TEKS FOTO: Pekerja buruh PT Intan Nasional Iron Industri (INII) di ruangan rapat F-PDIP DPRD Sumut. *hariancentral.com-ist

MEDAN-hariancentral.com: Anggota Dewan Perwakilan  Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut), Sutrisno Pangaribuan, ST menerima puluhan pekerja buruh PT Intan Nasional Iron Industri (INII) di ruangan rapat F-PDIP DPRD Sumut, Selasa (28/2) sekira pukul 14.00 WIB.

Dalam kesempatan itu, Sutrisno menyambut baik kedatangan puluhan pekerja INII yang pada hari sebelumnya juga telah ngotot untuk dapat bertemu dengan dirinya.

"Saya senang dengan kedatangan orang bapak sekalian. Jadi dengan kedatangan bapak sekalian saya jadi mendapat tugas dan bukan mendapat beban. Jadi jangan segan-segan untuk menghubungi saya," ujar wakil bendahara PDIP itu.

Selanjutnya, Amstrong Sitorus sekaligus ketua PUK PT INII menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan mereka ke Fraksi PDIP.

"Adapun kedatangan kami menjumpai  FPDIP agar aspirasi kami dapat dibantu terkait pemecatan sepihak yang dilakukan perusahaan kepada  44 pekerja PT INII," ujarnya.

Dijelaskannya, kejadian itu berawal pada saat penggajian yang mereka terima mulai macet pada Januari 2016.

"Awalnya gaji sudah telat dan kami ingin sistem penggajian itu terlaksana dan bertanggungjawab. Kemudian pada tanggal 31 Oktober 2016 dibayarkan, namun pada tanggal 1 November diserahkan surat pemberhentian kerja dan dianggap mengundurkan diri sepihak," ujarnya.

Amstrong juga menjelaskan bahwa mereka telah mengadukan permasalahan pemecatan itu kepada DPRD Medan namun sampai saat ini tidak ada hasilnya.

"Oleh DPRD Medan sudah diadakan RDP sampe 3 kali dan mereka juga sudah mengadakan kunker namun sampe saat ini tidak ada penyelesaiannya," pungkasnya.

Pekerja Dimanfaatkan Pemilik Perusaahan Menggelar Demo

Senada, Mulyadi juga mengatakan rata-rata pekerja yang dipecat perusahaan sudah bekerja puluhan tahun.

"Kami masa kerjanya sudah diatas 12 tahun. Malah, kendati kami sudah mengabdi puluhan tahun dan juga dimanfaatkan perusahaan untuk melakukan unjuk rasa pada waktu ada kenaikan  gas elpiji industri, kami tetap dibuang perusahaan begitu saja," pungkasnya.

Ditambahkannya, akibat pemecatan dirinya,  kondisi keluarganya pun jadi sering cekcok,  karena kami tidak bisa memberikan lagi gaji ke istri kami.

Lain lagi keluhan Suhendra kepada Sutrisno. Dirinya malah mengatakan bahwa mereka pernah sampai bentrok dengan petugas-petugas piket Jasa Marga.

"Saat tanah bos kami kena pelebaran  pekerjaan Jasa Marga kami dikerahkan untuk demo. Pas waktu itu datang Menteri BUMN Dahlan Iskan, kami disuruh masang spanduk, akhirnya kami bentrok dengan pihak piket-piket Jasa Marga. Kami selalu dimanfaatkan walau diluar pekerjaan kami," keluhnya.

Mendengar keluhan para pekerja PT INII, Sutrisno mengatakan akan membawa aspirasi para pekerja kepada ketua Fraksi PDIP.

"Saya akan buat nota kepada pimpinan Fraksi komisi E karena kebetulan pimpinan Fraksi juga merupakan orang PDIP. Apalagi orang bapak-bapak juga ada sebagian kader PDIP," janji Sutrisno kepada para pekerja. *RED
Share To:

Harian Central

Post A Comment:

0 comments so far,add yours