolomit tersebut, tapi meneruskannya dan berhenti didepan SPBU Karo Jambi, sekitar pukul 03.00 WIB, Selasa (20/12/2016).  

Ditempat tersebut disaat korban masih tertidur pulas, terdakwa mengeluarkan gancu besi yang ada di bawah jok bagian kernet, serta mengambil parang di belakang jok supir. Selanjutnya, terdakwa memukulkan gancu tersebut ke bagian belakang kepala korban yang dalam posisi telungkup, sehingga korban meronta dan coba memberi perlawanan. Terdakwa mengambil parang dan menusukkannya ke leher korban.

Merasa korban masih memberi perlawanan, terdakwa menyembelihkan parang di leher korban. Sepertinya masih memberikan perlawanan, terdakwa kembali menebaskan parang di tangannya ke arah tangan korban mengakibatkan jari tangan korban terputus. Selanjutnya membacoki korban berulang kali hingga akhirnya meninggal dunia.

Usai mengeksekusi korbannya itu, terdakwa kemudian menggasak kalung emas yang ada di leher korban, dan mengambil cincin dari jari manis korban yang telah terpotong, serta mengambil uang tunai dari dalam kantong celana sebelah kanan sebanyak Rp 1.600.000.

Selanjutnya, terdakwa membawa truk ke arah Medan. Namun lebih kurang 1 Km, terdakwa memutar arah truk yang dikemudikannya. Namun, pada saat memutar dan memundurkan truk, terdakwa sempat menabrak rumah/tambal ban  milik Albert Tarigan (25) di Desa Pertampilen sebelum meneruskan perjalanannya ke arah Tanah Karo setelah membuang mayat korban di parit depan PT Varse yang masih di Desa Pertampilen. Akhirnya terdakwa berhasil ditangkap polisi saat masih berada di kawasan Daulu Berastagi.

Seusai pembacaan surat dakwaan oleh JPU, Ketua Majelis Hakim menanyakan terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya apa mengerti dengan dakwaan yang dibaca jaksa dan dijawab oleh terdakwa, mengerti dan paham. 

Dalam sidang perdana tersebut mengajukan tiga orang saksi, diantaranya istri korban Sri Artika (26) warga Tiga Binanga. Untuk mendengarkan saksi lainnya Majelis Hakim menunda sidang hingga pekan depan.*STAR-UBR


Share it:

daerah

Hukum

Kriminal

NEWS

Post A Comment:

0 comments:

Babinsa dan PPL Dampingi PokTani Makmur Tanam Padi Menggunakan Transplanter

JEMBER-hariancentral.com: Tugas Pendampingan Babinsa bersama PPL merupakan bagian dari Upaya Khusus (Upsus) Program Ketahanan Panga...