DPRD Medan Tak Dihargai Pengusaha Diamod - hariancentral.com

Breaking

Menyuarakan Kebenaran Demi Keadilan

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Thursday, 20 April 2017

DPRD Medan Tak Dihargai Pengusaha Diamod

MEDAN-hariancentral.com: Anggota DPRD Kota Medan Komisi C kecewa atas sikap kurang sopan yang ditunjukkan oleh Bagan Sagala, yang mengaku sebagai pemilik usaha Diamond Spa yang beralamat di Jalan Sei Belutu Kecamatan Medan Baru saat diundang dalam rapat dengar pendapat di ruangan komisi C lantai 3 terkait laporan dari Dinas Perpajakan yang menemukan besarnya pajak yang ditetapkan oleh usaha yang bergerak di bidang pijit refleksi dan oukup tersebut, Selasa (18/4).

Akibat sikap yang kurang menghargai anggota DPRD Medan tersebut, membuat keempat wakil rakyat yang duduk di Komisi C tersebut diantaranya, Anton Panggabean, Zulkifli Lubis, Mulia Asri Rambe dan Andi Lumbangaol, meminta agar Bangan Sagala menunjukkan semua izin-izin yang menyangkut kegiatan usaha Diamond Spa tersebut.

“Kami mengundang Bapak datang kemari adalah resmi berdasarkan surat yang ditandatangani oleh Sekretariat DPRD Medan. Tujuan kami lakukan rapat dengan Bapak adalah untuk mendengarkan keterangan langsung dari pemilik Diamond Spa terkait laporan penerimaan pajak dari Dinas Pemdapatan Daerah, sehingga selaku counterpart Komisi C, adalah tugas kami untuk melakukan pemanggilan terhadap setiap badan usaha yang diduga melakukan penyimpangan berdasarkan temuan ataupun laporan baik dari masyarakat maupun instansi pemerintah,” jelas Anton Panggabean.

Mulia Asri Rambe atau Bayek dari Fraksi Golkar, sependapat agar pemilik Diamond Spa menunjukkan seluruh surat-surat terkait perizinannya. Ketika para wakil rakyat tersebut belum selesai berbicara, Bagan Sagala langsung memotong pembicaraan anggota DPRD tersebut dan hal itu dilakukannya berulang kali, sehingga membuat seluruh anggota komisi C yang hadir kesal dan langsung menghentikan rapat dengar pendapat tersebut.

“Kita kesal dibuatnya (Bagan Sagala-red) kita masih berbicara, dia sudah memotong pembicaraan seolah dia tidak menghormati keberadaan kami di ruangan ini, biarpun dia banyak kenal pejabat atau sebagainya yang mungkin selama ini melindunginya, kami tidak takut, karena kami bekerja sesuai prosedur dan untuk itu kami akan kembali memanggil pemilik Diamond Spa tersebut dengan dinas Pariwisata Kota Medan, dan Dispenda,” terang politisi dari partai PKPI tersebut.

Sementara Zulkifli Lubis meminta agar pihak Diamond Spa menunjukkan bukti pajak yang diterapkan kepada pengunjung sebesar 3% s/d 30 % pertransaksi, karena sesuai laporan dari Dispenda bahwa pajak resmi yang ditetapkan adalah sebesar 15% hingga 20%.

Rapatpun akhirnya diskor dan Komisi C kembali akan memanggil pemilik Diamond Spa tersebut dengan membawa legal hukum dan semua dokumen terkait perizinannya. “Kita juga akan memanggil Dinas Pariwisata dan Dispenda agar semua jelas, sehingga kedepan Diamond Spa mengetahui dimana kesalahannya untuk dapat diperbaiki,” tukas Zulkifli Lubis dari Partai PPP Kota Medan tersebut. *RED

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here