Skip to main content

Anggaran MTQ 2017 di Kabupaten Labuhanbatu Simpang Siur : BPKAD Salur Rp1,3 M, Camat Bilang Rp800 Juta




TEKS FOTO: Suasana pembukaan MTQ ke 46 dan Festival Nasyid tingkat Kabupaten Labuhanbatu. *hariancentral.com-Ist

RANTAUPRAPAT-hariancentral.com: Pelaksanaan MTQ  ke 46 tingkat Kabupaten Labuhanbatu yang telah berakhir pada 31 Maret 2017 lalu. Namun sampai saat ini, berapa jumlah anggaran untuk pelaksanaan MTQ itu sebenarnya, masih simpang siur. 

Informasi dihimpun wartawan  dari sumber disebutkan, Camat Kecamatan Panai Hulu, Muslih yang juga selaku Ketua Panitia MTQ ke 46, dalam sebuah rapat panitia persiapan menyebut anggaran untuk kegiatan itu (MTQ) adalah Rp800 juta.         

“Waktu rapat sebelum pembukaan, Camat Panai Hulu mengatakan anggaran untuk MTQ tahun ini sebesar delapan ratus juta rupiah,” ucap sebuah sumber kepada wartawan.

Salah seorang tokoh partai politik di Labuhanbatu yang tidak bersedia namanya mengaku, sudah bertemu dengan Camat Panai Hulu, Muslih pada 5 April 2017 lalu di Kantor Bupati Labuhanbatu. Pertemuan itu mempertanyakan perihal pengakuannya saat rapat panitia menyebutkan anggaran MTQ tahun 2017 sebesar Rp800 juta.

“Saya dan salah seorang wartawan pernah mempertanyakan kepada Muslih dan diakui anggaran MTQ ke 46 Rp800 juta,” sebutnya.

Camat Panai Hulu, Muslih saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (11/4) mengaku sedang sibuk mengikuti musyawarah salahsatu Desa di Kecamatan Panai Hulu, sehingga tidak dapat melayani konfirmasi wartawan.
”Kami sedang mengadakan musyawarah desa,” katanya.

Dikonfirmasi melalui pesan singkat (SMS), Muslih belum memberikan jawaban. Meski SMS yang terkirim masuk.

Sudah Ditarik Rp1,3 M

Terpisah, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Labuhanbatu, Indra Sila yang ditemui di kantornya mengatakan, anggaran pelaksanaan MTQ ke 46 Tahun 2017 yang telah ditarik atau disalurkan kepada Camat Panai Hulu, Muslih selaku Ketua Panitia MTQ dari kas daerah Rp 1,3 miliar.         

“Sudah, uangnya sebesar Rp1,3 miliar sudah ditarik semuanya oleh Muslih selaku Ketua Panitia,” ujar Indra tanpa merinci kapan uang itu ditarik oleh Muslih.         

Menurut Indra, jumlah uang yang ditarik Ketua Panitia itu sesuai dengan jumlah anggaran yang memang dialokasikan dalam APBD Pemkab Labuhanbatu tahun anggaran 2017. Anggaran Rp1,3 miliar itu sebut Indra,  dialokasikan untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada seluruh peserta maupun undangan yang hadir dalam MTQ itu.

“Memang sebanyak itu anggarannya. Karena semua sudah distandarkan. Semua yang hadir duduk dikursi dan makanannya sama. Selama ini kan ada yang duduk di tikar. Kan itu keluhan mereka. Jadi tahun ini di standarkan,” katanya. *RED




Comments

Popular posts from this blog

PERMASALAHAN YANG ADA DI DANAU TOBA

Danau toba | 
hariancentral.com Apa latar belakang orang mau ke Danau Toba ? tentu saja adalah pemandangannya  , airnya yang biru dan  objek-objek wisata yang ada di danau toba dan hal yang bersifat artifisual. Artinya artifisual adalah yang dibuat manusia sesuai dengan perkembangan zamannya, itulah sebabnya orang mau tertarik datang ke danau toba.
Jika melihat danau toba orang akan takjub karena keunikannya, berada 903,5m diatas permukaan laut. Danau toba adalah sebuah danau tektonik-vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer lebar 30 kilometer terletak di provinsi Sumatera Utara, yang merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ditengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama pulau Samosir, itu merupakan suatu gambaran yang membuat danau toba bagus, airnya begitu jernih, dulu kala jika orang penduduk setempat tidak tubo atau tidak sarapan pagi cukup dengan mangura air. Mangura air adalah air  danau toba itu diambil ke kaleng, kemudian diberi garam cabe dan asam…

Papan Reklame Liar Menjamur di Kota Medan, DPRD Desak Walikota Copot Syampurno Pohan

TEKS FOTO: Drs Heri Zulkarnaen MSi. *hariancentral.com-Ist
MEDAN-hariancentral.com: Masih berdirinya papan reklame di 13 titik ruas jalan di Kota Medan, menunjukkan ketidakseriusan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan Syampurno Pohan untuk melakukan penertiban.
Papan reklame dan baliho masih terpampang di Jalan Sudirman, Jalan Pangeran Diponegoro termasuk Jalan Imam Bonjol Medan. Seolah Syampurno Pohan melakukan pembiaran.
Anggaran dana Rp900 juta sudah dipergunakan dari Rp2,8 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) TA 2016 Kota Medan, dinilai berbagai kalangan merupakan pemborosan anggaran yang dilakukan, namun tidak menghasilkan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Medan.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu MSi kepada hariancentral.com di ruang kerjanya, Selasa (30/5) mengatakan, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari Syampuno Pohan selaku Kepala Dina…

Pelantikan Pejabat Eselon di Tobasa Dimulai

TOBASA, hariancentral.com: Setelah memenuhi syarat untuk melakukan pelantikan dan pengangkatan pejabat seperti tertuang dalam UU No 5 tahun 2014 tentang larangan 6 (enam) bulan Kepala Daerah setelah menjabat tidak dapat melakukan pelantikan atau pengangkatan pejabat, kini lonceng pelantikan dimulai di Tobasa.
Bupati Toba Samosir (Tobasa) yang diwakili Sekda Drs Audy Murphy Sitorus SH MHum, baru-baru ini di Balai Data Kantor Bupati,melantik dan mengambil sumpah 2 (dua) pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten.
Kedua pejabat yang dilantik Bupati Tobasa itu,masing-masing Marlin Marpaung sebagai Kepala Bidang Teknologi Pangan & Holtikultura dan Lintong Sitorus sebagai Kepala Bidang Peternakan.
Kedua pejabat yang dilantik itu,untuk mengisi jabatan yang kosong,salah satu jabatan karena pejabatnya ditahan terkait kasus korupsi dan lainnya karena pejabat tersebut mengundurkan diri.
Saat itu juga, Bupati menyerahkan surat Pelaksana Tugas (Plt) jabatan Kepala Dinas kepada Kepal…